Menikmati Film Sunny (2011) dan Madame (2017)

review film Madame (2017)

Bulan Juli terasa padat sekali aktivitas saya. Terhitung saya mengikuti 3 kelas foto di Whatsapp dan juga membuat 1 kelas sharing, diluar kepadatan aktivitas sebagai ibu. Namun, kepadatan itu juga memperkaya hidup saya dan saya jadi makin punya banyak wawasan insya Allah. Untuk artikel berikutnya saya rencana mau menulis soal 3 kelas foto yang saya ikuti. Tapi kali ini saya ingin posting sesuatu diluar aktivitas saya di bulan Juli yang me-refresh otak sejenak.

Saya sempat menonton 2 film, satu di bulan Juli untuk challenge menulis Ibu-Ibu Doyan Nulis berjudul Sunny (2011) dan satu baru saja weekend lalu, berjudul Madame (2017). Yuk baca ulasan pendek saya:

Read moreMenikmati Film Sunny (2011) dan Madame (2017)

Biar Happy Hadapi New Normal, Ini 8 Alasan Miliki Mesin Cuci Modena Calma

8 Alasan Miliki Mesin Cuci Modena Calma

Hadirnya Corona dan Tugas Ekstra Ibu

Corona, virus mematikan berukuran 400 mikrometer yang mampu melumpuhkan dunia, mendadak menjadi kekhawatiran kita semua sejak 3 bulan lalu. Jika terjangkit virus ini, pertahanan tubuh kita sudah pasti melemah dan paru-paru semakin rusak. 14 hari terkena, kita sudah harus mengisolasi diri dan berupaya agar virus itu tidak semakin menggerogoti tubuh kita. Menurut dokter dan spesialis, kuncinya cukup rajin mencuci tangan, memakai masker, makan sehat dan menjaga kebersihan.

‘Cukup’ disini ternyata adalah sebuah hal yang krusial ketika kita seorang ibu. Di rutinitas biasa saja, seorang ibu memang sudah bertanggung jawab mengurus keluarga, memperhatikan kebutuhan mereka setiap hari, seperti makanan, kasih sayang, baju bersih dan sebagainya. Namun dengan adanya virus Covid 19, segalanya harus ‘ekstra’.

Read moreBiar Happy Hadapi New Normal, Ini 8 Alasan Miliki Mesin Cuci Modena Calma

3 Alasan Aplikasi Layanan Kesehatan Online Sekarang Lebih Diminati

3 Alasan Aplikasi Layanan Kesehatan Online Sekarang Lebih Diminati

Beberapa bulan sebelum Corona mewabah di dunia, saya sempat mencoba konsultasi kesehatan lewat aplikasi layanan kesehatan di rumah. Meskipun gratis, tapi saya tidak bertatap muka dengan dokternya dan hanya mengirimkan foto gejala sakit yang saya punya. Namun, saya merasa agak sangsi karena dokter tidak melihat keadaan saya langsung. Tetap ada celah disini, dimana saya khawatir kalau konsultasi kesehatan yang saya lakukan ini tidak akurat.

Per 20 Juli lalu, jumlah orang yang dinyatakan positif Corona telah mencapai nyaris 90.000 jiwa. Tentu sebuah angka yang bombastis, dan jika dilihat pertumbuhannya masih mungkin bertambah. Melihat angka tersebut tentu membuat orang jadi berpikir berkali-kali mau memeriksakan kesehatan ke klinik dan rumah sakit, karena resiko terpapar virus Corona.

Tentunya bagi mereka yang sadar akan pentingnya melakukan pencegahan terjangkit, jadi makin waspada. Apalagi, ada juga orang yang positif Corona tanpa gejala. Ada sebuah kebutuhan jaminan untuk tetap sehat selagi mengecek kesehatan tubuh kita. Disinilah adanya sebuah solusi yang diberi layanan kesehatan online.

Jika dilihat, ada 3 alasan yang membuat orang jadi lebih berminat berkonsultasi lewat layanan aplikasi kesehatan:

Read more3 Alasan Aplikasi Layanan Kesehatan Online Sekarang Lebih Diminati

Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Kadang kala ada topik menarik yang berseliweran di dunia maya, saya tangkap dan bahas di blog. Kali ini yang saya tangkap adalah dari sebuah headline berita tentang fenomena orangtua yang malu anaknya nggak menikah di gedung. Faktanya paska hari pernikahan, anaknya tinggal di kontrakan. Familiar, nggak?

Membahas topik ini nggak bisa nggak berkaca ke pengalaman sendiri.

Saya dan suami dulu sempat kepingin nikah di KUA saja. Beneran, cuma dengan tanda tangan aja dan baca ijab qabul and done. We are husband and wife. Dan ternyata nggak cuma saya dan suami aja yang pernah berpikir begini. Beberapa alasan pasangan berpikir mau menikah di KUA saja:

Read moreMenikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Tentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Laut dan Saya

Lahir dan besar Ibukota, saya sebelumnya nggak ngeh betapa overrated-nya hidup di kota besar. Jalanan selalu penuh dan padat. Langit hampir selalu kelabu. Udara hampir selalu penuh dengan polusi. Bisingnya suara dimana-mana, karena kepadatan penduduk dan mobil dimana-mana.

Kalau disuruh memilih pergi ke gunung atau pantai, saya selalu memilih ke pantai. Selain saya nggak tertarik dengan mendaki gunung, saya lebih suka menikmati pemandangan pantai dan laut yang terasa rileks di hati. Saya lebih memilih merasakan pasir hangat dan air pantai di kaki.

Ternyata hubungan saya dan laut ada, walau koneksinya tidak terbilang dekat. Meski saya lahir di ibukota, orangtua saya lahir di kepulauan Indonesia sebelah Timur yang kaya akan hasil alam laut, Maluku Utara. Ya, sebagian besar keluarga saya berasal dari sana, namun keluarga dekat pindah ke Ibukota.

Almarhum Bapak saya hidup di dekat laut waktu kecil dan biasa berenang di sana. Terlihat jelas wajah gembiranya menyapa laut saat sekeluarga refreshing ke pantai Anyer. Almarhum Bapak saya kembali ke darat setelah berenang di laut waktu matahari akan tenggelam, sungguh pemandangan tidak biasa, karena yang saya tahu dia lebih suka di rumah saja. Saya baru sadar mungkin almarhum Bapak saya kangen berat main ke laut kala itu, setelah tinggal berpuluh tahun di kota besar.

Read moreTentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama by Sunglow Mama

Ibu-ibu, apa punya koleksi barang, baju atau tas? Sebagai manusia kita tentunya punya minat dan hobby. Dan dari hobby dan minat itu ada benda-benda yang menunjang si hobby. Misalnya seperti memancing ya ada pancingannya, senang sepatu ya koleksi sepatu, senang merajut ya punya banyak koleksi rajutan dan alat merajut. Dan banyak lagi.

Biasanya minat ini berlangsung di suatu masa atau periode dalam hidup. Misalnya waktu saya SD, punya koleksi orang-orangan. Waktu SMP saya naksir aktor Keanu Reeves dan punya koleksi klipingnya (suka dikasih dari teman-teman juga). Waktu SMA, saya doyan baca novel dan punya koleksi beberapa buku novel. And so on.

Kita cenderung mengoleksi dan akhirnya menimbun barang-barang minat kita ini. Karena ya, kita suka dan mau punya koleksinya sehingga bisa kita gunakan dan kagumi sewaktu-waktu.

Read moreCerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

4 Tipe Banner Blog Yang Bisa Dibuat di Aplikasi Canva

Hello, hello. Setelah sebelumnya saya nulis tentang aplikasi Canva, sebagian blogger sudah familiar ya dengan aplikasi grafis ini. Meski begitu, banyak yang mengaku belum maksimal menggunakannya. Hmmm, mungkin bisa dimulai dengan membuat banner blog.

Nah, sekarang kebiasaan aku kalau bikin artikel seringnya buat banner blog sendiri pake Canva. Selain dari otentik (ga akan sama dengan artikel blog lain), buatnya gampang dan buat mengasah kreativitas juga.

Read more4 Tipe Banner Blog Yang Bisa Dibuat di Aplikasi Canva

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Kira-kira bulan Maret, wabah pandemi virus Corona merebak dan masyarakat diharuskan berkegiatan dari rumah. Kita diharuskan agar tidak keluar rumah kecuali sangat urgent alias sangat butuh. Nah bagi ibu-ibu, kondisi sangat urgent itu berarti mencari stok bahan makanan agar bisa memasak di rumah untuk keluarga selama masa karantina. Yah, sebenarnya sih kita sudah mulai memasuki New Normal ya tetapi tetap harus waspada ada stok makanan di rumah karena nggak pernah tahu jika keadaan selanjutnya seperti apa.

Bagi saya sih, perihal harus stok makanan dinikmati saja ya. Paling jadi lebih terjadwal belanjanya untuk stok beberapa hari. Namun setelah yang saya sadari, nggak cuma harus mikirin menu beberapa hari ke depan untuk merinci harus belanja bahan makanan apa saja. Tapi juga harus tahu bagaimana menyimpan makanan di rumah agar tahan lama. Wah, salah-salah makanan yang harusnya buat stok malah jadi busuk. Malah jadi mubazir dan akhirnya harus belanja keluar rumah lagi. Waaah, sayang kan?

Alhamdulillah, sebenarnya saya ada sedikit pengetahuan soal menyimpan bahan makanan, walau nggak selalu disiplin melakukan food prepping. Ya maklum, punya anak balita aktif yang harus dipantengi jadi tantangan sendiri. Saya nggak terlalu sering jajan keluar rumah, jadinya memang biasa masak di dapur untuk keluarga. Ini ada sebagian cara menyimpannya, buat bahan-bahan yang sering saya gunakan.

Read moreBiar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Atika, Oka dan Hujan (Part 3)

Baca Atika, Oka & Hujan Part 1 dan Part 2

Atika merasa lega karena ada secercah harapan. Sebuah solusi dari masalah besar yang mereka sedang alami. Mereka tak perlu gadaikan barang atau pinjam uang, karena bisa menggunakan dana THR pekerjaan Oka untuk biayai kepindahan mereka.

Namun ternyata Oka tidak suka dengan ide itu. Ia sudah punya rencana tadinya penggunaan THR untuk apa saja dan sama sekali bukan untuk pindah rumah lagi.

Atika kecewa dengan respon Oka. Ia tak habis pikir, bagaimana Oka bisa membiarkan keluarga mereka hidup dengan rumah terancam banjir sewaktu-waktu? Mungkin THR itu bisa membayarkan barang-barang atau keperluan lain, tapi kebutuhan mendasar seperti rumah tinggal yang layak seharusnya mengalahkan semua keperluan. Atika pikir Oka masih dalam penyangkalan.

Tiap mereka mendengar suara petir menggelegar dan suara hujan mulai turun, rasa takut langsung merayap. Selalu ada kemungkinan air akan naik ketika curah hujan membesar dan lantai bisa dipenuhi dengan… bukan cuma air, tapi air kotor yang lengket! Memikirkan itu Atika jijik dan ngeri.

Read moreAtika, Oka dan Hujan (Part 3)

Share via
Copy link