Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Kadang kala ada topik menarik yang berseliweran di dunia maya, saya tangkap dan bahas di blog. Kali ini yang saya tangkap adalah dari sebuah headline berita tentang fenomena orangtua yang malu anaknya nggak menikah di gedung. Faktanya paska hari pernikahan, anaknya tinggal di kontrakan. Familiar, nggak?

Membahas topik ini nggak bisa nggak berkaca ke pengalaman sendiri.

Saya dan suami dulu sempat kepingin nikah di KUA saja. Beneran, cuma dengan tanda tangan aja dan baca ijab qabul and done. We are husband and wife. Dan ternyata nggak cuma saya dan suami aja yang pernah berpikir begini. Beberapa alasan pasangan berpikir mau menikah di KUA saja:

Read moreMenikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Tentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Laut dan Saya

Lahir dan besar Ibukota, saya sebelumnya nggak ngeh betapa overrated-nya hidup di kota besar. Jalanan selalu penuh dan padat. Langit hampir selalu kelabu. Udara hampir selalu penuh dengan polusi. Bisingnya suara dimana-mana, karena kepadatan penduduk dan mobil dimana-mana.

Kalau disuruh memilih pergi ke gunung atau pantai, saya selalu memilih ke pantai. Selain saya nggak tertarik dengan mendaki gunung, saya lebih suka menikmati pemandangan pantai dan laut yang terasa rileks di hati. Saya lebih memilih merasakan pasir hangat dan air pantai di kaki.

Ternyata hubungan saya dan laut ada, walau koneksinya tidak terbilang dekat. Meski saya lahir di ibukota, orangtua saya lahir di kepulauan Indonesia sebelah Timur yang kaya akan hasil alam laut, Maluku Utara. Ya, sebagian besar keluarga saya berasal dari sana, namun keluarga dekat pindah ke Ibukota.

Almarhum Bapak saya hidup di dekat laut waktu kecil dan biasa berenang di sana. Terlihat jelas wajah gembiranya menyapa laut saat sekeluarga refreshing ke pantai Anyer. Almarhum Bapak saya kembali ke darat setelah berenang di laut waktu matahari akan tenggelam, sungguh pemandangan tidak biasa, karena yang saya tahu dia lebih suka di rumah saja. Saya baru sadar mungkin almarhum Bapak saya kangen berat main ke laut kala itu, setelah tinggal berpuluh tahun di kota besar.

Read moreTentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama by Sunglow Mama

Ibu-ibu, apa punya koleksi barang, baju atau tas? Sebagai manusia kita tentunya punya minat dan hobby. Dan dari hobby dan minat itu ada benda-benda yang menunjang si hobby. Misalnya seperti memancing ya ada pancingannya, senang sepatu ya koleksi sepatu, senang merajut ya punya banyak koleksi rajutan dan alat merajut. Dan banyak lagi.

Biasanya minat ini berlangsung di suatu masa atau periode dalam hidup. Misalnya waktu saya SD, punya koleksi orang-orangan. Waktu SMP saya naksir aktor Keanu Reeves dan punya koleksi klipingnya (suka dikasih dari teman-teman juga). Waktu SMA, saya doyan baca novel dan punya koleksi beberapa buku novel. And so on.

Kita cenderung mengoleksi dan akhirnya menimbun barang-barang minat kita ini. Karena ya, kita suka dan mau punya koleksinya sehingga bisa kita gunakan dan kagumi sewaktu-waktu.

Read moreCerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

4 Tipe Banner Blog Yang Bisa Dibuat di Aplikasi Canva

Hello, hello. Setelah sebelumnya saya nulis tentang aplikasi Canva, sebagian blogger sudah familiar ya dengan aplikasi grafis ini. Meski begitu, banyak yang mengaku belum maksimal menggunakannya. Hmmm, mungkin bisa dimulai dengan membuat banner blog.

Nah, sekarang kebiasaan aku kalau bikin artikel seringnya buat banner blog sendiri pake Canva. Selain dari otentik (ga akan sama dengan artikel blog lain), buatnya gampang dan buat mengasah kreativitas juga.

Read more4 Tipe Banner Blog Yang Bisa Dibuat di Aplikasi Canva

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Kira-kira bulan Maret, wabah pandemi virus Corona merebak dan masyarakat diharuskan berkegiatan dari rumah. Kita diharuskan agar tidak keluar rumah kecuali sangat urgent alias sangat butuh. Nah bagi ibu-ibu, kondisi sangat urgent itu berarti mencari stok bahan makanan agar bisa memasak di rumah untuk keluarga selama masa karantina. Yah, sebenarnya sih kita sudah mulai memasuki New Normal ya tetapi tetap harus waspada ada stok makanan di rumah karena nggak pernah tahu jika keadaan selanjutnya seperti apa.

Bagi saya sih, perihal harus stok makanan dinikmati saja ya. Paling jadi lebih terjadwal belanjanya untuk stok beberapa hari. Namun setelah yang saya sadari, nggak cuma harus mikirin menu beberapa hari ke depan untuk merinci harus belanja bahan makanan apa saja. Tapi juga harus tahu bagaimana menyimpan makanan di rumah agar tahan lama. Wah, salah-salah makanan yang harusnya buat stok malah jadi busuk. Malah jadi mubazir dan akhirnya harus belanja keluar rumah lagi. Waaah, sayang kan?

Alhamdulillah, sebenarnya saya ada sedikit pengetahuan soal menyimpan bahan makanan, walau nggak selalu disiplin melakukan food prepping. Ya maklum, punya anak balita aktif yang harus dipantengi jadi tantangan sendiri. Saya nggak terlalu sering jajan keluar rumah, jadinya memang biasa masak di dapur untuk keluarga. Ini ada sebagian cara menyimpannya, buat bahan-bahan yang sering saya gunakan.

Read moreBiar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Atika, Oka dan Hujan (Part 3)

Baca Atika, Oka & Hujan Part 1 dan Part 2

Atika merasa lega karena ada secercah harapan. Sebuah solusi dari masalah besar yang mereka sedang alami. Mereka tak perlu gadaikan barang atau pinjam uang, karena bisa menggunakan dana THR pekerjaan Oka untuk biayai kepindahan mereka.

Namun ternyata Oka tidak suka dengan ide itu. Ia sudah punya rencana tadinya penggunaan THR untuk apa saja dan sama sekali bukan untuk pindah rumah lagi.

Atika kecewa dengan respon Oka. Ia tak habis pikir, bagaimana Oka bisa membiarkan keluarga mereka hidup dengan rumah terancam banjir sewaktu-waktu? Mungkin THR itu bisa membayarkan barang-barang atau keperluan lain, tapi kebutuhan mendasar seperti rumah tinggal yang layak seharusnya mengalahkan semua keperluan. Atika pikir Oka masih dalam penyangkalan.

Tiap mereka mendengar suara petir menggelegar dan suara hujan mulai turun, rasa takut langsung merayap. Selalu ada kemungkinan air akan naik ketika curah hujan membesar dan lantai bisa dipenuhi dengan… bukan cuma air, tapi air kotor yang lengket! Memikirkan itu Atika jijik dan ngeri.

Read moreAtika, Oka dan Hujan (Part 3)

Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

cerita menumbuhkan minat baca si kecil hingga menemukan let's read - sunglow mama

Mengenalkan Buku ke Anak

Membaca adalah salah satu hobby saya beranjak besar, meski awalnya dari buku komik dan novel remaja. Kalau diingat-ingat, koleksi buku saya sampai memenuhi rak buku di dalam lemari. Saya juga suka pelajaran bahasa Indonesia yang membahas novel.

Memasuki masa kuliah, hobby itu terlupakan dan saya beralih ke dunia multimedia. Hingga akhirnya saya punya anak, saya merasa harus mengenalkan buku kepadanya. Pemikiran saya berbeda dengan suami yang lebih suka membelikan mainan padanya. Saya agak khawatir anak saya jadi lebih dominan terpapar layar dari gadget dan handphone.

Saya suka baca-baca artikel tentang parenting, lalu menemukan topik tentang manfaat membacakan buku ke anak. Diantara manfaat membacakan buku ke anak yang masih bayi, yaitu menumbuhkan kedekatan dengan orangtua, memperlihatkan afeksi atau kasih sayang kita pada anak dan mengenalkan kosa kata baru. Nggak cuma itu, ternyata membacakan buku ke anak juga membuat rileks orangtua, lho. Mengetahui beberapa hal ini saya jadi makin ingin mencarikan buku padanya.

Tapi saya lihat di pasaran kok ya sepertinya yang lebih menonjol dengan ilustrasi bagus itu buku-buku impor alias buku berbahasa asing.Belum-belum anak saya lancar berbicara, rasanya berlebihan jika saya membacakan buku berbahasa asing. Takutnya dia nggak mengerti ceritanya dan saya harus dua kali membacakan bukunya: dengan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apalagi, range harga bukunya rata-rata mahal. Padahal sih saya mengerti, ada biaya cetak dan biaya desain ini itu untuk mencetak buku. Ah, tapi lagi-lagi budget yang berbicara.

Read moreCerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Ramadhan 2020 dan Pandemi

Banyak yang mengeluh atau hati merasa ngeganjel memulai Ramadhan dengan segala keterbatasannya: nggak bisa halal bihalal atau buka puasa bersama, nggak bisa tarawih di masjid, nggak bisa belanja ke pertokoan (ups, kayanya ini buat beberapa orang nggak masalah) dan puncaknya ada larangan untuk mudik.

Semua hal yang terjadi itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan pastinya ada hikmah dibalik semua kejadian. Dulu saya pernah nulis kalau dengan turunnya virus Corona, kita jadi lebih bersih-bersih dan polusi udara berkurang. Sekarang, dengan memasuki bulan Ramadhan, ada lho hal positif yang bisa kita tarik dari turunnya virus Corona ini.

Read moreBiar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Hikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Hikmah di balik membuat kolak pisang sendiri

Yes, akhirnya saya bisa buat suguhan klasik di bulan puasa, yaitu kolak pisang. Saya berhasil menaklukkan pikiran saya sendiri soal membuat makanan ini. Plus, saya menambahkan topping ekstra khas kampung halaman saya waktu menyantap pisgor baru-baru ini. Penting banget, hehehe. Awalnya gimana ini?

Alhamdulillah, kita sudah sampai di minggu terakhir Ramadhan di tahun 2020. Kalau mengingat awal puasa, rasanya (kalau saya ya) sedikit tertantang. Jadi, biasanya saya selalu kerepotan di bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya memang saya yang anak bungsu ini biasanya selalu tersuguhi makanan sudah jadi di rumah orangtua. Kalau membantu sedikit-sedikit ada, seperti goreng-goreng makanan yang gampang, cetak-cetak adonan kue kering, bikinin teh manis. Tapi me-manage household dan masak semua sendiri? Baru lima tahun ini, setelah menikah tepatnya.

Read moreHikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Tentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Assalamu’alaikum, bagaimana bulan Ramadhan-nya sejauh ini? Nggak kerasa sudah masuk hari ke 20. Tentu sudah merasakan bagaimana perbedaan berpuasa di tengah wabah pandemi ini. Nggak sedikit dari kita yang mengkhawatirkan soal ekonomi atau pemasukan.

Bukan rahasia lagi bahwa bulan ramadhan sendiri adalah bulan dimana ada momen khusus untuk mencari pendapatan. Banyak dari kita yang membuka lapaknya, seperti menjual makanan buka puasa, kue kering, baju lebaran, calo tiket kereta atau pesawat. Namun sebagian harus lumpuh karena PSBB dan social distancing, membuat masyarakat enggan untuk keluar rumah dan berhati-hati dalam beraktivitas. Tapi masih ada sebagian bidang ekonomi yang berjalan, karena lebaran begitu lekat dalam benak masyarakat.

Bicara soal rezeki, saya mau sharing pengalaman saya beberapa tahun lalu. Saya selalu ingat hal ini kalau sedang mengkhawatirkan rezeki. Setidaknya bisa menenangkan saya dan mengingatkan saya bahwa Allah selalu menjaga umatnya.

Read moreTentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Share via
Copy link