Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Menikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Kadang kala ada topik menarik yang berseliweran di dunia maya, saya tangkap dan bahas di blog. Kali ini yang saya tangkap adalah dari sebuah headline berita tentang fenomena orangtua yang malu anaknya nggak menikah di gedung. Faktanya paska hari pernikahan, anaknya tinggal di kontrakan. Familiar, nggak?

Membahas topik ini nggak bisa nggak berkaca ke pengalaman sendiri.

Saya dan suami dulu sempat kepingin nikah di KUA saja. Beneran, cuma dengan tanda tangan aja dan baca ijab qabul and done. We are husband and wife. Dan ternyata nggak cuma saya dan suami aja yang pernah berpikir begini. Beberapa alasan pasangan berpikir mau menikah di KUA saja:

Read moreMenikah di Gedung, Kemauan Pribadi Atau Keluarga?

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

Cerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama by Sunglow Mama

Ibu-ibu, apa punya koleksi barang, baju atau tas? Sebagai manusia kita tentunya punya minat dan hobby. Dan dari hobby dan minat itu ada benda-benda yang menunjang si hobby. Misalnya seperti memancing ya ada pancingannya, senang sepatu ya koleksi sepatu, senang merajut ya punya banyak koleksi rajutan dan alat merajut. Dan banyak lagi.

Biasanya minat ini berlangsung di suatu masa atau periode dalam hidup. Misalnya waktu saya SD, punya koleksi orang-orangan. Waktu SMP saya naksir aktor Keanu Reeves dan punya koleksi klipingnya (suka dikasih dari teman-teman juga). Waktu SMA, saya doyan baca novel dan punya koleksi beberapa buku novel. And so on.

Kita cenderung mengoleksi dan akhirnya menimbun barang-barang minat kita ini. Karena ya, kita suka dan mau punya koleksinya sehingga bisa kita gunakan dan kagumi sewaktu-waktu.

Read moreCerita Kamera Holga Pecah dan Melepaskan Barang-Barang Koleksi Lama

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Kira-kira bulan Maret, wabah pandemi virus Corona merebak dan masyarakat diharuskan berkegiatan dari rumah. Kita diharuskan agar tidak keluar rumah kecuali sangat urgent alias sangat butuh. Nah bagi ibu-ibu, kondisi sangat urgent itu berarti mencari stok bahan makanan agar bisa memasak di rumah untuk keluarga selama masa karantina. Yah, sebenarnya sih kita sudah mulai memasuki New Normal ya tetapi tetap harus waspada ada stok makanan di rumah karena nggak pernah tahu jika keadaan selanjutnya seperti apa.

Bagi saya sih, perihal harus stok makanan dinikmati saja ya. Paling jadi lebih terjadwal belanjanya untuk stok beberapa hari. Namun setelah yang saya sadari, nggak cuma harus mikirin menu beberapa hari ke depan untuk merinci harus belanja bahan makanan apa saja. Tapi juga harus tahu bagaimana menyimpan makanan di rumah agar tahan lama. Wah, salah-salah makanan yang harusnya buat stok malah jadi busuk. Malah jadi mubazir dan akhirnya harus belanja keluar rumah lagi. Waaah, sayang kan?

Alhamdulillah, sebenarnya saya ada sedikit pengetahuan soal menyimpan bahan makanan, walau nggak selalu disiplin melakukan food prepping. Ya maklum, punya anak balita aktif yang harus dipantengi jadi tantangan sendiri. Saya nggak terlalu sering jajan keluar rumah, jadinya memang biasa masak di dapur untuk keluarga. Ini ada sebagian cara menyimpannya, buat bahan-bahan yang sering saya gunakan.

Read moreBiar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

cerita menumbuhkan minat baca si kecil hingga menemukan let's read - sunglow mama

Mengenalkan Buku ke Anak

Membaca adalah salah satu hobby saya beranjak besar, meski awalnya dari buku komik dan novel remaja. Kalau diingat-ingat, koleksi buku saya sampai memenuhi rak buku di dalam lemari. Saya juga suka pelajaran bahasa Indonesia yang membahas novel.

Memasuki masa kuliah, hobby itu terlupakan dan saya beralih ke dunia multimedia. Hingga akhirnya saya punya anak, saya merasa harus mengenalkan buku kepadanya. Pemikiran saya berbeda dengan suami yang lebih suka membelikan mainan padanya. Saya agak khawatir anak saya jadi lebih dominan terpapar layar dari gadget dan handphone.

Saya suka baca-baca artikel tentang parenting, lalu menemukan topik tentang manfaat membacakan buku ke anak. Diantara manfaat membacakan buku ke anak yang masih bayi, yaitu menumbuhkan kedekatan dengan orangtua, memperlihatkan afeksi atau kasih sayang kita pada anak dan mengenalkan kosa kata baru. Nggak cuma itu, ternyata membacakan buku ke anak juga membuat rileks orangtua, lho. Mengetahui beberapa hal ini saya jadi makin ingin mencarikan buku padanya.

Tapi saya lihat di pasaran kok ya sepertinya yang lebih menonjol dengan ilustrasi bagus itu buku-buku impor alias buku berbahasa asing.Belum-belum anak saya lancar berbicara, rasanya berlebihan jika saya membacakan buku berbahasa asing. Takutnya dia nggak mengerti ceritanya dan saya harus dua kali membacakan bukunya: dengan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apalagi, range harga bukunya rata-rata mahal. Padahal sih saya mengerti, ada biaya cetak dan biaya desain ini itu untuk mencetak buku. Ah, tapi lagi-lagi budget yang berbicara.

Read moreCerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Ramadhan 2020 dan Pandemi

Banyak yang mengeluh atau hati merasa ngeganjel memulai Ramadhan dengan segala keterbatasannya: nggak bisa halal bihalal atau buka puasa bersama, nggak bisa tarawih di masjid, nggak bisa belanja ke pertokoan (ups, kayanya ini buat beberapa orang nggak masalah) dan puncaknya ada larangan untuk mudik.

Semua hal yang terjadi itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan pastinya ada hikmah dibalik semua kejadian. Dulu saya pernah nulis kalau dengan turunnya virus Corona, kita jadi lebih bersih-bersih dan polusi udara berkurang. Sekarang, dengan memasuki bulan Ramadhan, ada lho hal positif yang bisa kita tarik dari turunnya virus Corona ini.

Read moreBiar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Hikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Hikmah di balik membuat kolak pisang sendiri

Yes, akhirnya saya bisa buat suguhan klasik di bulan puasa, yaitu kolak pisang. Saya berhasil menaklukkan pikiran saya sendiri soal membuat makanan ini. Plus, saya menambahkan topping ekstra khas kampung halaman saya waktu menyantap pisgor baru-baru ini. Penting banget, hehehe. Awalnya gimana ini?

Alhamdulillah, kita sudah sampai di minggu terakhir Ramadhan di tahun 2020. Kalau mengingat awal puasa, rasanya (kalau saya ya) sedikit tertantang. Jadi, biasanya saya selalu kerepotan di bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya memang saya yang anak bungsu ini biasanya selalu tersuguhi makanan sudah jadi di rumah orangtua. Kalau membantu sedikit-sedikit ada, seperti goreng-goreng makanan yang gampang, cetak-cetak adonan kue kering, bikinin teh manis. Tapi me-manage household dan masak semua sendiri? Baru lima tahun ini, setelah menikah tepatnya.

Read moreHikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Tentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Assalamu’alaikum, bagaimana bulan Ramadhan-nya sejauh ini? Nggak kerasa sudah masuk hari ke 20. Tentu sudah merasakan bagaimana perbedaan berpuasa di tengah wabah pandemi ini. Nggak sedikit dari kita yang mengkhawatirkan soal ekonomi atau pemasukan.

Bukan rahasia lagi bahwa bulan ramadhan sendiri adalah bulan dimana ada momen khusus untuk mencari pendapatan. Banyak dari kita yang membuka lapaknya, seperti menjual makanan buka puasa, kue kering, baju lebaran, calo tiket kereta atau pesawat. Namun sebagian harus lumpuh karena PSBB dan social distancing, membuat masyarakat enggan untuk keluar rumah dan berhati-hati dalam beraktivitas. Tapi masih ada sebagian bidang ekonomi yang berjalan, karena lebaran begitu lekat dalam benak masyarakat.

Bicara soal rezeki, saya mau sharing pengalaman saya beberapa tahun lalu. Saya selalu ingat hal ini kalau sedang mengkhawatirkan rezeki. Setidaknya bisa menenangkan saya dan mengingatkan saya bahwa Allah selalu menjaga umatnya.

Read moreTentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Ngomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Baru-baru ini saya melakukan blogwalking dan menemukan sebuah topik yang menarik. Topik yang mungkin banyak orang juga terjebak. Saya jadi teringat bertahun-tahun saya terjebak dalam masalah yang dibahas di blog itu sampai akhirnya saya ‘terpaksa’ harus mendobrak sendiri untuk keluar dari masalah tersebut. Masalahnya adalah comfort zone, atau zona nyaman.

Zona nyaman atau Comfort Zone adalah sebuah situasi atau lingkungan yang sangat nyaman bagi sebuah individu, sehingga walaupun individu itu sebenarnya tidak benar-benar fit atau sesuai lagi dengan zona tersebut menjadi enggan keluar. Enggan disini bisa karena beberapa macam sih. Nah kalau saya sendiri, ada rasa takut dengan resiko keluar dari zona nyaman dan juga terlena karena atmosfir yang membuat saya nyaman disitu. Saya lagi ngomongin terjebak di comfort zone di sebuah pekerjaan yang pernah saya geluti.

Read moreNgomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Perjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Lagi-lagi saya menulis menyahut dari topik yang diangkat komunitas blogging. Kali ini topik dari Blogger Perempuan. Bulan ini membahas tentang perjalanan blogging pribadi. Namanya Blogger, ternyata punya perjalanan tersendiri sebelum mulai serius. Hmmm, mulai darimana ya?

Kalau mau diusut ke belakang, pertama kali blogging seingat saya di Multiply (bagi yang nggak tahu, Multiply sudah nggak ada lagi). Lupa tahun berapa. Waktu itu nggak jelas mau nulis apa. Mau curhat tapi jadinya kesana kemari dan berakhir ngegantung, hihihi. Akhirnya gak nulis lagi.

Habis itu kalau gak salah bikin Multiply baru, kali ini fokus untuk pamer foto hasil dari hunting pakai kamera Lomo. Maklum, dulu keikutan jadi anak kekinian Jakarta, beli kamera Lomo tahun 2007 di toko buku aksara pakai duit THR pertama ๏˜ Kamera pertama aku, namanya Holga. Jadi yang follow dan baca ya anak-anak lomo juga. Tapi nggak gitu terkonsep juga sih, malu-malu dan jaim malah.

Salah satu venue screening Europe on Screen

Karena aku udah cukup lama ngantor dan jenuh, tercetus kepengen bikin blog khusus review film. Kali ini serius banget nih. Pengen fokus sama film-film yang bikin aku terinspirasi. Ngeblognya pakai bahasa inggris dong, padahal bahasa inggris aku sebenarnya nggak sempurna. Kepedean juga setelah aku pikir-pikir, tapi niatnya dong menggebu-gebu ๏˜†

Read morePerjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Kiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

stay positive - emeron haircare

Kadang, kepala rasanya mumet saja kalau mikir seabrek kegiatan yang harus dilakukan seharian terutama di masa karantina #dirumahaja ini. Ya mengurus rumah, anak, suami, berjualan online dan blogging. Kalau nggak diiringi berdoa, menetapkan mindset positif dan membuat jadwal, mungkin bakal terasa lebih ‘keluar jalur’.

Sebegitu padatnya sampai ketika baru bangun saya harus merunut apa kegiatan yang paling harus didahulukan biar efektif dan tidak timpang tindih dengan yang lain. Misalnya, saya tidak bisa menyetrika sambil cuci baju. Lalu, saya tidak bisa blogging ketika anak saya bangun, karena butuh ketenangan.

Rasanya banyak yang harus dirampungkan hari ini. Mulai dari bangun, yang ada dipikiran saya bagaimana to-do-list saya dilakukan dengan lancar: laundry baju yang menumpuk, belanja stok sayur, sarapan sendiri dan keluarga, masak, mengurus jualan dan mengurus blog.

Ingat kalau masker kain belum pada dicuci dan ada anjuran #dirumahaja, akhirnya saya memilih belanja sayur via chat Whatsapp dengan si tukang sayur dan belanjaan akan diantarkan. Ini pertama kalinya saya pesan sayur via chat, biasanya saya jalan kaki ke warung sayur. Meskipun memang lebih enak memilih sendiri ya sayur yang mau kita beli, tapi saya ngeri karena tidak memakai masker. Jadi, saya memilih belanja via chat saja. Kebetulan warung sayurnya tidak begitu jauh dari rumah.

Read moreKiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja