Tentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Laut dan Saya

Lahir dan besar Ibukota, saya sebelumnya nggak ngeh betapa overrated-nya hidup di kota besar. Jalanan selalu penuh dan padat. Langit hampir selalu kelabu. Udara hampir selalu penuh dengan polusi. Bisingnya suara dimana-mana, karena kepadatan penduduk dan mobil dimana-mana.

Kalau disuruh memilih pergi ke gunung atau pantai, saya selalu memilih ke pantai. Selain saya nggak tertarik dengan mendaki gunung, saya lebih suka menikmati pemandangan pantai dan laut yang terasa rileks di hati. Saya lebih memilih merasakan pasir hangat dan air pantai di kaki.

Ternyata hubungan saya dan laut ada, walau koneksinya tidak terbilang dekat. Meski saya lahir di ibukota, orangtua saya lahir di kepulauan Indonesia sebelah Timur yang kaya akan hasil alam laut, Maluku Utara. Ya, sebagian besar keluarga saya berasal dari sana, namun keluarga dekat pindah ke Ibukota.

Almarhum Bapak saya hidup di dekat laut waktu kecil dan biasa berenang di sana. Terlihat jelas wajah gembiranya menyapa laut saat sekeluarga refreshing ke pantai Anyer. Almarhum Bapak saya kembali ke darat setelah berenang di laut waktu matahari akan tenggelam, sungguh pemandangan tidak biasa, karena yang saya tahu dia lebih suka di rumah saja. Saya baru sadar mungkin almarhum Bapak saya kangen berat main ke laut kala itu, setelah tinggal berpuluh tahun di kota besar.

Read moreTentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

cerita menumbuhkan minat baca si kecil hingga menemukan let's read - sunglow mama

Mengenalkan Buku ke Anak

Membaca adalah salah satu hobby saya beranjak besar, meski awalnya dari buku komik dan novel remaja. Kalau diingat-ingat, koleksi buku saya sampai memenuhi rak buku di dalam lemari. Saya juga suka pelajaran bahasa Indonesia yang membahas novel.

Memasuki masa kuliah, hobby itu terlupakan dan saya beralih ke dunia multimedia. Hingga akhirnya saya punya anak, saya merasa harus mengenalkan buku kepadanya. Pemikiran saya berbeda dengan suami yang lebih suka membelikan mainan padanya. Saya agak khawatir anak saya jadi lebih dominan terpapar layar dari gadget dan handphone.

Saya suka baca-baca artikel tentang parenting, lalu menemukan topik tentang manfaat membacakan buku ke anak. Diantara manfaat membacakan buku ke anak yang masih bayi, yaitu menumbuhkan kedekatan dengan orangtua, memperlihatkan afeksi atau kasih sayang kita pada anak dan mengenalkan kosa kata baru. Nggak cuma itu, ternyata membacakan buku ke anak juga membuat rileks orangtua, lho. Mengetahui beberapa hal ini saya jadi makin ingin mencarikan buku padanya.

Tapi saya lihat di pasaran kok ya sepertinya yang lebih menonjol dengan ilustrasi bagus itu buku-buku impor alias buku berbahasa asing.Belum-belum anak saya lancar berbicara, rasanya berlebihan jika saya membacakan buku berbahasa asing. Takutnya dia nggak mengerti ceritanya dan saya harus dua kali membacakan bukunya: dengan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apalagi, range harga bukunya rata-rata mahal. Padahal sih saya mengerti, ada biaya cetak dan biaya desain ini itu untuk mencetak buku. Ah, tapi lagi-lagi budget yang berbicara.

Read moreCerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

Kiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

stay positive - emeron haircare

Kadang, kepala rasanya mumet saja kalau mikir seabrek kegiatan yang harus dilakukan seharian terutama di masa karantina #dirumahaja ini. Ya mengurus rumah, anak, suami, berjualan online dan blogging. Kalau nggak diiringi berdoa, menetapkan mindset positif dan membuat jadwal, mungkin bakal terasa lebih ‘keluar jalur’.

Sebegitu padatnya sampai ketika baru bangun saya harus merunut apa kegiatan yang paling harus didahulukan biar efektif dan tidak timpang tindih dengan yang lain. Misalnya, saya tidak bisa menyetrika sambil cuci baju. Lalu, saya tidak bisa blogging ketika anak saya bangun, karena butuh ketenangan.

Rasanya banyak yang harus dirampungkan hari ini. Mulai dari bangun, yang ada dipikiran saya bagaimana to-do-list saya dilakukan dengan lancar: laundry baju yang menumpuk, belanja stok sayur, sarapan sendiri dan keluarga, masak, mengurus jualan dan mengurus blog.

Ingat kalau masker kain belum pada dicuci dan ada anjuran #dirumahaja, akhirnya saya memilih belanja sayur via chat Whatsapp dengan si tukang sayur dan belanjaan akan diantarkan. Ini pertama kalinya saya pesan sayur via chat, biasanya saya jalan kaki ke warung sayur. Meskipun memang lebih enak memilih sendiri ya sayur yang mau kita beli, tapi saya ngeri karena tidak memakai masker. Jadi, saya memilih belanja via chat saja. Kebetulan warung sayurnya tidak begitu jauh dari rumah.

Read moreKiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja