Menemukan Aplikasi Canva, Jatuh Cinta Hingga Buat Kelas Sharing-nya

Perjalanan ‘menemukan’ aplikasi Canva buat saya. Bagi yang sudah biasa pakai Canva lama mungkin heran, kok baru gandrung sekarang? Ternyata kalau saya nggak jualan online, mungkin saya ngga akan ketemu sama Canva.

Alhamdulillah, sudah kira-kira 7 bulanan mulai berjualan online lagi. Menjalankan bisnis online nggak cuma pajang produk dan buka lapak aja, tapi harus memikirkan look dari online shop secara keseluruhan. Untuk itu butuh grafis yang bagus.

Selain dari belajar ini-itu soal jualan dan networking, ternyata saya kesulitan mencari aplikasi grafis yang oke dan fleksibel. Yang oke itu maksudnya yang bisa dikreasikan macam-macam, nggak cuma buat nambahin teks atau foto dikasih frame. Yang fleksibel maksudnya bisa digunakan untuk berbagai macam fungsi dan mudah digunakan.

Read moreMenemukan Aplikasi Canva, Jatuh Cinta Hingga Buat Kelas Sharing-nya

Ngomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Baru-baru ini saya melakukan blogwalking dan menemukan sebuah topik yang menarik. Topik yang mungkin banyak orang juga terjebak. Saya jadi teringat bertahun-tahun saya terjebak dalam masalah yang dibahas di blog itu sampai akhirnya saya ‘terpaksa’ harus mendobrak sendiri untuk keluar dari masalah tersebut. Masalahnya adalah comfort zone, atau zona nyaman.

Zona nyaman atau Comfort Zone adalah sebuah situasi atau lingkungan yang sangat nyaman bagi sebuah individu, sehingga walaupun individu itu sebenarnya tidak benar-benar fit atau sesuai lagi dengan zona tersebut menjadi enggan keluar. Enggan disini bisa karena beberapa macam sih. Nah kalau saya sendiri, ada rasa takut dengan resiko keluar dari zona nyaman dan juga terlena karena atmosfir yang membuat saya nyaman disitu. Saya lagi ngomongin terjebak di comfort zone di sebuah pekerjaan yang pernah saya geluti.

Read moreNgomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Kreatif, Ini 10 Kreasi Olahan Kurma Yang Bisa Dicoba Untuk Makanan Berbuka Puasa

9 kreasi olahan kurma untuk berbuka puasa

Wah, sudah masuk bulan puasa, nih. Pastinya ibu-ibu sudah bersiap setiap hari memikirkan menu harian, mau masak apa untuk berbuka puasa atau punya stok makanan penambah stamina. Biasanya ada resep favorit di setiap keluarga. Tapi sudah pasti buah kurma jadi pilihan di bulan puasa.

Bicara tentang makanan khas bulan puasa yang juga berguna untuk daya tahan tubuh kita, nggak aneh kalau kurma tercetus di kepala. Buah yang merupakan favorit Rasulullah ini kaya nutrisi dan kandungannya kebanyakan karbohidrat (terutama gula, seperti sukrosa dan fruktosa).

Kalau ngomongin kurma, saya selalu teringat almarhum Bapak saya yang doyan banget makan kurma tiap buka puasa. Nggak cuma buat berbuka puasa sih, kadang buat cemilan aja. Lahap sekali makannya hingga cepat habis. Dulu saya bingung kenapa ayah saya doyan banget. Namanya juga masih kecil, melihat penampilan buah kurma nggak begitu tergugah ya. Maklum, warnanya yang gelap kalah kinclong dibanding makanan gula atau snack lain yang bentuknya lebih menarik. Sejak lama saya cuma melihat Bapak saya suka makan, akhirnya saya mencoba sendiri. Ternyata kurma itu enak banget. Nggak cuma dari rasa, kegunaannya banyak sekali untuk tubuh. Dan yang paling saya suka, dia awet disimpan di suhu ruangan.

Sejujurnya, kalau bisa saya kepingin selalu punya stok kurma di rumah. Nggak merasa bersalah untuk dimakan kapan saja karena manis tapi sehat dikonsumsi.

Kabarnya, buah berwarna kecoklatan yang asalnya dari Timur ini awalnya dikonsumsi para musafir ketika berdagang. Rasanya yang manis dan awet menjadikan kurma layak dijadikan makanan dalam perjalanan untuk menambah energi.

Selain itu, ini beberapa khasiat Kurma menurut Hellosehat.com :

  • Membersihkan racun di tubuh
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Mencegah anemia
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mencegah resiko diabetes
  • Menangkal radikal bebas
  • Menjaga kesehatan otak
  • Membantu mencukupi kebutuhan cairan
  • Melancarkan persalinan

Diantara berbagai jenis kurma, yang paling populer adalah kurma Ajwa dan Medjool. Kurma Ajwa dikatakan sebagai kurma favorit Nabi, teksturnya lembut dan kering juga rasanya sangat manis. Sedangkan kurma Medjool rasanya kaya, lezat, manis dan teksturnya berserat. Bagus dikonsumsi saat segar dan biasanya matang di awal musim. Selain jenis Ajwa dan Medjool, ada kurma Safawi, Thoory, Khudri, Halawy, Deglet Noor, Dayri Ambera dan Barhi.

Ketika sudah menikah dan melihat resep-resep dr. Zaidul Akbar, ternyata kurma bagus sekali dikonsumsi pagi hari sebagai sarapan. Iya, 7 butir kurma dianggap lebih menyehatkan dibandingkan mengkonsumsi makanan berat seperti bubur ayam. Saya sendiri sih ketika mencoba, nggak bisa kebanyakan makan hingga 7 butir, entah apa jenis kurma yang saya makan manis sekali atau memang perut saya nggak mau. Namun harus saya akui, rasanya lebih enak beraktivitas memakan beberapa butir kurma di pagi hari dibandingkan makan berat sebagai sarapan.

Ternyata ibu-ibu, ada banyak cara menikmati kurma selain dari langsung dimakan. Mungkin ada yang ingin coba resep baru atau mau habiskan stok kurma, bisa dilirik resep-resep dibawah ini. Saya menemukan ada 10 kreasi olahan kurma di Instagram. Ini dia:

Read moreKreatif, Ini 10 Kreasi Olahan Kurma Yang Bisa Dicoba Untuk Makanan Berbuka Puasa

Perjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Lagi-lagi saya menulis menyahut dari topik yang diangkat komunitas blogging. Kali ini topik dari Blogger Perempuan. Bulan ini membahas tentang perjalanan blogging pribadi. Namanya Blogger, ternyata punya perjalanan tersendiri sebelum mulai serius. Hmmm, mulai darimana ya?

Kalau mau diusut ke belakang, pertama kali blogging seingat saya di Multiply (bagi yang nggak tahu, Multiply sudah nggak ada lagi). Lupa tahun berapa. Waktu itu nggak jelas mau nulis apa. Mau curhat tapi jadinya kesana kemari dan berakhir ngegantung, hihihi. Akhirnya gak nulis lagi.

Habis itu kalau gak salah bikin Multiply baru, kali ini fokus untuk pamer foto hasil dari hunting pakai kamera Lomo. Maklum, dulu keikutan jadi anak kekinian Jakarta, beli kamera Lomo tahun 2007 di toko buku aksara pakai duit THR pertama  Kamera pertama aku, namanya Holga. Jadi yang follow dan baca ya anak-anak lomo juga. Tapi nggak gitu terkonsep juga sih, malu-malu dan jaim malah.

Salah satu venue screening Europe on Screen

Karena aku udah cukup lama ngantor dan jenuh, tercetus kepengen bikin blog khusus review film. Kali ini serius banget nih. Pengen fokus sama film-film yang bikin aku terinspirasi. Ngeblognya pakai bahasa inggris dong, padahal bahasa inggris aku sebenarnya nggak sempurna. Kepedean juga setelah aku pikir-pikir, tapi niatnya dong menggebu-gebu 

Read morePerjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Menyelami Kembali Alasan Ngeblog

menyelami kembali alasan ngeblog

Assalamu’alaikum, bagaimana hari-hari pertama puasanya? Alhamdulillah saya masih libur dulu. Untuk kembali ngeblog, entah kenapa beberapa hari ini ada beberapa ‘dinding’ atau barrier dalam diri. Mungkin karena saya disibukkan dengan menyetting website sendiri dan kesibukan hari-hari yang nggak mungkin di-skip. Selain itu, kepala saya terlalu sibuk memikirkan harus ngeblog apa.

Hal ini sedikit ganjil, karena biasanya saya nggak perlu mikir mau ngeblog apaan. Biasanya malah sudah ada beberapa ide, paling tinggal disusun dan dirunutkan. Lalu ditulis. Rasanya saya kebanyakan goal dan minim waktu menulis, malahan ketika sudah ada waktu untuk menulis malah jadi blank.

Sebenarnya diantara kesibukan saya, saya rajin memantengi kelas atau ilmu di live instagram yang disediakan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis atau yang diadakan Ibu Ketuanya, Ibu Widyanti. Disitu saya belajar, khususnya disebutkan oleh Ibu Kinanti WP, bahwa menulis nggak perlu mood. Kenapa, karena kalau ada job mau nggak mau ya menulis aja. Jadi kalau ada waktu menulis dan penulis menyalahkan mood, itu nggak bisa dibenarkan. Mendengar Ibu Widyanti bahkan menciptakan mood sendiri untuk menulis, bikin malu rasanya. Saya merasa tertampar, apalagi kalau mengingat sebelum pindah ke self-hosted website, saya semangat dan merampungi One Day One Post yang diadakan Estrilook. Saya bisa aja setiap hari berpikir mau menulis apa dan bisa saya tulis, walau di hari-hari terakhir agak terseok-seok ya, hahaha.

Read moreMenyelami Kembali Alasan Ngeblog

Kiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

stay positive - emeron haircare

Kadang, kepala rasanya mumet saja kalau mikir seabrek kegiatan yang harus dilakukan seharian terutama di masa karantina #dirumahaja ini. Ya mengurus rumah, anak, suami, berjualan online dan blogging. Kalau nggak diiringi berdoa, menetapkan mindset positif dan membuat jadwal, mungkin bakal terasa lebih ‘keluar jalur’.

Sebegitu padatnya sampai ketika baru bangun saya harus merunut apa kegiatan yang paling harus didahulukan biar efektif dan tidak timpang tindih dengan yang lain. Misalnya, saya tidak bisa menyetrika sambil cuci baju. Lalu, saya tidak bisa blogging ketika anak saya bangun, karena butuh ketenangan.

Rasanya banyak yang harus dirampungkan hari ini. Mulai dari bangun, yang ada dipikiran saya bagaimana to-do-list saya dilakukan dengan lancar: laundry baju yang menumpuk, belanja stok sayur, sarapan sendiri dan keluarga, masak, mengurus jualan dan mengurus blog.

Ingat kalau masker kain belum pada dicuci dan ada anjuran #dirumahaja, akhirnya saya memilih belanja sayur via chat Whatsapp dengan si tukang sayur dan belanjaan akan diantarkan. Ini pertama kalinya saya pesan sayur via chat, biasanya saya jalan kaki ke warung sayur. Meskipun memang lebih enak memilih sendiri ya sayur yang mau kita beli, tapi saya ngeri karena tidak memakai masker. Jadi, saya memilih belanja via chat saja. Kebetulan warung sayurnya tidak begitu jauh dari rumah.

Read moreKiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

Keistimewaan Telur Ceplok dan Kandungannya

Padahal sudah lama saya tahu cerita ini, tapi masih ingat aja. Pernah teman saya cerita, waktu itu dia pulang kampung setelah ambil cuti dari bekerja merantau di Jakarta.

Ibunya yang senang anaknya pulang bertanya, “Kamu mau dimasakin apa?”

Dia jawab, “Telur Ceplok.”

Hah? Telur Ceplok?

*****

Saya suka mikir, jangan-jangan anak saya yang masih 3 tahun ini nanti bakal seperti teman saya. Karena dia cuma doyan telur ceplok dan nasi. Ga pake kecap, ga pake embel-embel lain. Selain taburan garam aja. Udah.

Jangan kira saya nggak berusaha cobain makanan lain ke dia. Meski awalnya dia mau makanan lain (tapi jarang yang dia bahkan mau coba), gak lama pasti dia rekues pengen telur ceplok lagi.

Aktivitas Yang Berubah Saat #DiRumahAja dan Social Distancing

Jadi ini post ODOP ke 31, post terakhir. Sejujurnya otak saya lagi nggak bisa konsen ke satu topik. Mungkin kali ini saya mau cerita kegiatan sehari-hari saya setelah 2 minggu diwajibkan berkegiatan di rumah aja.

Alhamdulillah, sebelum ada wajib social distancing dan #dirumahaja , memang ‘markas’ saya di rumah. Kegiatan sehari-hari mengurus rumah, keluarga dan bekerja juga dari rumah. Keluar untuk belanja kebutuhan dan diluar itu sekali-kali. Jadi hampir miriplah kegiatan sehari-harinya. Tapi menghadapi pandemi ini ada sedikit perubahan dan upgrade ya kualitas sehari-harinya, terutama buat jaga imun tubuh. Ini dia aktivitas sehari-hari saya yang berubah:

Assalamu’alaikum, Sunglow Mama Kini Live + Printables Jadwal Kegiatan Anak

Assalamu’alaikum 🙂 Halo! Alhamdulillah, sudah resmi Sunglow Mama punya rumah sendiri, punya website sendiri, pindah dari www.sunglowmama.wordpress.com. Memang sudah ada keinginan lama untuk pindah ke self-hosted website, dan Alhamdulillah beberapa hari lalu ada dorongan dan motivasi untuk memulai saja.

Semoga rumah baru ini langgeng dan bermanfaat buat yang baca ya.

Motivasi saya ngeblog di Sunglow Mama memang untuk memotivasi ibu-ibu biar keep positive dan menuangkan pikiran-pikiran saya juga. Website ini masih kurang sana-sini, tapi akan semakin baik insya Allah selagi jalan.

Buat ramein blog ini, saya mau bagiin printables Jadwal Kegiatan Anak yang sebelumnya saya buat untuk postingan sebelum disini tapi malah kelupaan di upload. Ibu-ibu tinggal klik image dan save saja 🙂

Share via
Copy link