Tentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Laut dan Saya

Lahir dan besar Ibukota, saya sebelumnya nggak ngeh betapa overrated-nya hidup di kota besar. Jalanan selalu penuh dan padat. Langit hampir selalu kelabu. Udara hampir selalu penuh dengan polusi. Bisingnya suara dimana-mana, karena kepadatan penduduk dan mobil dimana-mana.

Kalau disuruh memilih pergi ke gunung atau pantai, saya selalu memilih ke pantai. Selain saya nggak tertarik dengan mendaki gunung, saya lebih suka menikmati pemandangan pantai dan laut yang terasa rileks di hati. Saya lebih memilih merasakan pasir hangat dan air pantai di kaki.

Ternyata hubungan saya dan laut ada, walau koneksinya tidak terbilang dekat. Meski saya lahir di ibukota, orangtua saya lahir di kepulauan Indonesia sebelah Timur yang kaya akan hasil alam laut, Maluku Utara. Ya, sebagian besar keluarga saya berasal dari sana, namun keluarga dekat pindah ke Ibukota.

Almarhum Bapak saya hidup di dekat laut waktu kecil dan biasa berenang di sana. Terlihat jelas wajah gembiranya menyapa laut saat sekeluarga refreshing ke pantai Anyer. Almarhum Bapak saya kembali ke darat setelah berenang di laut waktu matahari akan tenggelam, sungguh pemandangan tidak biasa, karena yang saya tahu dia lebih suka di rumah saja. Saya baru sadar mungkin almarhum Bapak saya kangen berat main ke laut kala itu, setelah tinggal berpuluh tahun di kota besar.

Read moreTentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Biar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Kira-kira bulan Maret, wabah pandemi virus Corona merebak dan masyarakat diharuskan berkegiatan dari rumah. Kita diharuskan agar tidak keluar rumah kecuali sangat urgent alias sangat butuh. Nah bagi ibu-ibu, kondisi sangat urgent itu berarti mencari stok bahan makanan agar bisa memasak di rumah untuk keluarga selama masa karantina. Yah, sebenarnya sih kita sudah mulai memasuki New Normal ya tetapi tetap harus waspada ada stok makanan di rumah karena nggak pernah tahu jika keadaan selanjutnya seperti apa.

Bagi saya sih, perihal harus stok makanan dinikmati saja ya. Paling jadi lebih terjadwal belanjanya untuk stok beberapa hari. Namun setelah yang saya sadari, nggak cuma harus mikirin menu beberapa hari ke depan untuk merinci harus belanja bahan makanan apa saja. Tapi juga harus tahu bagaimana menyimpan makanan di rumah agar tahan lama. Wah, salah-salah makanan yang harusnya buat stok malah jadi busuk. Malah jadi mubazir dan akhirnya harus belanja keluar rumah lagi. Waaah, sayang kan?

Alhamdulillah, sebenarnya saya ada sedikit pengetahuan soal menyimpan bahan makanan, walau nggak selalu disiplin melakukan food prepping. Ya maklum, punya anak balita aktif yang harus dipantengi jadi tantangan sendiri. Saya nggak terlalu sering jajan keluar rumah, jadinya memang biasa masak di dapur untuk keluarga. Ini ada sebagian cara menyimpannya, buat bahan-bahan yang sering saya gunakan.

Read moreBiar Awet, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan Selama Karantina #DiRumahAja

Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Ramadhan 2020 dan Pandemi

Banyak yang mengeluh atau hati merasa ngeganjel memulai Ramadhan dengan segala keterbatasannya: nggak bisa halal bihalal atau buka puasa bersama, nggak bisa tarawih di masjid, nggak bisa belanja ke pertokoan (ups, kayanya ini buat beberapa orang nggak masalah) dan puncaknya ada larangan untuk mudik.

Semua hal yang terjadi itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan pastinya ada hikmah dibalik semua kejadian. Dulu saya pernah nulis kalau dengan turunnya virus Corona, kita jadi lebih bersih-bersih dan polusi udara berkurang. Sekarang, dengan memasuki bulan Ramadhan, ada lho hal positif yang bisa kita tarik dari turunnya virus Corona ini.

Read moreBiar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Kiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

stay positive - emeron haircare

Kadang, kepala rasanya mumet saja kalau mikir seabrek kegiatan yang harus dilakukan seharian terutama di masa karantina #dirumahaja ini. Ya mengurus rumah, anak, suami, berjualan online dan blogging. Kalau nggak diiringi berdoa, menetapkan mindset positif dan membuat jadwal, mungkin bakal terasa lebih ‘keluar jalur’.

Sebegitu padatnya sampai ketika baru bangun saya harus merunut apa kegiatan yang paling harus didahulukan biar efektif dan tidak timpang tindih dengan yang lain. Misalnya, saya tidak bisa menyetrika sambil cuci baju. Lalu, saya tidak bisa blogging ketika anak saya bangun, karena butuh ketenangan.

Rasanya banyak yang harus dirampungkan hari ini. Mulai dari bangun, yang ada dipikiran saya bagaimana to-do-list saya dilakukan dengan lancar: laundry baju yang menumpuk, belanja stok sayur, sarapan sendiri dan keluarga, masak, mengurus jualan dan mengurus blog.

Ingat kalau masker kain belum pada dicuci dan ada anjuran #dirumahaja, akhirnya saya memilih belanja sayur via chat Whatsapp dengan si tukang sayur dan belanjaan akan diantarkan. Ini pertama kalinya saya pesan sayur via chat, biasanya saya jalan kaki ke warung sayur. Meskipun memang lebih enak memilih sendiri ya sayur yang mau kita beli, tapi saya ngeri karena tidak memakai masker. Jadi, saya memilih belanja via chat saja. Kebetulan warung sayurnya tidak begitu jauh dari rumah.

Read moreKiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

Aktivitas Yang Berubah Saat #DiRumahAja dan Social Distancing

Jadi ini post ODOP ke 31, post terakhir. Sejujurnya otak saya lagi nggak bisa konsen ke satu topik. Mungkin kali ini saya mau cerita kegiatan sehari-hari saya setelah 2 minggu diwajibkan berkegiatan di rumah aja.

Alhamdulillah, sebelum ada wajib social distancing dan #dirumahaja , memang ‘markas’ saya di rumah. Kegiatan sehari-hari mengurus rumah, keluarga dan bekerja juga dari rumah. Keluar untuk belanja kebutuhan dan diluar itu sekali-kali. Jadi hampir miriplah kegiatan sehari-harinya. Tapi menghadapi pandemi ini ada sedikit perubahan dan upgrade ya kualitas sehari-harinya, terutama buat jaga imun tubuh. Ini dia aktivitas sehari-hari saya yang berubah: