Keistimewaan Telur Ceplok dan Kandungannya

Padahal sudah lama saya tahu cerita ini, tapi masih ingat aja. Pernah teman saya cerita, waktu itu dia pulang kampung setelah ambil cuti dari bekerja merantau di Jakarta.

Ibunya yang senang anaknya pulang bertanya, “Kamu mau dimasakin apa?”

Dia jawab, “Telur Ceplok.”

Hah? Telur Ceplok?

*****

Saya suka mikir, jangan-jangan anak saya yang masih 3 tahun ini nanti bakal seperti teman saya. Karena dia cuma doyan telur ceplok dan nasi. Ga pake kecap, ga pake embel-embel lain. Selain taburan garam aja. Udah.

Jangan kira saya nggak berusaha cobain makanan lain ke dia. Meski awalnya dia mau makanan lain (tapi jarang yang dia bahkan mau coba), gak lama pasti dia rekues pengen telur ceplok lagi.