Tentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Laut dan Saya

Lahir dan besar Ibukota, saya sebelumnya nggak ngeh betapa overrated-nya hidup di kota besar. Jalanan selalu penuh dan padat. Langit hampir selalu kelabu. Udara hampir selalu penuh dengan polusi. Bisingnya suara dimana-mana, karena kepadatan penduduk dan mobil dimana-mana.

Kalau disuruh memilih pergi ke gunung atau pantai, saya selalu memilih ke pantai. Selain saya nggak tertarik dengan mendaki gunung, saya lebih suka menikmati pemandangan pantai dan laut yang terasa rileks di hati. Saya lebih memilih merasakan pasir hangat dan air pantai di kaki.

Ternyata hubungan saya dan laut ada, walau koneksinya tidak terbilang dekat. Meski saya lahir di ibukota, orangtua saya lahir di kepulauan Indonesia sebelah Timur yang kaya akan hasil alam laut, Maluku Utara. Ya, sebagian besar keluarga saya berasal dari sana, namun keluarga dekat pindah ke Ibukota.

Almarhum Bapak saya hidup di dekat laut waktu kecil dan biasa berenang di sana. Terlihat jelas wajah gembiranya menyapa laut saat sekeluarga refreshing ke pantai Anyer. Almarhum Bapak saya kembali ke darat setelah berenang di laut waktu matahari akan tenggelam, sungguh pemandangan tidak biasa, karena yang saya tahu dia lebih suka di rumah saja. Saya baru sadar mungkin almarhum Bapak saya kangen berat main ke laut kala itu, setelah tinggal berpuluh tahun di kota besar.

Read moreTentang Laut: Polusi, Relaksasi & Masa Depan

Hikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Hikmah di balik membuat kolak pisang sendiri

Yes, akhirnya saya bisa buat suguhan klasik di bulan puasa, yaitu kolak pisang. Saya berhasil menaklukkan pikiran saya sendiri soal membuat makanan ini. Plus, saya menambahkan topping ekstra khas kampung halaman saya waktu menyantap pisgor baru-baru ini. Penting banget, hehehe. Awalnya gimana ini?

Alhamdulillah, kita sudah sampai di minggu terakhir Ramadhan di tahun 2020. Kalau mengingat awal puasa, rasanya (kalau saya ya) sedikit tertantang. Jadi, biasanya saya selalu kerepotan di bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya memang saya yang anak bungsu ini biasanya selalu tersuguhi makanan sudah jadi di rumah orangtua. Kalau membantu sedikit-sedikit ada, seperti goreng-goreng makanan yang gampang, cetak-cetak adonan kue kering, bikinin teh manis. Tapi me-manage household dan masak semua sendiri? Baru lima tahun ini, setelah menikah tepatnya.

Read moreHikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga