Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Ramadhan 2020 dan Pandemi

Banyak yang mengeluh atau hati merasa ngeganjel memulai Ramadhan dengan segala keterbatasannya: nggak bisa halal bihalal atau buka puasa bersama, nggak bisa tarawih di masjid, nggak bisa belanja ke pertokoan (ups, kayanya ini buat beberapa orang nggak masalah) dan puncaknya ada larangan untuk mudik.

Semua hal yang terjadi itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan pastinya ada hikmah dibalik semua kejadian. Dulu saya pernah nulis kalau dengan turunnya virus Corona, kita jadi lebih bersih-bersih dan polusi udara berkurang. Sekarang, dengan memasuki bulan Ramadhan, ada lho hal positif yang bisa kita tarik dari turunnya virus Corona ini.

Baca Juga: Aktivitas Yang Berubah Saat #DiRumahAja dan Social Distancing

Belajar dari Ramadhan 2020

Alhamdulillah, diriku ini termasuk yang udah (insya Allah) ditatar sebelum masuk masa karantina ini, udah duluan meng-karantinakan diri. Dulu berat sekali, nggak biasa. Tapi setelah dijalani, sebenarnya banyak hal yang bisa ditarik manfaatnya selain dari menjaga kesehatan kita dan kemungkinan tertular virus. Seperti ini misalnya:

  • Skip Halal Bihalal Jadi Hemat dan Terjaga Ibadahnya : Karena satu dan lain hal, saya jadi nggak pernah melakukan halal bihalal dengan teman-teman. Alasan utama dulu karena anak saya masih bayi dan lokasi rumah yang jauh. Alasan lainnya, bingung mau sholat dimana. Mungkin karena udah tua-an plus introvert ya, males mikirin kena macet dan padatnya restoran/pertokoan tempat ketemuan. Sekalinya saya halal bihalal pun di rumah teman. Karena nggak pernah ikutan halal bihalal juga jadi lebih hemat, hihihi. Sebagai tuan rumahpun, nggak ada halal bihalal ini mengurangi waktu kita untuk beres-beres dan persiapan ini-itu, jadi lebih fokus ibadah.
  • Mengurangi Jajan Di Luar Memotivasi Masak Sendiri dan Sambil Belajar Resep Baru : Karena lebih was-was dengan kontak luar, saya (dan juga banyak ibu-ibu lain) jadi lebih memilih masak sendiri untuk buka puasa dan lainnya. Hal ini buat saya sih jadi belajar resep baru, lebih senang lagi kalau rasanya ternyata lebih enak dari jajanan luar.
  • Shalat Tarawih Di Rumah Lebih Tenang : Disadari atau tidak, shalat di masjid menimbulkan kepentingan-kepentingan lain. Misalnya, kepentingan bersosialisasi atau ingin refreshing. Nggak masalah sih, asal niatnya tetap mau ibadah bukan condong ke hal lain. Sedangkan keadaan nggak melulu kondusif. Misalnya, anak masih kecil atau balita dibawa shalat ke masjid nggak semua anteng. Soalnya, jika anak rewel dan menangis itu malah mengganggu ibadah orang lain (ehm, termasuk saya dulu sih jaman berkeluarga). Kalau kamu perempuan, lebih dianjurkan shalat tarawih di rumah.

..Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah kalian larang wanita (dari) hamba Allah pergi ke masjid-masjid Allah, namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”.

Muslim.or.id
  • Nggak Belanja di Pertokoan Jadi Lebih Nggak Boros Waktu dan Energi, Juga Tingkatkan UKM Lain : Kalau saya ingat dulu jaman masih single dan remaja, suka dibawa ibu saya cari baju lebaran di pertokoan. Muter-muter sampai belahan Jakarta jauh nggak ketemu, ketemu bajunya justru di dekat rumah (!!!). Bayangin sebanyak itu waktu dibuang buat beli baju yang mungkin cuma dipakai sekali-kali aja. Lebih baik waktunya dipakai buat bikin kue kering, beberes rumah atau ibadah lain deh. Memang ada faktor JJS atau refreshing ya, tapi kalau kebanyakan boros waktu juga. Sementara udah bisa belanja online sekarang, kita jadi lebih hemat energi dan malah bantu usaha toko online lain. Misalnya ada kendala pembayaran (nggak ada rekening bank), sekarang sudah banyak e-commerce yang memungkinkan bayarnya ke mini market. Kita cuma disunnahkan memakai pakaian terbaik, bukan baju baru.

Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata, “Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Nafi bahwa Ibnu Umar pada dua hari raya mengenakan bajunya yang paling bagus.”

Islam Pos
  • Nggak bisa mudik kembali jadi hemat dan kembali kita lebih memurnikan makna kemenangan di hari idul Fitri : Jujur aja, banyak hal yang buat kita terkecoh dari ibadah kita di bulan Ramadhan. Terkecohnya dari hal-hal duniawi seperti makanan enak, beli baju baru, pulang kampung untuk istirahat/liburan (selain dari melepas rindu dengan keluarga). Padahal makna idul fitri itu hari kemenangan dari sebulan menahan hawa nafsu dan insya Allah menambah takwa. Nggak perlu juga sih beli baju baru, yang penting bajunya bagus dan rapih. Nggak perlu juga makanan berlebihan. Pulang kampung memang sih jadi sebuah tujuan tersendiri, ini tapi lebih ke budaya kita di Indonesia yang ingin merayakan dengan keluarga. Mungkin diturunkannya virus Corona ini untuk ajarkan kita lebih memaknai hari kemenangan ini.
  • Momen Yang Bagus Untuk Bersedekah : banyak yang terdampak dengan wabah Pandemi ini dari sisi ekonomi. Sementara bulan puasa ibadah yang paling disukai Rasul adalah bersedekah. Ini saya rasakan sendiri, walau pemasukan saya nggak sebesar yang lebih berduit, bersedekah terbukti dibalas berlipat.
  • Momen Lebih Dekat Dengan Keluarga : Nggak cuma di bulan puasa, masa karantina buat kita yang tinggal bersama keluarga jadi makin dekat.

Kesimpulan

Rasanya kalau melihat poin-poin di atas, yang jadi kesamaan adalah turunnya Virus Corona ini buat kita umat muslim biar lebih fokus ibadah. Hal-hal diluar itu jadi dieliminasi dulu karena bikin terkecoh. Saya nggak nulis ini buat menggurui siapa aja yang baca, tapi agar kita lebih menerima keadaan sekarang ini dan nggak kesal di dalam hati. Paling nggak, insya Allah, kita semua dijaga kesehatannya. Aamiin.

Bagaimana dengan yang lain? Apa pelajaran yang bisa diambil dari Ramadhan 2020 ini?

22 thoughts on “Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020”

  1. Benar mbak, Ramadhan di tengah pandemi ini rasanya bener” beda, apalagi untuk kami yang merantau dan masih sendiri, jauh dari rumah dan jauh dari keluarga.
    Berupaya untuk tidak berkerumun dalam keramaian, bertahan di rumah ketika mendapat WFH. Lingkungan kos pun cukup sepi, karena beberapa jalan banyak yang ditutup.
    Pelajaran yang didapat yaa kurang lebih sama, tidak banyak jajan keluar, tidak ada agenda buka bersama dengan teman ataupun ke tempat umum. Jadi untuk ibadah dimaksimalkan di rumah.

    Oya, salam kenal mbak 🙂

    Reply
  2. Meski awalnya merasa Ramadan tahun ini bakalan nggak seseru tahun-tahun sebelumnya karena harus di rumah aja, ternyata saya malah lebih menikmati, lo. Jadi lebih fokus ibadah dengan tenang.

    Reply
  3. Saya juga merasa bulan Ramadan ini lebih fokus ibadahnya, karena ga banyak kontak sama orang. Tarawih juga lebih khusyuk (walaupun kangen tarawih di masjid) karena saya jadi imam buat diri sendiri dan harus memperhatikan sendiri bacaan surat-surat pilihan dan jumlah rakaat

    Reply
  4. Banyak hikmah yang kita dapatkan tentunya dari adanya cobaan ini ya Mbak. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang bersabar dan terus bersyukur dalam setiap keadaan.

    Reply
  5. Bener banget mbak. Ramadan 2020 luar biasa. Mengajarkan banyak hal dalam kehidupan pribadi muslim seluruh dunia. Bahkan untuk diri sendiri dan keluarga saya, Ramadan tahun ini justru mjadi momen tak terlupakan. Karena yang lagi mondok bisa sfh. Yang kerja di luar kota bisa wfh. Alhamdulillah bisa kumpul meski dalam banyak keterbatasan. Alhamdulillah ala kulli haal

    Reply
  6. banyak banget mba yang bisa diambil dari ramadan tahun ini. intinya jadi memahami arti kerbersamaan dengan keluarga sih. lebih bersabar dan menjadi manusia yang enggak mudah baperan hehe. makasih sharingnya ya mba.

    Reply
  7. Masya Allah… benar ya mbak, memang Ramadhan ini terasa lebih khusyuk di jalani karena bisa lebih fokus. Bisa sahur dan buka bareng suami juga karena WFH. Memang kalau mau melihat dari sisi positif, insya Allah akan selalu ada hal yang baik ya walaupun di tengah kondisi kayak gini.

    Reply

Leave a Comment

Share via
Copy link