Tentang Saya, Blog Sunglow Mama dan Mamah Gajah

Sunglow Mama mamah Gajah.jpg

Tentang Saya, Blog Sunglow Mama dan Mamah Gajah – Rasa-rasanya saya sudah beberapa kali ngomongin tentang blog Sunglow Mama. Adakah yang mau baca sedikit lagi tentang topik ini? Tak apa, karena kali ini dikombinasikan dengan karakter saya. Demi menaklukkan Tantangan Mamah Gajah Ngeblog bulan Januari 2022.

Karakter Saya dan Blog Sunglow Mama

Histori Nama Sunglow Mama

Pada dasarnya saya kepengen menulis yang memotivasi dan membantu orang, dari sisi internal atau batin. Saya memilih nama ‘Sunglow’ misalnya, dari satu nama dari warna kuning. Karena kuning biasanya mencerahkan. 

Nama ‘Sunglow’ awalnya tidak dari embel-embel kata Mama. Blog yang saya buat pakai kata ‘Sunglow’ pertama kali dibuat karena bosan menulis di blog satunya. Namun setelah jadi Ibu, saya buat blog lagi dengan nama ‘Sunglow Mama’. 

Kebiasaan Spontan Ngeblog

Sampai sekarang saya belum pernah mem-planning tulisan rapi hingga per minggu atau per hari misalnya. Selalu per post, karena saya selalu menulis secara spontan apa yang mau ditulis. Kadang inspirasi datang begitu mendadak. Ini ada hubungannya juga dengan jadwal keseharian yang tak bisa ditebak. 

Pengen juga menulis direncanakan menggunakan blog planner. Doakan lancar mau buat blog planner untuk pengunjung blog ini juga. 

Plan Ngeblog ke Depan

Saya ingin blog lebih fokus ke niche dan tidak gado-gado. Rasanya lebih oke dan terarah jika blog hanya fokus ke satu atau dua niche saja. Saya bilang kepengen, semoga terlaksana. 

Titel Mamah Gajah

Sesuai dengan tema bulan Januari, saya juga mau bahas titel Mamah Gajah. Dalam membentuk pribadi, saya nggak begitu terpengaruh dengan titel Mamah alumni. Semua berjalan biasa saja, karena most of the time saya cuma Ibu Rumah Tangga

Baru kalau buka FB Group ITB Motherhood dan buka WAG teman-teman sefakultas, saya teringat sedikit titel ini. Maklum mungkin karena saya cuma menghabiskan 4 tahun di kampus gajah, tidak melanjutkan S2 dan seterusnya. Kalau keinginan sih ada saja ya melanjutkan, tapi I don’t know where it would lead me karena si kecil lagi butuh kehadiran saya.  

Kelebihan Jadi Mamah Gajah

Mungkin menjadi Mamah Gajah mendapatkan image tertentu, terpandang dan sebagainya. Tapi semua balik lagi ke berbaurnya kita ke masyarakat. It doesn’t really matter that much, buat saya.

The only privilege menjadi Mamah Gajah menurut saya adalah network dan pertemanan. Saya beruntung masih keep in touch dengan teman-teman sekampus, besties dan sahabat yang suka mengingatkan jika ada yang salah. Ada pula yang hadir ketika lagi di posisi bawah.

Memulai MGN itupun juga pasti ada campur tangan-Nya, karena nggak pernah sama sekali saya agendakan. Saya senang berkumpul dengan mamah-mamah se-hobby karena punya bond. Lintas jurusan dan angkatan, semua hobby-nya sama.  

Saya juga senang dengan info-info dan dukungan dari grup FBG ITB Motherhood, karena semua dari niat baik dan luhur. Saya suka grup ini karena merupakan lingkungan komunitas yang positif. 

Kekurangan jadi Mamah Gajah? Mungkin ada standar tertentu dari orang-orang. Ada yang berpikir ‘harusnya’ punya karir dan jabatan tertentu. Truthfully, teman-teman sekampus saya banyak yang memilih menjadi Ibu Rumah Tangga and feel fulfilled with it. Lebih banyak lagi yang karirnya berbeda dengan jurusan yang diambil. Itulah, hidup orang nggak ada yang tahu.

Mungkin ada yang terjebak dengan stigma ini dan mungkin ada yang punya jabatan juga sukses. Satu hal yang saya pelajari, every mom nggak bisa benar-benar lepas dari tanggung jawab sebagai Ibu. Ada yang bisa meng-handle karir dan ada yang sudah cukup jadi IRT. And it’s nobody’s business. Termasuk siapapun yang ngomongin. Karena kalau si Mamah Gajah bahagia, kenapa jadi orang lain yang repot?

Penutup

Whatever titel yang kita punya, yang penting di masa sekarang bahagia lahir batin. Di umur saya sekarang (yang masih belia ini, hehehe), dalam berhubungan dengan orang yang dilihat cuma dua; adab dan karakter. Begitulah sedikit tentang saya, Blog Sunglow Mama dan Mamah Gajah. Bagaimana pendapatmu?

*Update : Artikel ini terpilih mendapatkan badge Paling Enak Dibaca – Tantangan Mamah Gajah Ngeblog Januari 2022

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

This Post Has 9 Comments

  1. Risna

    Sekarang ini tiap liat gambar bunga matahari, aku ingat blog sunglow, mudah-mudahan bisa tetap menjadi pribadi yang mencerahkan di manapun berada, bukan hanya melalui tulisan di blog tapi juga di kehidupan sehari-hari dalam keluarga dan masyarakat.

    1. Sri Nurilla

      Ehehehe kok sama ya. Bunga matajari mengingatkanku ke blog Sunglow, dan jadi ingat Mamah Andina.

      Baguss namanya. 🙂

      Aamiiin aamiiin. Ikut mengaminkan harapan Risna untuk Andina. 🙂

  2. DIP

    Sebelum masuk MGN, dan lalu ikutan FBG ITB MH, aku sendiri jarang sekali bergaul dengan sesama manusia gajah hihihihi. Selain keluarga langsung dan beberapa keluarga perantau di sini. Sempat ada pikiran juga sih aku ini ‘cuma’ IRT. Eh pas masuk MGN, ternyata banyak IRT2 lainnya. Pas liat ITB MH, buanyak amat yang ambil jalur yang sama

    Ya ternyata emang keputusan untuk jadi IRT itu buat seorang Mamah Gajah gak kontroversial banget karena at the end, gak sendirian mengerjakannya. Setiap orang punya alasan sendiri sih kenapa dia memilih menjadi apa. Yang penting kerjakan yang terbaik, berguna bagi sesama, Amin.

    Sukses terus teh sama Sunglow Mama-nya, semoga 2022 terwujud segala keinginan dan rencana untuk memajukan blog-nya

  3. Sri Nurilla

    *saya, saya (sambil angkat tangan)

    Mamah gajah yang memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, dan alhamdulillah puji syukur I also feel the same way as u and your friends do, fulfilled. 🙂

  4. Mutiara

    Satu lagi privilege jadi mamah gajah: bisa join FBG ITB Motherhood . Soalnya temenku yang alumni kampus lain bilang ga ada support group khusus buat para mamah sesama alumni kampusnya.

    Support group seperti ini penting supaya kita merasa ga sendirian dalam menjalani apa pun pilihan kita setelah lulus. Jadi, pesan moralnya, masuk ITB dulu supaya bisa masuk ITBMhn dan MGN .

  5. Aiti

    Paling suka sama kata-kata “Karena kalau si mamah gajah bahagia, kenapa jadi orang lain yang repot?’ ❤
    Semangatt terus tehh dan mamah gajah semuanyaaa!

  6. May

    Ingat Mamah Andina ingat Mamah Gajah Ngeblog. Sekali lagi terimakasih sudah melahirkan MGN ya Andina

  7. Restu Eka

    Kalau buat aku jadi mamah gajah itu bukan titlenya sih yang penting. Tapi kesempatan, wawasan, dan koneksi memang. Pernah dicurhatin teman SMA yang bilang nyesel nggak nekad kuliah keluar Semarang, ke Perguruan Tinggi yang lebih nasional, alias mahasiswanya dari seluruh penjuru Indonesia, karena dia merasa hidup dia terkungkung di satu kota saja. Anyway keep being an inspiration ya teh.

  8. Selalu suka sama blog Andina yang cantik dan rapi. Mampir sini langsung jadi ingat perlu belajar buat bikin konten planner biar isi blog bisa lebih tertata lagi.

Leave a Reply