Membuat Konten Video Like A Pro Dengan ASUS ProArt Station D940MX

Membuat Konten Video Like A Pro Dengan ASUS ProArt Station D940MX

Write it. Shoot it. Publish it. Crochet it, sauté it, whatever. MAKE.”

Joss Whedon

Sebuah kalimat motivasi untuk berkarya yang saya temukan yang terasa relevan saat ini. Kalimat ini bisa berlaku untuk siapa saja, termasuk ibu-ibu seperti saya.

Begitu kita jadi ibu, otomatis ada seabrek aktivitas dan tanggung jawab yang ditanggung. Seorang ibu punya tugas mengurus keluarganya. Seringnya, hasrat berkarya Ibu dikesampingkan. Namun sebuah ia tak lantas hilang. Keinginan berkarya masih ada, di sudut hati, di sebuah spot dalam batin. Menunggu untuk direalisasikan.

Menurut saya berkarya ketika telah menjadi ibu adalah sebuah seni tersendiri, karena harus pandai-pandai mengatur waktu dan energi agar semua terlaksana dan berlangsung harmonis.

Background Berkarya Kini

Sebelum break untuk mengurus bayi dan menikah, saya menghabiskan sebagian besar umur 20an saya mengedit video untuk kebutuhan program TV. Di sela-sela bekerja saya membuat blog khusus review film. Di blog ini saya sedikit menyalurkan kesukaan tentang dunia sinematografi.

Di tahun 2020, saya mulai ngeblog lagi. Di titik ini, ternyata begitu banyak ranah berkarya yang bisa digeluti. Sedikit-sedikit saya mencoba menjadi influencer. Sesekali saya membuat klip untuk teaser artikel dengan sebuah website konten video. Bulan Desember 2020, saya mencoba-coba membuat konten video sendiri di kanal Youtube.

Perjalanan menuju ke titik ini ada di penjelasan di bawah ini, yuk disimak:

Larisnya Youtube

Begitu banyak orang yang mengakses social media per harinya. Menurut data Hootsuite Januari 2020, per harinya orang menghabiskan kira-kira 3 jam lebih mengakses media sosial.

Menurut riset Januari 2020 dari Similarweb, Youtube menjadi situs kedua terbanyak yang dibuka orang tiap hari di dunia maya setelah Google. Ini sangat wajar terjadi terutama di tahun 2020, dimana orang-orang diharuskan di karantina di rumah. Selain untuk keperluan PJJ, orang-orang mengakses dunia maya untuk hiburan dan juga untuk mendapatkan informasi baru.

Youtube situs nomor 2 terbanyak dikunjungi netizen Indonesia, data Januari 2020. Sumber: similarweb
Hasil riset menunjukkan orang Indonesia paling sering mengakses Youtube setelah Google

Jangankan masyarakat umum, saat masa karantina banyak artis di tanah air membuat channel Youtube. Kenapa? Karena potensi mendapatkan cuan yang besar dan safety membuat konten pribadi dari rumah. Membuat konten Youtube jadi bisnis digital yang bagus.

Sayapun jadi ingat narasumber dari webinar komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, Pak Muhammad Firman, Head of Public Relations dari ASUS juga pernah membagikan fakta bahwa brand menganggap influencer yang punya konten video memiliki nilai plus. Kenapa? Lagi-lagi karena statistik menunjukkan, audiens Youtube itu besar.

Usulan Jadi Youtuber

Salah satu Youtuber di tanah air yang sukses adalah teman saya, sebut saja I, dengan tekun membuat channel memasak di platform Youtube setiap minggunya. Ia membuat video resep baru per minggu, karena jika lebih dari itu akan mengurangi waktunya mengurus keluarga. Kini channel memasaknya telah memiliki lebih dari 300.000 subscriber.

I mengedit sendiri semua konten videonya, di sela-sela kesibukannya sebagai ibu.  

Suatu hari saya berinisiatif memberikan masukan soal editing video padanya. Di luar pengetahuan saya, I ternyata sudah melakukan self-learn alias belajar otodidak mengedit video dengan cepat. 

“Kamu bikin channel youtube aja, Ndin. Kan kamu ngerti soal hal-hal kaya gini (mengedit).” I memberikan usulan.

Saat itu saya cuma tertawa mendengar usulannya. Saya tidak menganggapnya serius. Maklum, mindset saya saat itu adalah berjualan online, sebuah fase lain dalam hidup saya.

screenshot software editing jaman kerja, menggunakan Avid Media Composer
Pemandangan desktop editing jaman kerja kantoran, memakai Avid Media Composer

Di lain waktu, saudara dekat saya yang baru melahirkan tiba-tiba terlihat lebih ‘hidup’ dari biasanya. Kenapa? Ternyata ia menemukan passion baru: membuat konten Youtube. 

Hobby barunya adalah mendokumentasikan anak-anaknya bermain dan mencoba snack anak untuk kemudian diunggah di channel Youtube-nya. Ternyata, ia mengaku jenuh dengan pekerjaannya setelah bekerja selama bertahun-tahun.

Ia pun mengusulkan, “Bikin aja juga, Ndin. Kamu kan bisa ngedit.”

Mendengar usulannya ketika itu, saya di posisi membuka kemungkinan apa saja dalam berkreasi, selama saya masih bisa berkarya dari rumah dan dekat dengan keluarga.

Melihat kepopuleran Youtube dan peluangnya membuat saya jadi tertarik. Lagipula, ini kesempatan saya melanjutkan berkarya di bidang video making.

Membuat Konten Youtube Sendiri dan Bergabung Komunitas Youtuber

Akhirnya saya membuat channel Youtube bernama sama dengan blog ini. Membuat konten Youtube sendiri sebenarnya sangat menyenangkan. Kita bebas mengelola isinya, niche dan perintilannya. Saya juga bisa syuting kapan saja sesuai waktu lowong saya. 

Pada dasarnya saya seorang yang private, sehingga saya memilih membuat konten tutorial. Tepatnya, membuat mainan Do-It-Yourself untuk anak. Konsepnya sejalan dengan blog saya, yang topiknya mengenai dunia ibu kreatif.

Saya mengambil gambar tahap per tahap dengan kamera handphone dari pembuatan mainan DIY tersebut, bahkan membuat grafis sub-bagian agar pengunjung lebih memahami isi video.

Harapan saya buat video ini sebenarnya hanya untuk berbagi dan juga mendapatkan pengalamannya. Saya akui sensasinya berbeda dibanding membuat konten still atau diam seperti konten untuk instagram feed atau menulis di blog.

Saya pun ikutan beberapa komunitas saling support Youtuber, dimana aktivitasnya saling mengunjungi dan komentar video Youtube anggota lain. Mirip dengan aktivitas blogwalking terjadwal, tapi dengan channel Youtube. Menyenangkan sekali punya grup lingkaran dan networking baru khusus untuk Youtuber.

Analisa Kesalahan Youtuber Baru

Ada Youtuber dengan konten ‘gelondongan’ saja alias video ‘tanpa banyak mikir’ yang nonton bisa jutaan views. Isinya cuma syuting sederhana dengan peralatan sederhana dan penerangan pas-pasan. Sebenarnya hal-hal seperti ini bisa dimaksimalkan produksi videonya. Sayang bukan jika isi konten bagus, tapi penggarapannya tidak full performa?

Mungkin banyaknya audiens yang menonton video a la kadarnya ini ada faktor keberuntungan juga. Mungkin juga saya juga yang terlalu ribet berpikir bahwa membuat konten video harus menyiapkan ini-itu. Terlalu lama persiapan, bisa-bisa nggak jadi eksekusi. Tapi saya tidak bisa abai dengan wawasan dengan yang saya tahu.

Bergabung di komunitas support membuat saya belajar bahwa Youtuber pun ada kelas-kelasnya. Ada yang newbie banget alias polos videonya tanpa embel-embel macam-macam, ada yang amatir tapi idenya mantul, dan ada yang expert dan sangat terkonsep. 

Saya menyimpulkan kesalahan-kesalahan Youtuber baru di poin-poin ini:

  1. Kurang Referensi alias kurang memperbanyak tontonan yang bisa jadi acuan
  2. Tidak pakai format yang sesuai platform, mengemas tontonan tidak sesuai dengan format yang seharusnya. Misalnya: format Youtube memakai rekaman portrait atau memanjang
  3. Suara tidak di-mixing lagi agar pas di telinga audience/terlalu kencang/terlalu kecil
  4. Tidak terkonsep
  5. Kurang penerangan alias gelap
  6. Deskripsi blank atau tidak lengkap, karena kadang di video kurang terjelaskan situasi dan kondisinya dan kelengkapan segala sesuatunya

Yah, setelah saya telaah lagi, analisa saya ini semua sebenarnya terbilang teknis saja. Saya masih kurang bisa memahami sebaiknya membuat konten seperti apa yang oke biar tepat sasaran.

Membuat Konten Yang Baik & Memahami Digital Marketing

Tools Dalam Melakukan Riset

Dari webinar Digital Marketing with ASUS DT/AIO yang diadakan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis tanggal 29 November 2020 lalu, saya mendapatkan beberapa insight mengenai menjalankan bisnis digital.

Salah satunya adalah riset. Menurut narasumber Heri Ardin, founder Socialselling.id, alat riset yang sering dipakai untuk riset adalah Keyword Planner, Google Trends dan Tools Keyword seperti SEMRUSH dan UberSuggest.

Selain itu, kita harus lebih teliti lagi dalam memilih keyword di mesin tools ini, mana yang lebih populer dicari banyak orang.

Webinar ASUS dan IIDN bertemakan "Digital Marketing With ASUS DT/AIO" dengan narasumber Riandanu Madi Utomo (Technical PR ASUS Indonesia) dan Heri Ardin, Founder Socialselling.id
Webinar ASUS dan IIDN bertemakan “Digital Marketing With ASUS DT/AIO” dengan narasumber Riandanu Madi Utomo (Technical PR ASUS Indonesia) dan Heri Ardin, Founder Socialselling.id

Bapak Heri juga membahas tentang apa itu content creator, yang erat dengan membuat content marketing. Definisi content marketing sendiri adalah teknik pemasaran untuk membuat dan mendistribusikan konten yang relevan, berharga, untuk menarik, memperoleh dan melibatkan target pemirsa yang didefinisikan dengan jelas dan dipahami, dengan tujuan mendorong tindakan pelanggan yang menguntungkan. 

Fungsi Utama Content Marketing

1. Membangun Awareness

2. Membangun Hubungan (Deepen Relationship)

3. Membangun Kepercayaan

Sebuah konten juga sebaiknya memiliki unsur engagement, kepercayaan dan target pemirsa sehingga menghasilkan brand yang berpengaruh.

Content marketing tidak melakukan direct selling alias penjualan langsung, Pak Heri menekankan. Lalu, sebuah konten juga tidak melulu membicarakan tentang brand/produk. Ada sweet spot diantara apa yang ditawarkan brand dan apa yang dibutuhkan audiens.

konten informatif, menghibur, responsif adalah konten yang dibutuhkan untuk audiens

Tipe Konten Yang Dibutuhkan Audiens

Konten bagaimana sih yang dicari orang-orang? Pak Heri menjelaskan berbagai tipe konten yang dibutuhkan audiens yaitu :

1. Konten Yang Informatif

Up to Date, Sesuai fakta, bermanfaat, tidak banyak orang tahu, dan mudah dipahami

2. Konten Yang Menghibur

Dekat dengan audiens, lucu/menggelitik, membuat penasaran dan interaktif

3. Konten Yang Responsif

Cepat menjawab pertanyaan audiens, cepat memberikan solusi dan komunikatif

Ada banyak ilmu mengenai bisnis digital di webinar ini yang akan sangat panjang jika dijelaskan. Penting untuk diserap oleh para content creator, termasuk Youtuber.

Berdasarkan webinar ini, insya Allah video tutorial yang telah saya buat sudah mengandung konten informatif dan menghibur. Juga sudah berisi content marketing.

Memproduksi Konten Video

Saya akui setelah sekali membuat sendiri video dan mengunggahnya, saya jadi bersemangat membuat video berikutnya. Namun penggarapannya yang harus diperhatikan.

Membahas isi dari sebuah konten, hal yang harus dipikirkan selanjutnya adalah hal teknis mengenai penggarapannya. Kalau mau bikin konten video like a pro, maka pembuatannya juga harus serius.

Selanjutnya, apa saja yang harus dipersiapkan untuk membuat video yang baik? Ini poin-poin singkat yang saya simpulkan sendiri dari pengalaman bekerja di dunia broadcast danreferensi.

Tahap Pra-Produksi

Menentukan Niche

Sama dengan membuat blog, menjadi Youtuber juga harus menentukan topik dan target audiens, agar lebih mudah dalam memproduksinya. Lebih baik memilih niche dari bidang yang kita suka, karena biasanya kita lebih menguasai ilmunya.

Brainstorm Ide

Menggali dan mencari ide membuat konten yang pas dengan niche dan tujuan kita, disesuaikan dengan branding. Cara mencari ide bisa dari kehidupan sehari-hari atau mencari referensi di berbagai tempat.

Menulis Skenario / Scriptwriting

Setelah menemukan ide produksi atau membuat konten, maka tahap berikutnya menulis skenario/naskah atau scriptwriting. Di bagian ini juga bisa dimasukkan tahap membuat storyboard atau gambaran per scene-nya.

Buat Rundown

Saat jadi video editor dulu, hampir tidak pernah saya bekerja tanpa timeline sheet atau rencana rincian program tayangan (biasa disebut rundown program). Jika konten video lebih rumit, ada rundown ini jadi membantu mengetahui bagian-bagian dalam tayangan sekaligus visualnya.

Persiapan Alat Produksi

Alat Perekam Yang Berkualitas Baik Seperti Kamera Atau Handphone Berkualitas HD atau lebih

Alat Support Rekam Seperti Tripod, Lampu, Properti dan Microphone

Tahap Produksi

Latihan

Tahap latihan ini untuk produksi video yang membutuhkan adegan atau dialog, untuk meminimalisir kesalahan atau kekakuan saat syuting. Ini juga agar proses produksi tidak terpatah-patah karena ketidaksempurnaan elemen.

Proses Produksi

Proses pembuatan konten sepert syuting atau mungkin pembuatan grafis dan lain-lain. Ini tahapan krusial karena jika produksinya tidak dibuat dengan baik, maka proses selanjutnya bisa jadi harus bekerja keras menambah yang kurang-kurang.

Tahap Paska Produksi

Editing

Proses memadukan semua elemen konten jadi satu kesatuan sehingga tersinkronisasi menjadi tayangan yang layak tonton. Proses editing sering diibaratkan ‘memasak’, karena seperti mencampurkan semua bahan-bahan seperti video, musik, rekaman suara dan grafis menjadi satu.

Di editing juga ada proses mixing audio, yaitu proses memastikan dan mengatur semua suara atau musik di dalam konten/tayangan dalam taraf baik sehingga layak didengar telinga manusia sewajarnya.

Preview Konten

Setelah semua editing dan mixing audio rapih dan oke, ada baiknya mereview ulang semua tayangan/konten dan memastikan apa sudah pas dan layak mengudara.

Membuat Konten Video Like A Pro Dengan ASUS ProArt Station D940MX

ASUS desktop all in one - proart d9 powered for professional
ASUS Desktop All-In-One, Asus ProArt Station D940MX diisi komponen yang dikhususkan para profesional di bidangnya

Mengetahui bahwa saya akan kembali ke aktivitas editing, saya merasa harus punya hardware editing yang sesuai. Mengingat bahwa proses editing bukan proses yang harus disepelekan atau dianggap mudah, karena harus di-support dengan alat yang kuat dan tangguh.

Ya, saya punya minim toleransi terhadap komputer yang lemot atau terbata-bata, karena saya butuh efisiensi energi dan waktu dalam aktivitas hari-hari saya sebagai housewife/pembuat konten, khususnya kali ini konten video.

Di webinar Digital Marketing ASUS saya mengetahui bahwa ada line up komputer yang dibuat ASUS khusus untuk para content creator yang dinamakan ProArt. Patut disaluti bahwa ASUS memperhatikan demand masa kini, yakni profesi pembuat konten profesional.

Jajaran produk ProArt ASUS ini ditujukan untuk kebutuhan para profesional dan kreatif di bidangnya, seperti animator, grafis, editor video, arsitektur, fotografer dan desainer produk.

ProArt series ini telah memiliki sertifikat ISV yang berarti dapat menjalankan software kelas pro seperti Adobe dan Autodesk. Ia juga berarti sudah masuk kriteria perangkat yang layaknya sebuah workstation, punya performa tinggi dan dapat diandalkan.

Fitur-Fitur Keunggulan ASUS ProArt Station D940MX

Setelah berbinar-binar naksir dengan ASUS AIO V241F karena desain cantiknya, ternyata ASUS ProArt Station D940MX lebih menarik perhatian saya. Mengetahui bahwa D940MX ternyata termasuk produk commercial, saya jadi makin tertarik dengan isi komponennya.

Iya, diantara produk-produk ProArt yang didominasi laptop seperti ASUS ProArt Studiobook, hadir mini PC ini yang justru terlihat berbeda sendiri. Maklum, karena profesi utama saya housewife dan aktivitas yang lebih sering di rumah, menggunakan laptop sebenarnya kurang begitu pas. Lebih cocok PC, atau tepatnya mini-PC yang desainnya compact ini.

Ini dia fitur-fitur keunggulan ASUS ProArt Station D940MX:

asus proart station d940mx review
Design highlight ASUS D940MX

Mini PC All-In-One

Sepaket dalam mini PC ini berisi komponen-komponen pendukung kerja content creator profesional yang telah diuji kestabilan, akurasi gambar serta grafis dan ketahanannya. Contohnya opsi processor hingga Intel Core™ i9-9900 dan kartu grafis hingga NVIDIA Quadro RTX4000.

Kartu Grafis Berkemampuan Profesional

Kualitas NVIDIA Quadro RTX4000 ditujukan mereka yang butuh komputer berkelas work station dan opsi GPU GeForce NVIDIA RTX 2060 yang juga dihadirkan D940MX ditujukan untuk para gamer. Kedua tipe NVIDIA ini telah dibekali turing architecture, yang berarti dapat melakukan real-time ray tracing, memakai AI Augmented dan aplikasinya, mampu menciptakan visual yang kaya dan kompleks dengan performa yang cepat.

Desain Mini dan Elegan

Saya suka bentuk mungil ProArt D940MX ini karena berarti tidak banyak butuh ruang, tak perlu space segede gaban seperti workstation pada umumnya.

Desainnya futuristik dengan motif bergaris dan berbentuk asimetris. Ternyata ASUS bisa mengemasnya demikian karena menaruh power supply di luar PC dengan adapter. Volume PC dengan dual-side motherboard ini kira-kira 8 liter, hampir setengah lebih kecil dari kebanyakan PC Desktop. 

Pendingin Suhu

PC compact cenderung memiliki sistem pendinginan yg kurang baik. Namun kekhawatiran akan PC jadi panas karena komponen-komponen berdekatan jadi hilang. Ada sistem desain multi-zone agar aliran panas udara dari CPU ke GPU tidak bertabrakan. Ia memiliki fitur pendingin vapor chamber yang membantu menyerap panas.

Smart LED indicator - proart station d940mx features
Indikator lampu yang intuitif, teknologi D940MX yang canggih

Smart LED Indicator

Hal lain yang saya suka adalah adanya lampu indikator barometer penggunaan CPU yang dapat berubah-ubah. Jika berwarna putih, berarti penggunaannya kurang dari 90%. Jika berwarna biru, berarti penggunaannya lebih besar jadi 90%. Terakhir, jika sedang dalam mode hibernasi maka pijar lampu memudar. Ini sentuhan kecil yg sangat intuitif. Ck ck, tak perlu menyenggol mouse segala untuk lihat status si PC.

Pemakaian PC Yang Minim Suara

Sekilas terdengar sepele, tapi tingkat kebisingan mesin PC juga dapat membantu performa kerja kita. Si ProArt D940MX dalam keadaan diam tingkat suaranya 19Db hingga full load atau dalam performa maksimal suaranya kurang dari 37Db.

Koneksi-Ultra Cepat

Ada dua buah port Thunderbolt di bagian depan, 4 port USB dan 3 jack audio di bagian belakang PC. Ini berarti ada kemudahan dan kecepatan dalam mentransfer file, yang penting kalau file video yang kita punya ukurannya besar. Ia juga telah dibekali dengan Wi-fi 6, yang berarti dalam berkegiatan di dunia maya menjadi kencang.

Fitur Asus Desktop Proart Station D9 - Ultrafast Thunderbolt, faster data transmission
Transfer data super kencang dengan ultrafast thunderbolt

Slot Custom Upgrade

Ada opsi untuk membuat performa semakin canggih, si Compact ini memiliki custom slot upgrade. Dari kartu grafis NVIDIA Quadro P1000 series hingga up to Quadro RTX4000, opsi dual storage dengan sebuah slot m2 PCIe gen 3 x4 dan sebuah slot SATA 2.5-inch. Si D940MX ini juga memiliki cover yang dapat dilepas sehingga mudah dalam melakukan upgrade dan maintenance atau perawatan.

Teruji Tes Ketahanan Militer

Kecil-kecil teruji kuat, ternyata si mini PC telah diuji dalam berbagai kemungkinan situasi non-ideal. Rincian per tesnya seperti ini:

  • Vibration Test : teruji tahan 5 hingga 500 Hz vibrasi dari segala arah dalam sejam
  • Shock Test : tahan 6 harsh shock pada kecepatan 150g/ 2,5 milisecond
  • Operation Humidity Test : terbukti tahan pada kelembapan 85% di 40 derajat selama 24 jam
  • Non-operation Humidity Test : terbukti tahan pada kelembapan 95% di 60 derajat selama 24 jam
  • High and Low Temperature Test : tahan pada suhu 50 dan 0 derajat dalam keadaan menyala selama 20 jam dan
  • Thermal shock test : tahan perubahan suhu drastis dari -10 derajat hingga 50 derajat Celcius
  • Cold storage test : tahan suhu minus 40 derajat selama 48 jam dengan beberapa catatan
  • Package drop test : tahan dijatuhkan dari ketinggian 76cm selama sepuluh kali dari semua arah
  • Package Vibration test: tahan 5 hingga 200 Hz selama 30 menit
  • Damp heat storage test: tahan kelembapan 95% di suhu 60 derajat selama 72 jam

Jaminan dan Servis

Nah ini hal yang menurut saya membuat produk mini tapi garang ini jadi worth buying. Ini jaminan dan servis yang didapatkan jika membeli si produk:

  • 24 Jam Support dari ahli hardware dan software
  • Servis Onsite : teknisi ASUS datang ke tempat sehingga kita tak perlu meninggalkan bisnis kita
  • Aplikasi MyASUS : kita dapat menggunakan aplikasi MyASUS untuk berhubungan dengan customer service untuk tahu status perbaikan produk kita, mendapatkan manual dan mengakses instruksi produk
  • Garansi internasional 3 tahun tanpa charge dan tanpa biaya ‘tersembunyi’, tersedia di 50 negara
  • Servis Perpanjangan Garansi : User dapat memperpanjang garansi sesuai waktu yang dibutuhkan
  • Pick up dan return service untuk bisnis : kemudahan dalam servis langsung ke rumah untuk mengangkut, memperbaiki dan mengembalikan hardware yang di-support.
  • Servis Respon Cepat Hari Berikutnya (next business day onsite service) : servis cepat bagi pemilik bisnis yang ingin meminimalisir resiko dalam usahanya ketika memiliki masalah teknis
  • Servis Accidental Damage Protection untuk kasus kerusakan pada PC yang tidak disengaja.
  • Defective HDD Retention : membuat user menahan hard drive yang mengalami malfungsi ketika drive yang bermasalah diganti

Dengan melihat fitur-fitur dari ProArt Station D940MX ini, rasanya kurang OK kalau cuma buat konten setengah-setengah. Malu sama si mini-PC yang canggih ini. Insya Allah, saya jadi bisa berkarya dengan kecepatan penuh.

Tabel Spesifikasi dan Harga ASUS ProArt Station D940MX

CPUIntel® Core™ i9-9900 Processor, 3.6 GHz (16M Cache, up to 5.0 GHz) Intel® Core™ i7-9700 Processor, 3.6 GHz (12M Cache, up to 4.9 GHz)
Sistem OperasiWindows 10 Pro
MemoriDDR4 16 GB
Media Penyimpanan1TB M.2 PCIe® SSD 256GB M.2 PCIe® SSD + 1TB HDD 1TB HDD
GrafisNVIDIA® Quadro® RTX4000 NVIDIA® Quadro® P1000 NVIDIA® GeForce® RTX 2060
I/O Depan2 x USB 3.1 Gen 2 Type A ; 2 x Thunderbolt 3.0 Type C ; 1x Microphone& Headphone (Combo jack)
I/O Belakang1x RJ45 LAN ; 1x HDMI ;1x 7.1 Channel Audio(3 ports) ; 1x Kensington lock ;4x USB 3.1 Gen 2
KonektivitasWi-Fi 6 (802.11ax), Bluetooth 5.0
AudioHigh Definition 7.1 Channel Audio
Dimensi30(W) x 28.3(D) x 9.5(H) cm
Bobot6 kg
WarnaStar Grey
HargaRp48.999.000 (i9-9900 / Quadro RTX 4000 / 16GB RAM / 1TB SSD) Rp39.899.000 (i9-9900 / GeForce RTX 2060 / 16GB RAM / 1TB HDD) Rp37.099.000 (i9-9900 / Quadro P1000 / 16GB RAM / 1TB HDD) Rp34.299.000 (i7-9700 / Geforce RTX 2060 / 8GB RAM / 256GB SSD + 1TB HDD) Rp30.799.000 (i7-9700 / Quadro P1000 / 8GB RAM / 1TB HDD)
Garansi3 tahun garansi global
Tabel Spesfikasi ASUS ProArt Station D940MX

ProArt Station D940MX tersedia di ASUS Store offline store dan online store di marketplace, Tokopedia dan Bhineka.

Kesimpulan

Melihat kepopuleran platform Youtube dan usulan orang terdekat mendorong saya buat channel Youtube sendiri. Mengikuti webinar dari ASUS dan IIDN memberikan saya insight tentang cara membuat konten yang tepat sasaran untuk bisnis digital.

“The best way to get things done is simply begin.”

Michelle Thole

Setelah mengetahui semua informasi ini, langkah selanjutnya tinggal merealisasikannya saja. Dengan keteguhan dan konsistensi, juga support dari ASUS ProArt Station D940MX, insya Allah saya bisa membuat konten video jadi Like A Pro.

Bagaimana pendapat anda? Share ya jika informasi artikel ini dirasa bermanfaat.

Sunglow Mama Signature

This Post Has 27 Comments

  1. Indri Ariadna

    Wah kalau ASUS ProArt Station D940MX percaya banget deh sama kualitasnya, sebanding dengan harganya hehe…memang meng-create content harus ditunjang dengan device yang mumpuni ya, apalagi video yang berat gitu.

  2. nurulrahma

    KERENNN BUANGETTT!

    Ishh, aku jadi tertulari semangat kamu nih Mbaaa
    2021 pengin banget memproduksi beberapa konten video utk YouTUbe
    pakai ASUS ProArt Station D940MX dijamin makin kece yak!

  3. Kata Nieke

    Asik banget sekarang ada laptop ASUS yang berkualitas banget buat bikin konten video. Dulu saya ikut TV kampus, masih zaman komputer gedhe gaban. Terus kalau ngedit video butuh waktu berjam-jam, ngerender, dan pas tengah-tengah ngerender bisa hang kalau file-nya kegedhean dan durasinya panjang. Paling ironis kalau dah mau rampung malah hang. Ini laptop idaman nihhh!

    1. Sunglow Mama

      Iya mbak nieke, ini mini-PC. Kalau proart lain memang laptop

  4. Hani

    Iya nih, membuat konten Youtube harus ada dasar ilmunya dulu. Sering banget suaranya kurang baik, entah musiknya kekerasan, atau konten kreatornya kurang baik menempatkan mic. ASUS keren banget mengeluarkan ASUS ProArt Station D940MX, bisa menunjang kreativitas para konten kreator nih. Harga ga bohong deh…

  5. Shafira Adlina

    wah mbak andin jago ngedit ya, aku penasaran juga nanti sma channel youtube mu mbak. keren deh pasti bbrp kali lihat editan videomu… kalau asus pro art tampak bisa menunjang sekali proses editing video2mu nanti mbak

    1. Sunglow Mama

      Alhamdulillah, silahkan berkunjung. Mba Shafira ga mau buat juga?

  6. Aku juga punya channel YT tapi isinya masih gado-gado. Videonya pun masih asal jadi. Entah kenapa saya belum begitu tertarik menekuni dunia audio visual. Biarlah saya jadi penikmat video orang lain aja dulu yaa hehehe..
    Sukses, mba Andina 🙂

  7. irma firdawanti

    Menarik banget bahasan mengenai content marketing yang kadang sering di salah-artikan oleh Olshop yang mengendorse. Memang sebagai Influencer selain harus mnegerti konsep dasar Content Marketing, kita juga harus punya fasilitas yang mendukung kaya Asus Proart ini. Jadi pengen mampir ke channel youtubenya mba Andina

    1. inDian

      wah iya ni mbak, aku masih pemula bgt untuk bikin konten video
      baca ini jadi tahu lebih banyak, dan jadi pengen punya laptop asus, biar makin kece bikin videonya

  8. Wah lengkap banget mbak tahapan pembuatan videonya, noted ah, pengen menjajal dunia baru di tahun 2021 ini. Didukung Asus ProArt makin mantep nih pasti pembuatan videonya.

    1. Sunglow Mama

      Asiik…yuk ikutan komunitasnya juga. iya insya Allah videonya makin keren dibuat dengan ProArt

  9. Aku sebenarnya punya channel YouTube dan udah lumayan subsnya. Tapi kadang males banget ngeditnya. Mungkin kalo punya laptop asus yang ini bisa jadi semangat ya ngeditnya, hehe

    1. Sunglow Mama

      kalau sudah jadi dan bagus pasti senang ya. Tepatnya si mini pc ini, makin semangat karena performanya bagus

  10. Bener juga ya, simply begin… Saya berasa ketabok deh soal youtube ini. Sudah bertahun-tahun syaa tidak menyentuhnya dengan sungguh-sungguh. Saya tipe yang rewel banget saat edit video, ga mau yang asal unggah. Tapi jadinya ya gitu, tumpukan file video terus menggunung di hardisk tanpa pernah naik jadi postingan. Semoga habis ini semangat kembali membara untuk mengurus youtube lagi.

    1. Sunglow Mama

      Jiwa perfeksionis saya juga ada mba, cuma sekarang harus diimbangi dengan pekerjaan rumah :)) semoga mba semangat membuat konten video lagi, yuk ramaikan

  11. Titik Wihayanti

    Lengkap sekali Mba artikelnya. Daging banget ini untuk belajar tentang youtube. Apalagi kalau ditunjang dengan tools macam ASUS ProArt Station D940MX , pasti makin lancar bikin kontennya. Semangat terus ya Mba bikin konten youtubenya.

  12. lendyagasshi

    Artikelnya sangat bermanfaat sekali, kak.
    Aku jadi tahu banyak hal mengenai konten youtube yang mendatangkan traffic yang bagus karena ada rahasianya begini.
    Dan agar pekerjaan lancar, menggunakan ASUS ProArt Station D940MX.

  13. “The best way to get things done is simply begin.”…setujuuu
    Sukses buat channel Youtube dan karya lainnya Mbak. Memang benar adanya jika memulai adalah langkah awalnya. Apalagi jika ada dukungan dari perangkat sekelas ASUS ini. Wow, makin semangat pasti!

  14. Antung Apriana

    mbak ini CPU kah? atau PC? saya baru kali lihat bentukannya. heu. keren nih inovasi ASUS kirain cuma ada laptop sama hape aja

  15. Wah ini nih materi yang saya ketinggalan. Ternyata bagus banget ya materi pertama ini. Makasih udah dibagikan di sini Ndin. Bikin kepikiran juga buat belajar editing.

Leave a Reply