Sekeping Cerita Dari Mama Blogger Sibuk

You are currently viewing Sekeping Cerita Dari Mama Blogger Sibuk

Alhamdulillah, sudah sebulanan lebih ini saya diberi kesibukan yang nggak hanya dari mengurus rumah tangga dan anak, tapi juga dari dunia blogging. Tidak hanya mengurus komunitas, tapi juga menerima beberapa tulisan bersponsor. Satu setengah tahun lalu, siapa sangka saya punya kesibukan seperti ini? Tentunya saya tidak sangka akan juga bisa mengurus komunitas.

Menyemangati Diri Sendiri

Tanggung jawab tidak bisa dibilang sedikit. Wajar jika tangki cinta dalam diri habis tersoak. Belum dengan drama ini-itu di kehidupan sehari-hari. Akhirnya, semangat saya drop dan harus melipirkan pikiran ke tempat lain dulu. Tapi tanggung jawab tidak bisa dikesampingkan. Ya, mau nggak mau dilaksanakan.

Saya harus berkali-kali menepok pipi kiri dan kanan untuk fokus. Merunutkan satu-satu prioritas dan energi fokus yang harus saya arahkan. Nothing is free, katanya. Makanya, apapun yang kita investasikan dan kita gali, insya Allah itu juga yang kita tuai.

Salah satu hasil dari kerja keras itu, mendatangkan kemenangan di lomba blog Yummy App. Alhamdulillah, dapat idenya cukup ‘lowong’ dan saya kekep sampai akhir deadline, hihihi. Kemenangan manis yang tidak disangka, karena setiap ikut lomba pasti berharap jadi juara. Namun tetap berpikir ini sebagai peluang belajar ikut lomba. Kebetulan baru banget menerima ilmunya.

Tapi juara nomor satu? Wow, nggak diduga. Terima kasih, Yummy App dan ucapan teman-teman semua.

Oh ya, senang juga masuk 10 besar tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Agustus yang temanya Budayakan Hidup Tanpa Bajakan. Alhamdulillah, terpilih juara ke 6.

Menyemangati Yang Lain

Salah satu PR saya yang lain adalah menyemangati orang-orang di sekitar saya. Mengingatkan kembali mengapa mereka memulai sesuatu yang mereka tidak lagi merasa termotivasi. Insya Allah, saya cuma mengikuti kata batin dan saya anggap paling baik.

Sementara itu, cukup sulit menyemangati di era pandemi ini dimana kondisinya lebih banyak memprihatinkan. Melihat berita kasus Covid jadi stres, melihat kerabat sakit jadi waswas. Boro-boro mikirin blogging. Kita bisa bertahan, ada makanan di rumah dan kondisi sehat saja itu sudah anugerah. Mungkin yang lain lebih beruntung, sedangkan yang lain tidak.

Di saat yang sama, dimana sekarang saya lebih memilih homeschooling untuk anak, ibu-ibu lain memiliki problema dari metode sekolah Pembelajaran jarak jauh. Yes, ada teman yang cerita bahwa dia harus dampingi anak PJJ dan menerangkan ulang pelajaran setelah selesai. Belum lagi mengerjakan PR. Membayangkannya saja sudah terasa betapa energi terkuras sangat.

Bagaimana ibu-ibu ini punya tangki cinta yang penuh keesokan harinya? Belum masalah ekonomi dan sebagainya. Semangat ya, moms.

Semangat itu juga membuat imun kita terjaga. Maka, jangan juga mudah terseret semangat down. Terutama kalau kita menjadi dunia anak-anak kita dan pasangan kita.

Lah kita yang tukang support ngadu kemana? Kemana lagi kalau nggak ke Yang Maha Kuasa. Ketika semua beruntuhan, ketika obat belum tentu bisa menyelamatkan dan jabatan tak berarti jaminan, cuma Allah yang selalu ada.

Bagi saya, salah satu cara blow off the steam selain berdoa adalah fokus ke blogging. Mungkin karena sudah jadi bagian dari rutinitas juga. Semoga ibu-ibu lain menemukan cara juga agar tetap bahagia.

Kesibukan Ini-Itu

Sibuk ini, bukankah berasal dari kita sendiri yang ‘membuka gerbang’nya? Karena terlihat sebagai tantangan yang menyenangkan. Namun ada kalanya terasa overwhelming. Semuanya berbarengan harus dilaksanakan.

Pernah juga saya tulis disini, bahwa nggak mungkin semuanya urgent. Pasti ada yang bisa dipilah-pilah, mana yang lebih bisa diprioritaskan. Dan Alhamdulillah, tidak ada yang gimana-gimana sih. Semua relatif terkendali.

Tapi ujung-ujungnya sih, saya mencari support. Untuk mengurus komunitas, akhirnya saya minta bala bantuan. Tentu saja, repot sendiri kenapa nggak minta pertolongan? Alhamdulillah, banyak kok yang mau membantu. Justru, terbuka peluang baru yang saya sendiri nggak sangka. Kenapa nggak dari kemarin aja?

Itulah firasat saya, jika sesuatu yang baik mau kita lakukan, ada hambatan. Tapi dorongan untuk melakukannya terus kembali dan kembali, ternyata sebenarnya ada solusinya. What am I talking about? Pantengi sosmed saya, insya Allah terjawab semua.

Update: Alhamdulillah, wacana terlaksana. Rencana yang saya maksud sudah bisa ditonton disini.

Penutup

Itulah sedikit dari curhat saya sebagai mama blogger sibuk (tsahhh). Ada kesibukan disyukuri, diberi tanggung jawab Alhamdulillah berarti mampu insya Allah dan jangan lupa melibatkan-Nya dalam setiap apapun. Karena semua yang terjadi atas izin-Nya. Sekian cuap-cuap a la Ustadzah ini.

Bagaimana kabar yang lainnya?

sunglow mama signature

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

This Post Has 12 Comments

  1. Ranti

    Congrats teh for winning Yummy App blog competition! You really deserve it 🙂 Selalu suka iseng main ke sunglowmama karena ada aja artikelnya yang menarik hati.

    I also admire your commitment and consistency. I wish I can have the same strong willing like you.

    These last few months have been hard for me to finish the layout of my debut indie book. I do the layout myself since I’m not satisfied with the result from the creative agency I hired. It was upsetting because it costs a lot. I have to push myself to be familiar with Adobe InDesign, and be patient to take turn with my husband using notebook. Karena laptop jaman S1 udah ga kuat buat buka InDesign hha. (jd curhat gpp yaa teh td ditanyain kabar sih wkwkwk)

    I miss blogging and writing the article as often as possible.

  2. anggun

    Salut dengan konsistensi dan semangatnya teh Andina. Rajin menyapa juga kala grup terasa sepi. Semoga selalu dimudahkan dengan segala kesibukan dan sehat selalu ya teh 🙂 terima kasih sudah menginisiasi Mamah Gajah Ngeblog, sekarang ini jadi salah satu komunitas favoritku 😀

  3. Sri Nurilla

    Selamat ya Andina sudah memenangkan juara 1 lomba blog yummy app. Waktu itu saya sudah membacanya. Dan terkagum-kagum, memang tulisan Andina sekeren itu, layak jadi juara 1.

    Selain itu, saya juga terkagum kagum dengan dedikasi Andina di komunitas MGN, aktif
    dan rutin menyemangati kami dengan halus subtle, tapi saya bisa jadi termotivasi dan punya grenjet.

    Terus menginspirasi ya mama Andina. 🙂

  4. Riskawati Chandra

    Salut sama semangat dan energi yang selalu ada dari teteh. Dan memang ya teh, kalo sudah sibuk, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta bantuan. Tak apa jika kita tak kerjakan semua sendiri, toh kita kan bukan manusia super ya. Keep writing and keep inspiring ya, Teh Andina!

  5. Risna

    Aku udah baca ini lebih dari sekali, tapi ternyata belum komentar ya, hehehe. Aku dulu juga nggak nyangka bakal terlibat dalam komunitas online terkait menulis dan ngeblog, tapi ternyata memang kalau ada temannya bisa lebih semangat ya. Sebagai yang menyemangati, kalau lagi berkurang semangat, boleh kok curcol di grup secara tersamar hehehe, atau cari komunitas lain di mana kita cuma jadi member biasa, jadi dapat semangatnya dari sana, teorinya gitu sih, tapi praktiknya bisa sangat sibuk kalau ikut terlalu banyak komunitas.

    Jadi panjang komentarnya ya hehee, btw tetap semangat jadi blogger sibuk! Kita menularkan semangat berbagi melalui tulisan di blog ke semua orang.

  6. DIP

    Hehe… bener teh.. aku yang baru gabung komunitas menulis merasa yang sama. Jadi sibuk jga tapi juga merasa senang ada kegiatan lain.

    Tapi memang akhirnya perlu bagi2 tugas juga sih biar semua bisa baik jalannya. Semoga lancar ya teh ngurusin MGN dan makasih udah jadi mamah admin yang terus semangatin kita

  7. May

    Andina, terimakasih sudah membidani lahirnya MGN dan selalu menularkan semangat dan energi positiivenya, salut !
    Dulu waktu pertama gabung MGN ga ada target apa-apa, sekedar bergabung. Ternyata di dalamnya luar biasa ya, senangnya berkumpul dengan orang-orang dengan tujuan yang sama.

    Semoga kita semangat selalu 🙂

  8. Ririn

    Setujuuuu semua pasti bisa diprioritaskan. Tapi memang untuk bisa tenang berfikir jernih membuat prioritas ini perlu keahlian tersendiri, saya masih harus terus belajar. Semangaaaat!

  9. Ailyxandria

    Woooowww…. Keren banget bisa juara satu di lomba blog. Congratulations yaaaa…..!
    Keren banget bisa bagi-bagi waktunya. Masih sempet pula ngurusin komunitas.

  10. Fanny_dcatqueen

    Bener mba, kita ini tukang support keluarga, giliran kita yang butuh disupport ATO curhat, ya bagusnya lari ke Allah :). Tapi dari dulu, belajar dari pengalaman, curhat itu memang LBH enak Ama Tuhan aja, ga usahlah ke manusia. Yang ada malah kesebar kemana2 aib kita :(. Solusi ga dapet, malu iya ..

    Sejak itu aku ga mau curhat ke manusia, ke suami aja jarang . Ntah kenapa kalo ke Tuhan, itu rasanya lebih plong, walo mungkin solusi ga langsung saat itu, tapi lega aja udah ngeluarin isi hati :).

    Selamaaaat ya mba, juara 1 ;). Hebaaaat ih. Tapi tulisan mba memang bagus kok, dari tulisan2 di blog nya aja udah bikin betah baca 🙂

  11. Suka deh sama gaya Andina ngeblog yang asyik. Bisa konsisten dengan tulisan-tulisan bagus, padahal masih punya anak kecil. Jadi belajar banyak dari tulisan-tulisan Andina.

Leave a Reply to Riskawati Chandra Cancel reply