Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

cerita menumbuhkan minat baca si kecil hingga menemukan let's read - sunglow mama

Mengenalkan Buku ke Anak

Membaca adalah salah satu hobby saya beranjak besar, meski awalnya dari buku komik dan novel remaja. Kalau diingat-ingat, koleksi buku saya sampai memenuhi rak buku di dalam lemari. Saya juga suka pelajaran bahasa Indonesia yang membahas novel.

Memasuki masa kuliah, hobby itu terlupakan dan saya beralih ke dunia multimedia. Hingga akhirnya saya punya anak, saya merasa harus mengenalkan buku kepadanya. Pemikiran saya berbeda dengan suami yang lebih suka membelikan mainan padanya. Saya agak khawatir anak saya jadi lebih dominan terpapar layar dari gadget dan handphone.

Saya suka baca-baca artikel tentang parenting, lalu menemukan topik tentang manfaat membacakan buku ke anak. Diantara manfaat membacakan buku ke anak yang masih bayi, yaitu menumbuhkan kedekatan dengan orangtua, memperlihatkan afeksi atau kasih sayang kita pada anak dan mengenalkan kosa kata baru. Nggak cuma itu, ternyata membacakan buku ke anak juga membuat rileks orangtua, lho. Mengetahui beberapa hal ini saya jadi makin ingin mencarikan buku padanya.

Tapi saya lihat di pasaran kok ya sepertinya yang lebih menonjol dengan ilustrasi bagus itu buku-buku impor alias buku berbahasa asing.Belum-belum anak saya lancar berbicara, rasanya berlebihan jika saya membacakan buku berbahasa asing. Takutnya dia nggak mengerti ceritanya dan saya harus dua kali membacakan bukunya: dengan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apalagi, range harga bukunya rata-rata mahal. Padahal sih saya mengerti, ada biaya cetak dan biaya desain ini itu untuk mencetak buku. Ah, tapi lagi-lagi budget yang berbicara.

Buku Pertama Si Kecil

Akhirnya saya menemukan buku lokal yang pas untuk dibacakan kepadanya. Saya membelikan buku berbahasa Indonesia untuk balita yang menceritakan tentang berbagai transportasi beserta suara khasnya. Maklum anak laki-laki saya ini minatnya ke mobil-mobilan. Begitulah saya agak hati-hati, ngeri anak saya ini nggak suka dengan buku sama sekali karena kesalahan topik buku yang saya pilihkan.

Awalnya terasa kaku karena saya yang nggak pernah membacakan buku ke anak. Apalagi kesan pertama, anak saya terlihat nggak minat dengan buku yang saya belikan itu. Pupus deh harapan saya.

Tapi ternyata, saya salah, itu cuma awalnya saja. Diluar dugaan, anak saya minta dibacakan kembali buku itu. Lalu minta lagi untuk yang kedua, ketiga, keempat kali…. Wah! Sekarang malah dia sudah hapal diluar kepala isi buku itu, walau dia belum bisa membaca.

Ternyata nggak sulit menumbuhkan minat baca anak saya. Dia suka dengan buku apa saja yang saya belikan. Malah kalau suka, buku itu-itu aja yang minta dibacakan selama berminggu-minggu lamanya. Membacakan buku jadi sebuah kebiasaan untuk dilakukan sebelum tidur. Pernah suatu kali, anak saya minta dibacakan buku panduan memakaikan gendongan, hahaha…, cuma gara-gara melihat fisik buku panduan itu.

Tapi memilihkan buku apa yang akan saya belikan ke anak saya adalah salah satu tantangan untuk saya, karena selain dari berhati-hati dengan isi pesan bukunya, budget juga tidak selalu ada. Awalnya saya masih bisa menyisihkan budget untuk membelikan buku buat si kecil. Hingga akhirnya, saya harus stop dulu membelikan buku ke anak saya. Padahal si kecil sudah minta, ‘Ma, mau beli yang ini. Mau buku yang ini.‘ Dia tunjuk buku episode lain di bagian belakang buku. Saya cuma bisa tersenyum padanya, berharap kelak akan bisa membelikan buku yang ia minta.

Menemukan Website Let’s Read

Alhamdulillah setelah lewat beberapa bulan, salah satu kenalan saya mengenalkan sebuah website khusus berisi cerita anak yang gratis. Website itu adalah Let’s Read, yaitu perpustakaan digital buku cerita anak yang dibuat komunitas literasi dan The Asia Foundation. Ternyata Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Meskipun gratisan, isi ceritanya cukup berkualitas dan ilustrasinya berkarakter.

Awalnya saya membacakan sesuai dengan umurnya, cerita-cerita di kategori My First Book atau Buku Pertamaku. Namun karena frekuensi membaca si kecil sering, akhirnya kita ‘menjelajah’ ke kelas lebih tinggi. Ternyata si kecil tetap suka dan nagih dibacakan terus. Disini saya baru mudeng banget bahwa isi cerita-cerita di dalam Let’s Read jangkauan dan pesannya luas sekali dalam artian positif. Baru akhirnya saya mengunduh aplikasi Let’s Read yang lebih ringkas digunakan.

Diantara cerita favorit anak saya adalah Hala Na Godang, Monster dan Biskuit Ajaib, Apa Isi Panci Itu?, Jarit Yang Mana? dan yang terbaru, Gurita Kecil Yang Rakus. Isi cerita di Let’s Read begitu beragam, dari cerita modern dan fantasi hingga yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Dari cerita sederhana seperti belajar bentuk dan karakter hewan hingga kompleks seperti sejarah dan penderita AIDS. Dari ilustrasi yang canggih hingga yang unik dan berkarakter.

Alasan Untuk Membaca Dari Let’s Read

Sebagai Ibu, saya merasa Let’s Read adalah bagai katalog bacaan gratis yang berkualitas buat anak saya, untuk mengenalkan dunia dan warna-warninya. Saya merasa terbantu sekali dengan Let’s Read, sungguh jadi solusi buat orangtua untuk mengenalkan cerita bergambar anak, terutama jika tidak sedang memiliki buku secara fisik. Orangtua bisa membacakan cerita dimana saja, bahkan bisa mengunduh per cerita untuk disimpan di ponsel.

Untuk lebih jelasnya, ini alasan kenapa saya suka dengan Let’s Read:

  • Gratis dan bisa dibaca siapa saja. Let’s Read seolah mematahkan imej bahwa bacaan anak yang menarik haruslah dari buku impor yang tebal dan mahal. Accessible alias tidak susah diakses selama memiliki internet dan sudah mengunduhnya.
  • Bacaan beragam isinya dan terdapat berbagai tingkatan bacaan untuk anak. Isi cerita bisa sederhana atau kompleks, tentang binatang, manusia hingga fantasi. Pesan-pesannya pun mendidik dan nggak melulu tentang situasi ideal, tapi realita masa kini dan bagaimana menghadapinya, lalu dikemas dengan ringan.
  • Tersedia banyak opsi bahasa dan pengaturan besar/kecil teks. Ada banyak sekali pilihan bahasa untuk digunakan, termasuk bahasa daerah Indonesia. Tidak ada alasan untuk tidak bisa mengerti cerita bacaannya. Selain itu ada juga pengaturan besar-kecilnya teks, sehingga lebih nyaman untuk baca/membacakan ke anak.
  • Ilustrasi Cantik dan Unik: Saya suka dengan kebanyakan ilustrasi cerita di Let’s Read, khususnya yang terlihat dilukis tangan atau lucu dan khas. Karena saya juga ada pendidikan background desain, biasanya standar saya agak tinggi menilai ilustrasi, hihihi.
  • Bisa Dibaca Kapan Saja, Dimana Saja: Karena dia diakses lewat internet, maka bacaan bisa dibacakan dimana saja kapan saja selama membawa ponsel / gadget dan ada koneksi internet. Jika tidak ada koneksi internet pun, bisa diantisipasi dengan mengunduh ceritanya terlebih dahulu.
  • Cerita Selalu Bertambah. Koleksi cerita selalu ditambahkan secara berkala dan dari segi cerita tidak kalah menarik. Jadi anak nggak gampang bosan dibacakan karena selalu ada yang baru.

Melalui artikel ini saya mau ucapkan terima kasih pada Let’s Read dan The Asia Foundation karena telah membantu anak saya tetap memiliki kebiasaan membaca cerita hingga timbul kecintaan padanya. Benar deh, kebiasaan membacakan dari Let’s Read ini terbukti selalu membantu meningkatkan mood anak saya kapan saja. Harapan saya Let’s Read selalu hadir, selalu ada cerita baru dan selalu terjaga kualitas bacaannya.

cara install aplikasi Let's Read

Kalau ibu-ibu belum tahu soal Let’s Read, bisa langsung download ya aplikasinya di Google Play maupun App Store. Bacaannya bisa dibaca hingga tingkat anak sekolah dasar. Nggak perlu khawatir dengan isinya, karena insya Allah pesannya selalu positif.

Yuk, tumbuhkan minat baca anak kita. Nggak ada alasan lagi untuk bilang nggak bisa dengan hadirnya Let’s Read 🙂 Semoga anak kita semua memiliki minat baca dan berkembang jadi anak yang positif karenanya.

Sunglow Mama Signature

36 thoughts on “Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’”

  1. Jadi penasaran sama aplikasinya mbak. Saya juga lagi membangun kedekatan dengan anak melalui kegiatan membacakan buku cerita. Ini bisa jadi solusi kalau buku cetak dah habia di baca ya.

    Reply
  2. Wah berguna banget sharingnya Bunda. Saya juga ingin agar anak2 saya di kedepannya lebih fokus membaca di bandingkan main gadget agar otaknya lebih terstimulus. Mungkin lebih asik di baca di tablet ya biar tulisannya lebih besar.

    Reply
  3. Aku udah download lets read kemarin mbak. Kebetulan bacaan adikku itu2 aja. Mau beli buku ke toko lg disuruh di rumah aja. Beli online kadang adekku susah milihnya. Jd pas bgt tau app ini auto download, keren bgt uy. Gratis cerita bergambar, tinggal ngandelin kuota data aja. Hhh

    Reply
  4. Wah, aku sampai mengosongkan memori ponsel demi bisa mengunduh Let’s Read, loh. Anak-anak butuh banget bacaan yang berkualitas dan menyenangkan buat mereka. Beli beberapa judul buku, duh kok rasa-rasanya nggak sesuai dengan usianya, ya?

    Kalau di Let’s Read kan tinggal pilah-pilih aja.

    Reply
    • Wah, oke banget tuh mbak. Aku kebetulan di rumah masih ada koneksi internet jadi akses aja biasa. Benar, ada level baca yang berbeda-beda yang bisa disesuaikan ke anak

      Reply
  5. Saya juga install aplikasi lets read untuk menambah variasi bacaan anak-anak saya, Mbak. Menurut saya aplikasi ini memudahkan banget karena bisa disesuaikan menuruy tingkat kemampuan baca anak dan yang pastinya praktis dan murah ya…. 🙂

    Reply
  6. aku sudah donlot aplikasinya, mbak. beneran banyak ya koleksi bukunya. jadinya nggak pusing kalau mau nyari buku bacaan buat anakku apalagi dia sukanya main hape melulu jadi bisa dialihkan sebentar buat baca buku di hape

    Reply
  7. Ini ni mbak aplikasi yang wajib dipunya oleh emak² jaman now♥️. Karena memang sekarang untuk membeli buku anak yang bagus pastinya butuh budget yang gak sedikit Kalau pake aplikasi ini kan bebas memilih bacaan yang disukai anak secara gratis

    Reply
  8. asyik ini aplikasinya mbak. sip, nanti mo coba berselancar melihat-lihat, sepertinya cocok buat anak lanangku niy yang mo masuk SD, biar terbiasa buka gadget tapi yang dilihat aplikasi membaca. makasih mbak sharingnya.

    Reply
  9. Sayang aplikasinya baru bisa didownload untuk pengguna Android. Pengguna iOS atau Apple belum bisa. Tapi bisa buka web Let’s Read yang sudah mobile friendly di Safari. Saya juga suka pakai Let’s Read untuk membaca nyaring kalau lagi mager ambil buku bacaan hehehe.

    Reply
  10. Oh gitu Mbak, aku blm unggah aplikasinya sih. Seru nih kalau ceritan bertambah secara berkala. Anak anak pasti enggak akan bosan. Meluncur ke play store ah.

    Reply
  11. Bisa banget nih dijadikan aplikasi andalan ketika bepergian dan ga bawa buku untuk anak ya. Tinggal buka Let’s Read dan anak bisa kembali menikmati bacaan kesukaannya ya tanpa harus bawa segambreng buku ketika bepergian.

    Reply
  12. Saya juga punya aplikasi let’s read di gawai. Anak saya juga suka dibacain cerita dari let’s read. Dia inget terus dan minta dibacain cerita yang sama malahan. Anak saya masih balita, 4 tahun usianya.

    Reply
  13. Let’s Read, jadi salah satu solusi saya bila kehabisan bacaan dan belum bisa membeli buku fisik lagi. Aplikasi yang disukai anak-anak, karena bacaannya lucu-lucu

    Reply
  14. Saya juga suka bacakan Ghazy dari sini. Cerita apa saja yang sekiranya menarik, saya akan bacakan untuk Ghazy. Alhamdulillah, dia suka.

    Reply
  15. Saya juga suka banget Mb dengan aplikasi lest read ini. Sudah beberapa kali coba pakai alhamdulillah sangat membantu menyediakan bacaan berkualitas buat anak di masa pendemi seperti sekarang ( lagi ga bisa belanja ke toko buku dulu)

    Reply
  16. Enak ya sekarang, ada aplikasi yang bisa di akses dengan mudah. Jadi bisa baca dimanapun dan kapanpun. Tinggal klik dan pilih jenis buku apa yang diinginkan. Aplikasinya keren juga lagi.

    Reply
  17. Aplikasinya mengikuti jaman ya kak, dimana sekarang ini dimudahkan dengan aplikasi di smartphone. Semoga apa yang diharapkan dari aplikasi ini bisa bermanfaat untuk semua orang

    Reply
  18. Let’s Read aplikasinya bagus, mba.
    Ceritanya juga ringan dan anakku suka karena cerita bergambar. Maklum dia belum terbiasa dengan buku tanpa gambar.

    Reply
  19. Saya baru tahu aplikasi baca online ini. Keren juga penemu Let’s Read! Bagi anak yg sudah failiar dgn gadget, aplikasi ini bs jd referensi bacaan digital di rumah. Terima kaish ulasannya kak ^^

    Reply
  20. wah keren anaknya suka buku-buku ya sampai di Lets Read juga ada buku favoritnya. aku pengen ajakin anak belajar bahasa Inggris sekalian di Lets Read

    Reply
  21. Wah let’s Read ini aplikasi yang wajib nih diunduh para emak untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan anak untuk cinta buku sejak kecil ya Mbak. Biar minat bacanya juga terbentuk sedari dini. Aplikasi yang keren.

    Reply

Leave a Comment

Share via
Copy link