Tips-Mendapatkan-Buku-Anak-Murah
Tips

Mau Import Atau Islami, Ini Tips Mendapatkan Buku Anak Murah

Mau Import Atau Islami, Ini Tips Mendapatkan Buku Anak Murah. Siapa disini yang suka mendapatkan barang dengan harga miring? Barang bagus tentunya jadi semakin diincar ketika tersedia dengan harga lebih murah.

Kenapa Harus Beli Buku Anak

Saat menjadi orangtua, sudah jadi hal yang biasa ketika kita menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Berbagai kebutuhan seperti pakaian, makanan dan perhatian kita berusaha untuk si buah hati berikan semaksimal mungkin. Termasuk diantaranya buku bacaan yang positif dan bermutu.

Dari pengalaman saya sendiri, membelikan buku ke anak banyak dampak positifnya. Tanpa saya sangka, anak saya jadi suka dengan buku. Nggak lagi-lagi beralih ke gadget, buku jadi pilihan cerdas untuk kegiatan anak. Apalagi kalau isi bukunya bertemakan islami, wah insya Allah pesan positifnya membekas hingga dewasa. Memang itu juga tujuan orangtua membelikan buku ke anak.

Sudah sejak bayi, anak bisa dibacakan buku. Ya, walau ia belum bisa membaca, bayi bisa distimulus dengan gambar, mempelajari kosakata baru dan merasakan afeksi dari kegiatan mendongeng. Nggak cuma bermanfaat untuk anak, membacakan buku juga membuat rileks orangtua. Jadi dampak baiknya nggak cuma ke anak, tapi juga ke orangtua.

Baca Juga: Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

Kalau kita sudah biasa membeli buku, tentunya mengerti bahwa buku-buku bagus itu rata-rata nggak murah. Biasanya buku yang bagus itu ber-hard cover, full printed warna. Imbasnya harga jadi nggak masuk kantong. Meskipun seringnya harga memang nggak bohong, alias jika mahal berarti memang isinya bagus. Semua kembali ke pilihan masing-masing.

Tapi namanya ibu-ibu, kadang kita suka ya mencari harga yang miring dari sebuah produk yang bagus. Lumayan kan, kembaliannya bisa buat beli yang lain. Udah jadi hal lumrah juga ibu-ibu suka banget sama tulisan ‘diskon’, yang tadinya nggak pengen beli jadi beli. Nggak jarang ibu-ibu suka kalap beli kalau harganya miring.

Kalau saya sendiri tentu seperti ibu-ibu lain yang pengen anak membaca bacaan bermutu. Nah, jaman sekarang kita dimudahkan dengan banyaknya buku-buku bagus, dari yang import hingga islami. Sudah sejak anak berumur kurang dari 1 tahun saya mulai mengincar buku anak. Sebagai ibu yang memikirkan budget, saya harus muter otak mikir mana buku yang layak beli. Akhirnya saya jadi tahu sedikit cara agar menemukan buku-buku murah.

Tips Mendapatkan Buku Anak Murah

Nah, berdasarkan pengalaman saya, kalau mau mengincar buku anak dengan harga lebih murah atau miring, bisa dengan melakukan hal-hal ini:

1. Diskon di Pameran atau Bazaar Buku

Baik dari penerbit atau penyelenggara pameran biasanya suka menggelar pameran atau bazaar buku demi memikat pecinta buku untuk datang dan memborong buku terbitannya. Di event ini biasanya nggak pernah nggak ada harga miring. Tinggal ibu-ibu pilah-pilih lagi mana yang cocok, baik di kantong maupun di hati.

Nggak sedikit juga yang memanfaatkan event diskon ini dengan menawarkan jastip alias jasa titip. Maka ibu-ibu nggak perlu repot-repot berebutan atau antre panjang mengikuti bazaar atau pameran (karena biasanya peminat bejibun hingga mengantri), tinggal pesan ke penjual yang menawarkan jasa titip beli buku.

Yang populer ya pameran Big Bad Wolf yang banjir buku import. Tapi pameran buku yang dulu sering saya datangi sih Pesta Buku yang biasanya digelar di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Disitu banyak sekali pilihan dan booth penerbit buku, dan banyak event digelar seperti lomba atau hadirnya penulis langsung.

2. Membeli Buku Edisi Paperbook

Kalau mau beli buku anak hardcover yang bersampul tebal harganya nggak masuk di kantong, ibu-ibu tinggal jeli apakah penerbit buku tersebut mengeluarkan edisi paperbook alias sampul berbahan kertas. Biasanya harganya jadi lebih murah nyaris setengahnya. Edisi Paperbook ini sebenarnya jadi selling market sendiri sih karena nggak semua bisa membeli buku bersampul hardcover.

Nggak sedikit penerbit memilih mencetak buku anak dengan cover paperbook karena biasanya lebih gampang laku atau masuk ke berbagai kalangan.

Namun, ibu-ibu harus siap-siap ya karena bahannya yang tipis ini biasanya lebih gampang robek atau rusak karena dimainkan anak-anak terutama yang masih bayi. Ya, semua ada lebih dan kurangnya, tinggal pilih yang sesuai saja.

3. Membeli Buku di Masa Pre-Order

Ada lagi cara lain membeli buku anak dengan harga miring, yaitu dengan membelinya di masa pre-order. Biasanya masa PO ini ketika bukunya baru mau launching alias baru rilis. Pengalaman saya, pernah ikutan beli buku anak masa PO dan saya membayar harga buku DP-nya dulu. Jadi membayar sisa harga bukunya ketika bukunya telah dicetak dan siap dikirimkan ke kita. Waktu itu kira-kira bukunya ready dan selesai cetak setelah sebulanan lebih.

Dengan sistem seperti ini memang ketika ditotal harganya sedikit lebih mahal jika beli harga langsung, tapi kita jadi sempat menabung atau menunda membayar sisa harga bukunya ketika sudah gajian.

Membeli buku dengan sistem PO memang menguntungkan alias lebih hemat, namun ada minusnya. Karena hadir di waktu launching kita belum tahu bukunya bagus atau tidak. Karena kita termasuk pembaca pertamanya. Jadi hanya mengandalkan insting dan membaca iklannya saja. Lagi-lagi orangtua harus jeli dengan layaknya isi buku dari summary atau ringkasan buku dari penerbit saja.

4. Flash Sale

Saya juga pernah mendapatkan buku anak dengan harga lebih murah melalui flash sale di salah satu e-commerce. Sebenarnya momen mendapatkan buku di flash sale e-commerce ini agak jarang. Soalnya seringnya yang ada di flash sale adalah baju, peralatan rumah atau produk keseharian lainnya. Tapi ini kejadian sama saya.

Lagi browsing melihat barang diskonan lain, malah ketemu buku anak impor bagus yang saya tahu anak saya pasti suka. Jumlah buku yang diikutkan flash sale kalau nggak salah hanya 2 item, jadi buru-buru saya order. Nggak tanggung-tanggung, diskonnya sampai 25%. Sampai sekarang mendapatkan buku ini termasuk best buy karena seperti yang sudah diduga, anak saya suka banget.

5. Membeli Buku Bekas

Nggak jarang juga ibu-ibu yang anaknya sudah beranjak besar menjual kembali buku-buku anaknya karena sudah tak terpakai. Biasanya sering dilihat di grup-grup facebook atau e-commerce khusus barang preloved.

Nah kalau ini dari pengamatan saya, buku yang bagus cepat sekali terjual. Kalau begini memang harus gercep atau cepetan book karena takut diambil orang lain. Pastikan membeli dari yang jujur alias yang dengan detil bilang kalau ada minus di bukunya, ada foto real atau asli dari bukunya (bukan foto katalog). Rasanya pasti senang banget deh kalau bisa dapet buku bekas masih bagus, hargapun miring. Double joy rasanya.

*****

Itulah kelima cara mendapatkan buku anak dengan harga murah. Wah, kemungkinan mau saya terapkan nih, karena si kecil minta dibelikan buku baru. Jangan sampai anak ngambek hingga tantrum karena diabaikan keinginannya. Tapi nggak usah khawatir, ada cara menangangi anak tantrum.

Pernahkah ibu-ibu mencoba cara-cara ini? Atau adakah cara lain yang ibu-ibu tahu? Mudah-mudahan artikelnya membantu ya.

Sunglow Mama Signature

16 Comments

  • Okti Li

    Membeli buku bekas, salah satu yg saya lakukan biar dapat harga lebih murah. Soalnya kalau yg lainya, jatuhnya tetap malah di ongkos. Secara saya lokasi berada di pelosok.

    • steffifauziah

      wah kendalanya di ongkir ya mba kalo tinggal di pelosok tuh. emang bener cari buku bekas paling aman, apalagi kalo buku bekasnya masih pada bagus-bagus, hihi. seneng banget dapat murah tapi kaya baru.

  • Rini Uzegan

    Kalo saya biasanya ke bazar, ato beli bekas trus dijual lagi, hasilnya bisa buat beli buku yang lain lagi Mba tapi kalo buku anak, rata-rata dapet warisan dari adik2 saya yang sekarang udah besar

  • Simbok li

    Iya aku banget mbak. Beli buku bekas. Biasanya kalau aku beli buku bekas buku yang dari penerbit luar. Dari anak pertama sampai ketiga masih layak dipakai. Hihihi
    Sama sekarang kan ada sistem arisan. Itu juga aku pake mbak. Hahaha

  • www.derisafriani.xyz

    Aku masih juga pake yang gratisan. Yakni pinjam buku ke perpustakaan. Stoknya banyak dan anak-anak suka karena ada arena bermainnya juga. Beli masih nyari yang promo diskonan aja. Ngincer book fire atau cuci gudang.

  • Tatiek Purwanti

    Benar banget, Mbak. Buku itu investasi berharga sehingga di keluarga kami pun bisa diwariskan. Buku-buku si sulung sekarang jadi milik adiknya.
    Dari kelima poin di atas, hanya poin ke-4 yang belum pernah saya lakukan. Yes, jarang gitu nemuin flash sale buku. Padahal saya yakin bakalan banyak lho pembelinya, sama seperti flash sale barang lain.

  • Arsita Rahadiyani Loekito

    Kami di Tsukuba, kerap menjalankan tips nomor 5 mbak.
    Mendapatkan buku di toko buku bekas.
    Di Jepang, toko buku bekas yang suasananya nyaman seperti halnya toko buku baru.
    Bahkan kondisi buku-bukunya juga masih sangat apik.

    Oh oya, ada juga Bazaar barang bekas murah. Ini buku-bukunya juga bagus. Karena umumnya buku pilihan dari pemilik sebelumnya.

    Namun karena pandemi kegiatan bazaar ditiadakan terlebih dulu.

  • Cempaka Noviwijayanti

    Beli buku bekas, selain murah juga lebih ramah lingkungan ya. Tapi kalau saya pribadi, terutama untuk buku anak-anak lebih banyak memanfaatkan waktu pre order atau flash sale. Biasanya sudah ngebidik buku tertentu, jadi belanjanya juga enggak kalap,hehe

  • Irma Essanovia

    Saya termasuk emak irit..hehe klo beli pasti di Bazar buku atau cari buku bekas dan pasti yang memang udah banyak review bagus. Minimal isi dan gambarnya oke dan temanya yang sesuai dengan kondisi anak. Berharap dengan membaca buku itu pesannya lebih mudah diterima anak.

    Kalau mau baca buku bagus yang harganya nggak nyaman di kantong larinya ke perpus biar gratisan…hahaha..

    Alhamdulillah anak-anak excited banget kalau saya ajak ke perpus.

    Thx sarannya Mbak, boleh juga dicoba tipsnya.

  • Amel

    kalau saya sekarang nampaknya beralih ke buku digital saja. Karena keluarga di rumah tak tahan debu. Kalau saya sendiri yg bersihkan, keteteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *