Manfaat dan Tips Mengenalkan Anak Pada Dunia Seni

menggambar anak tk seni garis.jpg
melukis di daun

Manfaat dan Tips Mengenalkan Anak Pada Dunia Seni – Selamat Hari Anak Nasional di tanggal 23 Juli ini. Alhamdulillah, saya sudah masuk tahun ke 5 menjadi Ibu. Satu hal yang membuat saya bersemangat menjadi Ibu adalah memikirkan bisa bermain sambil belajar dengan anak. Saya suka menciptakan permainan atau ‘proyek mini’ kecil dengan anak, dan melihat senangnya anak mengeksplorasinya.

Mungkin karena dasarnya saya suka dengan dunia seni, maka sayapun bersemangat mengenalkan ke anak tentang aktivitas berbau seni. Diluar beratnya dulu di medan akademis dan lapangan kerja, pada akhirnya saya selalu kembali menelusuri dunia seni. Apapun itu bentuknya.

Pengalaman Mengenalkan Dunia Seni ke Anak

Kenapa suka dunia seni, mungkin karena dia tidak terpatok pada nilai-nilai pasti. Semua berbau kreasi dan imajinasi, walau ada juga perhitungannya. Kadang kala dengan bahan-bahan yang ada saja, sudah cukup untuk berkreasi. Sayapun ingin anak bergembira dan berekspresi dengan seni, dari menggambar, melukis ataupun berkreasi membuat objek.

Tapi tentunya untuk memulai, perlu sedikit pengetahuan. Kira-kira ketika anak telah berumur 1,5 tahun, dia sudah bisa memegang pensil dan menggambar. Saya sedikit terkejut waktu itu, tapi bahagia karena berarti sudah mulai era dia dapat menggambar berkreasi.

Beberapa kali saya siapkan proyek mini agar si kecil berpartisipasi. Ia nyaris tidak pernah tidak tertarik, malah anteng. Mungkin juga terbantu karena saya sedikit ahli menggambar, sehingga ia suka minta digambarkan kemudian ia akan mewarnai gambar tersebut.

Kira-kira di umur 2 tahun dia sudah mulai mengenal cat lukis. Seharusnya cat warna ini buat ibunya, tapi si kecil penasaran ingin coba. Akhirnya lama-kelamaan ia pun sudah terbiasa memakai kuas.

Terkadang lebih mudah jika anak memiliki objek yang dia sukai, seperti di fase dia sedang suka planet dan bumi. Sungguh mudah berkreasi dengan menggunakan tema yang anak sedang suka, selama positif.

Manfaat Mengenalkan Anak Pada Dunia Seni

Tak hanya menyenangkan dilakukan, kegiatan seni memiliki manfaat positif untuk anak. Manfaatnya bisa dalam jika dilakukan berkala. Ini dia beberapa manfaatnya:

  • Anak dapat mengekspresikan diri
  • Anak belajar berimajinasi
  • Otak anak terangsang lebih kreatif
  • Jika dilakukan rutin, anak bisa menjadi lebih sehat, lahir dan batin juga secara sosial dan akademis
  • Melatih kemampuan motorik halus, karena dengan menggambar dan mewarnai dapat melatih hand-eye coordination

Cukup banyak bukan poin kegunaan belajar seni? Tapi mungkin ada beberapa orangtua yang bingung bagaimana memulainya. Untuk itu, kita harus siapkan fisik dan batin yang sesuai.

Ini tips yang bisa saya berikan bagi orangtua yang ingin anaknya belajar menggambar:

Tips Mengenalkan Anak Pada Dunia Seni

Sediakan Fasilitas

Sediakan media untuk anak berkreasi. Yang paling awal biasanya kertas dan crayon. Jika mungkin, sediakan fasilitas yang cukup. Seperti lebih banyak pilihan warna, tempat menggambar yang nyaman dan sebagainya.

Biarkan Anak Meniru

Tentunya di fase ini, anak belum ada pengetahuan tentang bagaimana berkreasi pada awalnya. Untuk menggambar, kita bisa mengajarkan seni garis, atau bentuk sederhana lainnya yang bisa anak tiru. Ketika itu, anak saya dengan lancar meniru.

Jauhi Labeling/Kritik

Tak perlu kejar kesempurnaan ketika anak berkreasi. Di fase ini, hal-hal kecil seperti bentuk yang tidak sempurna, garis yang melenceng, warna yang kurang penuh tidak perlu kita tekankan. Yang penting anak berekspresi dan mengeksplorasi dunia berkreasinya.

Penutup

Mengenalkan anak pada dunia seni memiliki manfaat yang positif demi perkembangannya. Maka itu bidang ini jangan di-skip atau dianggap remeh. Ada pula tips untuk mengenalkan anak pada dunia seni.

Apa anda sudah mencobanya? Semoga artikel ini bermanfaat!

sunglow mama signature

Referensi:

https://www.beritasatu.com/gaya-hidup/283064/alasan-anak-perlu-diperkenalkan-seni-rupa-sejak-dini

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

This Post Has 10 Comments

  1. Raja Lubis

    Saya setuju sekali, anak-anak nggak harus selalu dipatok dengan ukuran akademis. Zaman saya dulu guru-guru juga menganggap remeh ketika saya berniat menjajal dunia seni peran. Seakan seni tidak ada untuk penghidupan. Padahal persoalan seni bukan sebatas menjadi mata pencaharian.

    Kita nggak pernah tahu ke depan akan menjadi apa, bekerja sebagai apa, dan lain sebagainya. Tapi saat kecil memang lebih baik explore apapun termasuk seni. Kakak saya juga cinta seni lukis dan sering juara lomba menggambar saat kecil, tapi tetap ranking di kelas jadi ukuran sukses orangtua saya.

    Beruntung zaman sekarang, orang2 tua masa kini lebih melek literasi dan keilmuan parenting. Jadi bisa mengarahkan anak dengan sebaik-baiknya.

  2. herva yulyanti

    anakku yang pertama suka banget seni mba, dari nyanyi sampe bikin komik sendiri jadi pengen fasilitasi biar keasah terus memang manfaatnya banyak anak2 beneran jadi berimajinasi ya mba

  3. Gita Sarrah

    untuk tips mengenalkan anak pada dunia seni ini saya setuju skali dengan poin 3 yaitu jauhi labeling atau kritik. karena pada fase belajar seni tidak ada istilah betul atau salah. anak hanya dituntut untuk berkreasi dan berimajinasi sesukanya.

  4. Alhamdulillah sekarang dunia seni tidak lagi dipandang sebelah mata karena sudah banyak contoh seniman yang sukses trus juga orang tua zaman now juga memiliki ilmu parenting yang bagus sehingga mendukung anak jika punya minat di dunia seni.

  5. antung apriana

    kalau aku malah nggak punya bakat seni, mbak dan anak-anakku juga masih belum kelihatan nih mereka ada bakat seni apa nggak. tapi kalau yang sulung ini dia lagi suka gambar-gambar gitu deh sesuai umurnya. pengennya sih kalau soal seni ngajarin mereka alat musik kalau ada rezekinya nanti

  6. lendyagassi

    Aku inget banget anakku yang pertama pertama kali pegang pensil dari usia 8 bulan ((setelah bisa duduk gencang)). Sama suami ((karena suamiku arsitek, means orang seni)), jadi langsung diajarin pegang pensil si kakak. Dan memang keliatan banget bedanya kalau anak biasa dengan seni dan tidak. Anaknya jadi lebih detilll gitu, perasaanku.

    **ini pembandingnya sama diriku sendiri yang gak bisa menggambar. Jadi kurang teliti, rasanya.

    1. Dian

      Mengenalkan anak anak pada seni sedini mungkin itu memang perlu ya mbak
      sebab seni itu salah satu jenis kecedasan majemuk yang patut dikembangkan pada anak
      dengan kemampuan seni anak tentu bisa berkarya di masa depannya Kelak
      klo anak anakku sejauh ini tertariknya di seni lukis

  7. Hastira

    seni bisa memperhalus jiwa

  8. Ira Hamid

    Anak-anak yang memiliki jiwa seni, akan memiliki jiwa yang halus. Anakku juga suka menggambar walau hasil gambarnya masih kasar tapi kami selalu memberi pujian agar ia semakin semangat menggambar

  9. Sri Nurilla

    Waktu Andina share link tulisan ini di WA status, saya antusias sekali pingin membacanya, tapi tertunda terus dan akhirnya baru dibaca sekarang.

    Jika saja saya sudah mengenal Andina dan sudah ada artikel karya Andina yang ini ketika anak saya masiy toddler, saya akan mengikuti saran Andina dan mungkin anak saya kala itu sudah menyukai menggambar dan melukis.

    (Ehehehe sayangnya ini hanya pengandaian saja ya, karena anak saya lahirnya 2009, dan mungkin kala itu Andina sedang menikmati masa mudanya).

    Sekarang, dia belum tertarik dengan hal manggambar, melukis, atau crafting. Sepertinya siy karena papah mamahnya juga ga ada darah seninya wkwkwk. Jadi si bocah gak pernah melihat orangtuanya ‘bermain’ dengan seni, ya jadi belum pingin explore bidang ini.

    Trimakasih tipsnya ya Andina. Bermanfaat sekali. 🙂

Leave a Reply