Ngomongin Blogwalking, Dulu dan Sekarang

banner ngomongin blogwalking blogger

Ngomongin Blogwalking, Dulu dan Sekarang – Assalamu’alaikum, saatnya menulis soal hal non-teknis atau non-tips. Beberapa artikel sebelumnya saya menjabarkan tips soal buat template IG feed dan tips foto produk, sekarang kembali mau ngomongin blogging.

Tentang Blogwalking

Ketika kita sudah memulai blogging dan menulis secara berkala, tentu kita menantikan sesuatu yang lain. Sesuatu itu biasanya respon atau reaksi dari pembaca.

Blogger biasanya menulis untuk berbagi. Dan walaupun bloggernya bisa lihat artikelnya banyak yang dibaca ataupun nggak, tentu berbeda jika ada komentar pembaca di blognya. Tentunya bukan komentar spam atau cuma tautan link di suatu tempat.

Ya, komentar organik atau reaksi jujur berupa kata-kata dari seseorang yang… mau meluangkan waktunya untuk menulis komentar di blogmu. Jadi, tulisan yang kamu tulis itu bisa menggerakkan hati orang itu sehingga ia sampai menulis komentar.

Kalau komentarnya senang, tentu double boost alias senang. Itu kalau saya. Super happy kalau artikel yang dibaca benar-benar memotivasi atau membawa hal positif kepada si pembaca.

Tapi kalau komentarnya negatif ini harus disikapi bijak. Jangan sampai terpancing. Tapi bercermin dari diri juga ya, jangan-jangan tulisan di artikel kita menyinggung perasaan orang lain. Komentar negatif baiknya dijadikan pembelajaran. Kalau bisa, take a high road, alias berbesar hati saja.

Definisi Blogwalking

Wait, istilah berkunjung di blog orang dan berkomentar dinamakan blogwalking.

Ya kalau jalan-jalan biasa dikatakan walking, jalan-jalan ke blog orang jadi namanya blogwalking. Bisa jadi sih nggak komen, tapi biasanya hingga berkomentar.

Biasanya juga blogger yang repot-repot berkunjung ke blog orang ini ada ketertarikan dari topik yang diangkat. Ia berkunjung dari tautan link yang disebar di dunia maya atau tempat lain.

Adab Blogwalking

Ibarat jalan-jalan ke rumah tetangga yang berniat baik, tentu sejatinya sebagai manusia kita merasa ingin balas budi.

Di sebuah sumber artikel yang dulu saya baca (lupa karena sudah lama sekali bacanya), ketika seorang blogger sudah berkomentar di blogmu, maka adabnya adalah return the favor. Jadi, kita sebaiknya membalas ‘kunjungannya’ dengan kunjungan balik ke blogger itu.

Ketika dia sudah berkomentar di artikel kita, sebaiknya kita juga balas komen di artikelnya.

Tentunya dalam berkomentar memperhatikan etika, harus dengan bahasa baik dan sopan. Kalaupun nggak sreg dengan isinya, bisa memilih kata-kata yang halus.

Blogwalking Dari Masa ke Masa

Blogwalking 10 Tahun Yang Lalu

Perjalanan blogging sunglow mama
komentar pada blogger dan seluk beluknya

Benarkah 10 tahun lalu? Saya mulai serius blogging kira-kira sepuluh tahun lalu. Belum tahu soal blogwalking dan adabnya.

Yang saya tahu, setelah saya rutin posting artikel, ada pengunjung yang suka komen. Disini jadi seneng ya, jadi merasa, ‘Oh ada yang baca! Oh, dia juga sama atau punya perspektif begini ya.’ Ini terjadi setelah saya bergabung di sebuah komunitas blogging.

Tapi ketika saya tahu soal adab blogwalking, saya mulai juga balas komentar di blog orang itu.

Lama-lama saya kepengen juga ada pengunjung lain yang mampir. Ternyata makin banyak kita komentar di blog orang lain, orang lain juga most of the time atau kebanyakan balas balik komen di blog kita. Komentar di blog jadi lebih ramai.

Baca Juga: Dunia Blog, Dunia Multi Kemampuan

Biasanya setiap artikel yang kita tulis menggunakan hati, akan menarik perhatian mereka yang juga sefrekuensi dengan kita. Kalau ‘ketemu’ mereka yang berbagi minat dan pikiran yang sama, otomatis jadi terasa ada ikatan. Disini kunjungan blogwalking jadi upgrade hubungan ke pertemanan.

Yah ini akibat blogwalking yang semanis-manisnya, jadi nambah teman. Bahkan bisa sampai kopdar. Seru, ya.

Tapi ada juga yang nggak membalas kunjungan balik. Entah dia nggak tahu soal adabnya, atau…. artikel kita tidak menarik perhatian dia. Ini yang bikin agak gimana, karena ada harapan kalau dia bakal membalas komen tapi nggak dibalas. Menohok karena orang lain nggak tertarik komentar di artikel kita.

Ya, mau gimana lagi? Jadi berkaca sendiri, mungkin ada yang dia nggak suka di artikel atau ya memang dia nggak mau aja.

Blogwalking 5 Tahun Yang Lalu

5 tahun lalu, saya mulai buat blog baru. Kalau dulu blog saya berbahasa inggris, disini saya buat blog berbahasa indonesia. Genrenya full parenting.

Sebisa mungkin posting artikel blog ya walau jadi ibu baru kan masih riweh dengan aktivitas baru mengurus bayi.

Namun, oh my, sepiiii banget. Kayanya nggak ada komentar yang masuk di blog ini (pada awalnya). Walau, saya sudah menerapkan berkunjung ke blog lain. Nobody return the favor.

Baca Juga: Mesti Coba, Tips Blogging Seru dan Kreatif

Disini sih saya cuma mikir, blog-blog yang saya kunjungi kebanyakan ibu-ibu juga. Mungkin mereka nggak sempat komen atau ya nggak tahu soal adabnya.

Sedih, tapi ini salah satu alasan kenapa saya stop blogging sebentar. Saya tidak tahu kalau era blogging-nya sudah berbeda sekarang.

Blogwalking di tahun 2020

Tahun 2020, saya kembali ngeblog. Salah satu alasannya karena saya terpecut dengan sebuah komunitas blogging.

Disini saya menemukan bahwa grup ini saling support. Bahkan sampai ada whatsapp group khusus untuk blogwalking dan social media walking.

Jaminan bahwa ada yang berkomentar di blog? Ini sebuah booster atau penyemangat sendiri. Senang bahwa ada grup seperti ini.

Cara ikutannya, cukup daftar jadi member. Setiap minggu ada aktivitas blogwalking/social media walking dan masukkan link yang ingin di kunjungi. Semua yang ikut dalam list harus komitmen memberikan kunjungan dan komentar. Lengkap dengan minimal kata juga. Harus selesai dalam kurun waktu yang ditetapkan.

Disini saya coba jalani, dan Alhamdulillah sih mereka yang berkunjung dan berkomentar di blog itu komentarnya baik-baik dan sopan. Mereka yang tergerak karena suka dengan artikelnya akan terasa, namun yang biasa aja kadang terasa juga. Kadang kala ada yang artikelnya diisi komen dengan tone datar. Ini yang agak gimana rasanya.

Tapi itukan sudah sepaket dari mengikuti kegiatan blogwalking dari sebuah komunitas. Mereka yang senang, ya komennya juga pasti terasa tulus.

Yang nggak, mungkin karena sebenarnya tak tertarik atau lagi dikejar waktu komennya (kan dibatasi waktu blogwalking-nya).

Untuk sekarang saya suka ikut acara blogwalking, tapi sebisa mungkin tidak kalap ikut kebanyakan. Karena apa, nanti saya malah nggak nulis-nulis. Keasikan ikut acara blogwalking, malah lupa esensi ngeblog, yaitu menulis.

Komentar Harus Dipaksa?

Ternyata, di sebuah artikel dari blogger senior, blogwalking masa kini haruslah dijadwalkan seperti ini. Kalau nggak, well, bisa jadi ga ada komentar. Jadi menurutnya, blogger harus ‘dipaksa’ komen di blog orang lain.

Sedih nggak sih? Agak miris juga.

Tapi beberapa artikel yang saya buat, nggak diikutkan ke acara blogwalking, itu bisa dikomen dan diapresiasi juga kok. Setelah saya telaah, saya memang menulis artikel itu pakai hati (ceilehh). Nggak diribetkan dengan masalah teknis, atau apa.

Pun setelah saya lihat-lihat blog yang hits atau banyak subscribernya nggak butuh juga sih ikutan acara blogwalking seperti ini. Karena sudah banyak yang komen. Komennya bisa pun panjang-panjang.

Macam-Macam Blogwalking

Aktif blogging di masa sekarang dan ikut berbagai komunitas jadi buat saya ‘bertemu’ berbagai tipe acara Blogwalking. Diantaranya:

  • Basic Blogwalking : Acara kunjung dan komentar blogwalking standar, dimana kita mengisi list dan setuju mengunjungi link lain dalam daftar dalam sebuah periode waktu
  • Blogwalking dari Akun Social media: Prinsipnya sama dengan blogwalking standar tapi dengan membubuhkan link social media
  • Blogwalking anti-endorse : Acara blogwalking yang hanya menerima artikel tanpa endorse/menyebutkan merk atau apapun yang mengharuskan bayar
  • Blogwalking Pageviews : Acara blogwalking demi menaikkan rate pageviews dan tanpa komentar yang mengharuskan kunjungan berdurasi sekian menit

Kesimpulan

Jadi apa kesimpulannya?

Blogwalking memang salah satu aktivitas sepaket dalam kegiatan blogging, tapi itu bukan segalanya.

Mendapat apresiasi tentu senang, tapi kalau itu tujuan utama dalam blogging kayanya ini bukan hal yang tepat.

Bisa jadi blog gak ada yang komen, tapi di dunia nyata ternyata yang baca bisa sampai termotivasi atau hidupnya berubah 180 derajat. Wow,…

Jangan juga karena satu komen negatif kita sampai menghapus komentar blog, atau merasa down. Ini anggap saja pembelajaran.

Buat komentar blogger sebagai pemanis atau motivasi, baik atau buruk isinya.

Oh ya, jangan lupa jika ingin blog kita mudah dikunjungi agar kita memakai template blog yang baik agar mudah diakses.

Kalau kamu sendiri, pernah punya pengalaman unik dalam blogwalking, nggak?

sunglow mama signature

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

This Post Has 8 Comments

  1. sama mbak
    sama dengan yang aku rasain
    10 tahun yang lalu, aku nulis suka-suka, dan blogger2 suka juga datang ke blog aku
    kita bisa saling komen suka2 dan saling berbahagia

    5 tahun lalu, sepi. kutengok-tengok, nggak ada yang komen balik

    2-3 tahun belakangan ini, sudah ramai grup wa blogwalking
    yaaah, gimana yaa
    ya gituwes

  2. Nurul Sufitri

    Halo, salam kenal. Aku join komunitas menulis sejak 211 tapi mulai ngeblog baru 2016. 2 th pertama aku ga ikutan list BW loh tp kunjungan pembaca beneran tulus dan aku juga balas mampir n komen. PV dulu malah jauuuuh lebih tinggi drpd saat ini. Nah giliran ngelist BW, PV aku biasa aja sih trus memang banyak komenan cuma kayaknya beda rasanya jika dibandingin sama yang th2 sebelumnya. Pas aku suka artikel blogger lain dan aku komen (Yang ini di luar listing2an ya) eh yang balas mungkin separuhnya ya, apalagi kalau orang ini termasuk yang juara2 lomba blognya puluhan wkwkwkwkwk. Jadi memang kudu berlapang dada siap2 ga dibalas. Tapiiii banyak juga sih aku dan teman2 lain yang masih saling bertamu.. rezeki2an juga. Mungkin mesti lebih meningkatkan kualitas dan ketertarikan orang untuk kasih komen. Tq

  3. Juliapasca

    Masih terus mengikuti ritme sampai tahap ini. Sudah hampir setahun lebih saya mengenal dunia blogging mbak ndin. Awal² malah gak tahu kalau ada blogwalking dijadwalkan, terus setelah tahu e malah terlalu serakah cuma ingin dikomenin. But gak bohong, komen adalah sesuatu yang saya inginkan. Tapi memang benar terlalu fokus ke komen juga gak bagus. Kalau aku sih yang sedang² saja mbak. Tidak berlebihan hanya mengejar komen belaka. Etapi, memang untuk blogwalking saya jadi tahu jenis² tulisan dari blogger lo mbak. Manfaatnya itu.

  4. Indri Ariadna

    Kalau gak dipaksa gak bakalan mau BW nih kalau aku hahaha

  5. riuusa

    Kalau saya menjadwalkan diri untuk blogwalking biar lebih terbiasa, masih kagok juga ini.
    Tapi kadang saking serunya blogwalking dan nemu topik-topik baru yang menarik malah jadi lupa diri untuk nulis di blog.

  6. fanny_dcatqueen

    Aku ngerasain juga beda BW zaman dulu Ama yg skr. Aku mulai ngeblog 2011 mba, dulu kayaknya yg mau BW blm sebanyak sekarang tapi setidaknya tulus. BW karena memang mau, bukan Krn embel2 dijdwalin.

    Makin kesini, yg dulu rajin, malah jd ga mau BW. Ada juga alasannya Krn takut spam score gede -_- . Tapi ngarepin orang datang ke rumah dia 😀

    Aku ngeblog bukan utk nyari duit, dari dulu Ampe skr, aku hanya nulis organik dan ga mau trima sponsor post. Krn itu aku jarang mikirin DA PA ato spam score. Mau blog yg aku datangin spam scorenya gede ato DA nya rendah, aku ga peduli. Aku akan tetep baca. Trutama karena aku suka membaca dari dulu. Ga harus blog yg SE Niche. Beda Niche pun aku akan baca.

    Dan aku rutin BW balik siapapun yg DTG ke blog ku. Karena aku pikir, mereka toh udah ngeluangin waktu utk baca dan komen, kayaknya ga enak bgt kalo aku ga balas balik kunjungannya. Tapi bukan berarti aku terpaksa ngelakuinnya. Ga samasekali. Seperti yg aku tulis di atas, itu Krn aku suka membaca.

    Makanya seneng banget kalo Nemu temen2 blogger yg sampe skr mau BW dengan tulus :).

  7. Diah Alsa

    Seperti yang Mbak tulis nih, BW dulu VS sekarang emang demikianlah adanya.
    Saya mulai ngeblog 2006, dari masih jamannya ngeblog for having fun hingga sekarang dengan ditambah motivasi lain nyari tambahan jajan, ngerasain juga perbedaan blogwalking dulu dan sekarang.
    Kunjungan balik itu memang penting banget, dapat komen-komen itu rasanya senang banget karena berasa tulisan kita diapresiasi, mau dibaca ama orang dan dapat bonus komen pula.

    Tapi kadang rasanya ingin salto juga sih kalau ada yang komen tapi kelihatan banget orangnya gak baca tulisan dengan tuntas (atau seenggaknya tarik kesimpulan dengan tepat) wkwkwkwwk.

    Sekarang, kadang karena ingin kejar PV jadi gak ada waktu tuk blogwalking natural, atau kalau pas BW di suatu blog dan isinya itu emang asyik, gak sempat dibaca semua karena dikejar waktu buat baca blog lain yang belum tuntas tugas BW nya, xixiixx.

  8. yunita

    hampir tiap buka PC aku BW demi mendaptkan pencerahan untuk ngeblog. punya blog dari lama. baru mencoba dan cari tahu 2 tahun lalu. itu juga maju mundur. seneng akhirnya ketemu blog mbaknya. dapet banyak ilmu jadinya.

Leave a Reply