Categories: Tips

Sifat Perfeksionis dan Pandangannya di Islam

undefinedundefinedundefinedundefined

Entah kenapa malam ini saya mencari kata-kata perfeksionis dan pandangannya di Islam. Ternyata tidak banyak sumber yang saya temukan di internet. Cuma ada satu kajian di Youtube oleh Ustadz Suhendri. Namun, saya baru sadar juga, setelah baca-baca tanda-tanda seseorang memiliki sifat perfeksionis, ternyata saya salah satunya.

Table of Contents

Sifat Perfeksionis

undefinedundefinedundefined

Dalam pandangan saya, sifat perfeksionis seseorang itu ditandai dengan kecenderungan mengerjakan sesuatu hingga mengejar kesempurnaan tanpa cela, menurut sudut pandang seseorang itu. Ia tidak bisa mentolerir sesuatu yang keluar jalur atau tidak sesuai.

Karena mengejar kesempurnaan, maka ia bisa jadi sangat emosional atau uring-uringan jika pekerjaannya itu belum ia anggap sesuai standard-nya.

Tanda-Tanda Kita Memiliki Sifat Perfeksionis

Apa saja tanda-tanda seseorang memiliki sifat perfeksionis? Ini dia:

Tanda-Tanda Seseorang Adalah Perfeksionis:

Kompetitif

Selalu mau lebih unggul atau lebih berprestasi dibandingkan orang lain. Tidak bisa atau tidak terima jika ada orang lain yang dinilai lebih baik.

Gigih

Mengejar sesuatu penuh dengan semangat atau berdedikasi. Tidak gampang puas atau tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan pekerjaan

Mengejar Penilaian Orang

Kita mengejar penilaian yang dianggap baik oleh orang lain, ingin dianggap unggul oleh pihak yang ingin kita buat terkesan

Tidak Pernah Puas Dengan Pekerjaan

Karena mengejar kesempurnaan, maka ketika ada cela sedikit dalam pekerjaan maka kita selalu mengoreksi atau memperbaiki hingga kita anggap terbaik.

Sifat Menunda

Uniknya, orang yang perfeksionis lebih memilih menunda pekerjaan karena mereka tahu jika sudah mulai mengerjakan, mereka akan terlalu terkonsumsi mengejar kesempurnaan, sehingga memilih tidak memulai atau menundanya saja.

Apakah hal-hal ini juga kamu alami?

Pandangan Sifat Perfeksionis di Islam

Ternyata sifat perfeksionis ini adalah istilah baru atau kontemporer, makanya mungkin tidak banyak yang membahas ini dalam kaidah Islami.

Karena kepo dan berniat memerangi sifat perfeksionis dalam diri ini, maka saya putuskan untuk mencarinya juga dalam pandangannya di Islam. Karena Al Qur’an sejatinya adalah the book of everything, dalam artian ia memiliki semua jawaban dalam masalah kehidupan.

Ternyata menurut Ustadz Suhendri, sifat perfeksionis sebenarnya tidak melulu negatif. Karena dalam Islam dan diisyaratkan pula dalam sebuah hadis, bahwa kita dalam mengerjakan suatu pekerjaan sebaiknya dikerjakan dengan sepenuh hati dan sepatutnya (Itqan).

undefined

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melaksanakan suatu pekerjaan, maka pekerjaaan tersebut dilakukannya dengan itqan.” (HR Thabrani).

 

https://republika.co.id/berita/lkrbfx/ihsan-dan-itqanlah-dalam-mengemban-tugas

undefined

Ustadz Suhendri mencontohkan misalnya seseorang menulis buku, ia lebih memperhatikan susunan kata, titik dan komanya bukan dari substansi tulisan, maka ini dianggap tidak baik.

Dalam Islam, kesempurnaan hanya milik Allah.

undefined

Cara Mengatasi Sisi Negatif Perfeksionis

Tentu tidak nyaman dikendalikan oleh kecemasan berlebihan dan obsesi, perasaan tidak cukup atau insecure. Hal yang kita hindari adalah merasa putus asa atau depresi.

Nggak perlu khawatir, sebenarnya ada cara agar kita tidak disetir oleh sifat perfeksionis ini. Diantaranya:

Mencari Ridho Yang Maha Kuasa

undefinedundefined

Lebih baik kita bersandar pada Yang Maha Penguasa, alias Yang Maha Membolak-balikkan Hati yaitu Yang Maha Kuasa. Karena dia Dzat paling sempurna dan selalu ada di saat orang lain lengah.

Cari Pemicu Masalah

undefinedundefined

Menerima Diri Apa Adanya

 

Percaya Kemampuan Diri

undefinedundefined

Berpikir dan Meluruskan Pikiran Jadi Positif

undefinedundefinedundefinedundefinedundefined

 

Referensi:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160919091333-255-159275/lima-bahaya-yang-mengintai-si-perfeksionis

https://www.merdeka.com/gaya/5-tanda-orang-yang-perfeksionis.html

undefinedundefinedundefined​

 

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

View Comments

  • Mencoba yg terbaik semaksimal mungkin bukan sesuatu yg perfeksionis kan ya mba hehe

  • Wah sepertinya daya juga masuk sifat Perfeksionis ini. Segala sesuatu inginya sempurna.

    Gara-gara itu sulit untuk merasa puas, misalnya saat beli benda seni, pertama terlihat sempurna auto ingin beli hehe, setelah memiliki ternyata ada kecacatan saat itu juga sudah males,

    • Ternyata perfeksionis itu positif asalkan tidak berlebihan. Tapi betul sekali yang namanya manusia cuma bisa berusaha. Kesempurnaan hanya milik Allah ta'ala.

  • Aku banget nih, terkonsumsi mengejar kesempurnaan. Lah semua artikel di sun glow mama kok aku banget hahaha.

    Bener kata mba, islam nyuruh kita itqan, totalitas sampai ketemu skala yg kita pengen, perfect. Yang bikin waras itqan itu harus bareng juga dengan iman pada ketetapanNya dan meyakini Allah paling sayang kita. Jadi insyaAllah all outnya ngga uring-uringan wkwk.

  • Ternyata perfeksionis itu positif asalkan tidak berlebihan. Tapi betul sekali yang namanya manusia cuma bisa berusaha. Kesempurnaan hanya milik Allah ta'ala.

  • sebenarnya perfeksionis itu bagus juga asal tidak berlebihan. karena kita harus berusaha memberikan yang terbaik. tapi juga harus sadar diri bahwa kesempurnaan hanya milik Allah.

  • Aku dulu begini juga mbak. Super perfeksionis. Saking perfeksionisnya, aku suka kerjain ulang apa yang sudah kudelegasikan ke orang lain.

    Lama-lama kok gila sendiri. Wkwkwk...

    Akhirnya, aku turunkan intensitas itu. Sebetulnya, kalaj ditanya kenapa kok gitu, bukan buat ngejar penilaian orang juga. Tapi kaya ada dorongan dalam diri kalau semua yang dikerjakan harus sempurna. Makin lama makin mikir kalau itu nggak bagus.

    Totalitas buat ngerjain sesuatu itu harus. Tapi ya harus lihat kapasitas diri juga. Harus mau berbagi peran juga. Nurunin standar dikit karna nggak bisa kalau ngejar kesempurnaan. Lama-lama bisa.

    Dan ini nih poin yang aku highlight banget dari artikel ini. Ridho Allah yang harus kita kejar. Totalitas itu harus, tapi bukan untuk ngejar penilaian orang. Cukup ridho Allah aja. Biar nggak capek.

    Thank you for sharing mbaaak.. ❤️

Recent Posts

Flashback Blogging 10+ Tahun Lalu

Refleksi tentang pengalaman blogging lebih dari 10 tahun lalu: menulis demi kesenangan, promosi cukup lewat…

4 days ago

Belajar Mengelola Energi Setelah Menjadi Ibu

Dulu saya merasa harus melakukan banyak hal sekaligus. Ide datang terus, aktivitas bertambah, tapi energi…

6 days ago

Kunyit Asam Lancar Datang Bulan

Kram perut saat haid merupakan keluhan paling umum yang dirasakan wanita. Nyeri tersebut hanya ketidaknyamanan…

1 week ago

Dari Kampus ke Rumah, Bukan Sekedar “Cuma IRT”

Dari multimedia hingga homeschooling, semua ilmu ternyata terpakai. Cerita tentang menjadi ibu, pendidik, dan pembelajar…

1 month ago

Tak Cuma Menulis, Ini 4 Cara Ibu Terkoneksi ke Diri Sendiri

Menjadi ibu sering membuat kita lupa pada diri sendiri. Lewat menulis, berkesenian, olahraga, dan mendekat…

1 month ago

Membaca di Tengah Kesibukan: Rekap Buku 2025 & Wishlist Bacaan 2026

Bukan soal berapa banyak buku yang dibaca, tapi bagaimana membaca tetap hidup di tengah kesibukan…

2 months ago

This website uses cookies.