Membuat Infografis Untuk Blog – Meskipun nggak semua poin dalam tulisan Ngeblog Lebih Baik di Tahun 2023 saya lakukan, tapi ada satu poin yang sering saya usahakan lakukan dalam blogpost saya. Yaitu membuat infografis untuk artikel blog.
Berusaha ‘memerangi’ rasa malas saya mengolah grafis demi mempercantik blog, tapi setelah saya membuatnya ada rasa puas. Karena saya telah meng-upgrade tulisan saya jadi lebih mudah ditangkap secara visual dan insya Allah memanjakan mata. Mudah-mudahan pengunjung juga jauh lebih mengerti penyampaian informasi dalam tulisan saya.
Yuk kita bahas lebih mendalam apa itu infografis:
Dulu sih mendengar kata infografis yang terbayang adalah tabel-tabel statistik dan informasi berupa gambar yang berdasarkan data. Tapi sebenarnya tidak harus melulu serumit itu kok.
Nah menurut wikipedia, ini definisi infografik:
Sebenarnya kan infografis adalah bentuk sederhana secara visual dari informasi dalam artikel. Jadi kalau tulisan kita tidak banyak menekankan data, infografisnya juga tidak perlu rumit-rumit.
Biasanya infografis banyak di pakai media atau website mengenai berita. Tapi ngga jarang juga dalam tulisan blog memakai grafis.
Ini beberapa keuntungan membuat grafis sendiri untuk blog kita:
Buat apa repot-repot membuat infografis? Terkadang sih infografis sudah tersedia dari sumber artikel yang kita ambil sebagai referensi. Bisa saja sih kita comot (tentunya dengan menyertakan link dan sumber infografisnya) untuk dipampang di artikel blog kita. Memang lebih ringkas, tapi ada alasan khusus mengapa harus buat sendiri.
Comot-comot infografis bisa saja. Tapi beda ya kalau ada watermark blog kita dalam konten itu. Eits, ini infografis blog kita sendiri. Alih-alih malah infografis kita yang dijadikan sumber oleh pihak lain (dengan catatan diapun menyebutkan blog kita sebagai sumber).
Apa? Ambil infografis dari web lain? Bukankah lebih baik kita menciptakan dengan identitas visual blog kita pribadi? Dengan membuat sendiri konten kita jadi lebih orisinil dan tentunya tidak sama dengan artikel lain.
Dengan mempertimbangkan elemen-elemen estetis seperti palet warna, paduan font dan elemen lainnya, insya Allah konten blog kita jadi semakin cantik deh. Nggak diisi teks penuh saja yang bisa menjemukan mata.
Khususnya jika tulisan kita panjang dan penuh pembahasan, terutama jika ada data-data angka dan statistik nah kita bisa menggunakan infografis agar pengunjung lebih paham apa yang kita bahas. Ya, infografis bisa merangkum dan membuat sederhana informasi yang kita sampaikan.
Zaman begini, semua konten bisa dialihkan jadi konten lain. Minimal kamu punya akun sosmed. Jadi seenggaknya infografis bisa kamu repurpose atau ubah fungsi untuk konten media lain, seperti sosmed, konten Youtube, WhatsApp story atau lainnya.
Untuk membuat infografis sebenarnya tidak harus punya kemampuan grafis mumpuni. Kamu bisa menggunakan beberapa website yang memang disediakan untuk membuat infografis dengan mudah. Misalnya seperti mindthegraph, Piktochart atau Canva.
Tapi sebelum ke teknis, terlebih dahulu kita fokus ke isi infografisnya:
Infografis tidak melulu berisi tabel atau grafik melainkan ada beberapa tipe. Untuk itu jangan keburu terintimidasi mendengar kata ‘infografis’. Ini dia beberapa tipe infografis yang kamu bisa pakai di blog:
Contoh Infografis Sederhana:
Memang banyak keuntungan untuk membuat infografis untuk blog kita. Tapi saran saya jangan coba buat kalau:
Infografis dibutuhkan untuk memperkuat dan mendukung artikel blog kita dan bukanlah main attraction-nya. Jika kamu sering blogging, tak ada salahnya membuat infografis sendiri jika dirasa artikelmu akan makin valid menggunakannya. Semoga tulisan ini bermanfaat ya. Terima kasih sudah membaca.
Refleksi tentang pengalaman blogging lebih dari 10 tahun lalu: menulis demi kesenangan, promosi cukup lewat…
Dulu saya merasa harus melakukan banyak hal sekaligus. Ide datang terus, aktivitas bertambah, tapi energi…
Kram perut saat haid merupakan keluhan paling umum yang dirasakan wanita. Nyeri tersebut hanya ketidaknyamanan…
Dari multimedia hingga homeschooling, semua ilmu ternyata terpakai. Cerita tentang menjadi ibu, pendidik, dan pembelajar…
Menjadi ibu sering membuat kita lupa pada diri sendiri. Lewat menulis, berkesenian, olahraga, dan mendekat…
Bukan soal berapa banyak buku yang dibaca, tapi bagaimana membaca tetap hidup di tengah kesibukan…
This website uses cookies.
View Comments
dulu awal-awal nulis, gakepikiran buat infografis. Terus lama-lama tulisanku juga berkembang gitu, dan ngeliat temen-temen blogger lain yang dikasih infografis terlihat menarik aja
dan aku banyak melihat dari temen-temen blogger untuk inspirasi
bener mbak, aku kalau buat infografis, aku tambahkan watermark nama blogku. Kalau dicomot orang lain, enak aja itu, ga menyumang ide untuk point pointnya
Belum pernah bikin sih, krn memang tulisan pengalaman travelingku sbnrnya blm membutuhkan infografis. Tapi bisa aja kalo utk dibuat sebagai summary kali yaa . sekalian belajar cara membuat infografis juga.
Paling sering liat blog temen yg membahas review suatu produk, atau membahas sesuatu yg pakai data. Nah mereka banyak yg pakai infografis