Categories: Canva

Mengenal Canva, Jatuh Cinta Hingga Buat Kelas Sharing-nya

Perjalanan ‘menemukan’ aplikasi Canva buat saya. Bagi yang sudah biasa pakai Canva lama mungkin heran, kok baru gandrung sekarang? Ternyata kalau saya nggak jualan online, mungkin saya ngga akan ketemu sama Canva.

Alhamdulillah, sudah kira-kira 7 bulanan mulai berjualan online lagi. Menjalankan bisnis online nggak cuma pajang produk dan buka lapak aja, tapi harus memikirkan look dari online shop secara keseluruhan. Untuk itu butuh grafis yang bagus.

Selain dari belajar ini-itu soal jualan dan networking, ternyata saya kesulitan mencari aplikasi grafis yang oke dan fleksibel. Yang oke itu maksudnya yang bisa dikreasikan macam-macam, nggak cuma buat nambahin teks atau foto dikasih frame. Yang fleksibel maksudnya bisa digunakan untuk berbagai macam fungsi dan mudah digunakan.

Dulu saya memang punya background kuliah desain grafis, makanya suka sedikit perfeksionis. Karena mengerjakan grafis di komputer lagi nggak memungkinkan sekaligus riweuh suka digangguin si kecil, akhirnya saya ngerjain semuanya dari smartphone. Awalnya sih mikirnya nggak bisa. But believe it or not, it’s doable.

Before dan After Canva

Sebelum pakai Canva, saya bisa pakai sampai 3 aplikasi foto dan grafis buat satu konten. Bayangin ribetnya, galeri foto jadi agak banyak karena ada beberapa versi edit. Cukup gak efektif dan memakan waktu. Makan kuota dan tempat di storage handphone juga.

Baru berjalan sebulan-dua bulan sampai saya baru menemukan Canva. Aplikasi Canva adalah aplikasi grafis drag-and-drop yang gampang digunakan. Yang bikin saya jatuh cinta ada banyak banget font, vektor dan foto yang bisa digunakan gratis. Bisa bikin apa aja dari cetak, sosmed dan web. Meskipun ada fitur yang dibatasi karena harus berbayar, tapi Canva masih leluasa digunakan. Bisa diakali juga loh.

Serunya lagi, siapa aja bisa pakai. Bahkan yang nggak punya latar belakang grafis bisa pakai. Yang harus diandalkan adalah kreatifitas dan kuota. Iya, sayangnya Canva masih tergantung dengan koneksi internet. Kalau nggak mungkin aplikasi ini akan lebih berat bobotnya di handphone.

Memakai Canva Untuk Jualan Online

Setelah saya ketemu aplikasi ini, bikin logo dan konten buat keperluan jualan otomatis langsung pakai Canva semua. Baru-baru ini pun saya bikin untuk feature image blog juga. Seneng banget, semuanya bisa dibikin. Bahkan saya juga gunakan Canva membuat invoice penjualan.

Kenapa saya hepi banget, karena pakai Canva sangat memudahkan saya yang sekalian ngerjain tugas negara alias ngurusin rumah dan keluarga. Tinggal buka aplikasinya dari handphone, dibanding nyala-matiin komputer yang bisa boros listrik karena sering saya tinggal ngerjain tugas negara.

Membuat Kelas Canva Basic

Oh ya, di artikel sebelumnya saya juga share kalo aku sempat bikin flyer untuk kelas online. Gara-gara itu, saya di rekues untuk sharing basic memakai Canva via kelas Whatsapp. Dan, akhirnya saya jadi ngajarin Canva ke 38 orang yang ikutan kelas itu. It’s a big deal, buat saya yang dulu pemalu banget, bisa sampai ngajar seperti ini. Menyenangkan rasanya bisa ngebantu orang dengan ilmu yang kita tahu.

Iseng-iseng saya bikin sertifikat apresiasi buat yang berhasil kelarin semua tugas di kelas itu, pakai Canva juga. Bahkan kelar saya kasih 2 tugas, ada yang rekues mau lagi dikasih 🙂

Doain ya, rencananya aku mau bikin desain digital buat dibagiin gratis maupun dijual. Saat ini masih dalam tahap brainstorming di kepala. Bukan nggak mungkin juga bakal buka kelas sharing belajar Canva lagi. Karena giving back is important.

Pssst… saya ngeblog soal Canva nggak ada maksud promosiin Canva ya, murni karena saya seneng banget pakainya.

Apa ibu-ibu pernah pakai Canva? Atau, memakai aplikasi grafis lain?

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

View Comments

  • Salam kenalll!
    Perjalanan blogging menemukanku dengan Canva, kira-kira 5 tahun yll. UI Canva saat itupun masih 'jadul'. Alhamdulillah sampai sekarang masih dan makin cintah dengan Canva. Banyak improvementnya kalau menurutku pribadi.
    Selamat ber-Canva juga mbaa ^_^

Recent Posts

Tips Kolaborasi dengan Gen Z (Dari Sisi Pengamat)

Tips kolaborasi dengan Gen Z dari sudut pandang pengamat: memahami karakter digital, komunikasi singkat, hingga…

2 days ago

Flashback Blogging 10+ Tahun Lalu

Refleksi tentang pengalaman blogging lebih dari 10 tahun lalu: menulis demi kesenangan, promosi cukup lewat…

1 week ago

Belajar Mengelola Energi Setelah Menjadi Ibu

Dulu saya merasa harus melakukan banyak hal sekaligus. Ide datang terus, aktivitas bertambah, tapi energi…

1 week ago

Kunyit Asam Lancar Datang Bulan

Kram perut saat haid merupakan keluhan paling umum yang dirasakan wanita. Nyeri tersebut hanya ketidaknyamanan…

2 weeks ago

Dari Kampus ke Rumah, Bukan Sekedar “Cuma IRT”

Dari multimedia hingga homeschooling, semua ilmu ternyata terpakai. Cerita tentang menjadi ibu, pendidik, dan pembelajar…

1 month ago

Tak Cuma Menulis, Ini 4 Cara Ibu Terkoneksi ke Diri Sendiri

Menjadi ibu sering membuat kita lupa pada diri sendiri. Lewat menulis, berkesenian, olahraga, dan mendekat…

1 month ago

This website uses cookies.