Membaca di Tengah Kesibukan: Rekap Buku 2025 & Wishlist Bacaan 2026 – Membaca buku adalah satu bentuk kemewahan di era perang digital masa kini. Bagi saya bisa fokus baca buku beberapa lembar adalah suatu kemenangan. Karena menantangnya hari-hari yang padat kegiatan dan melakukan to-do-list.
Namun itulah, membaca buku seharusnya terus dilakukan. Demi pikiran yang fokus, aktualisasi diri dan juga sebuah kegemaran positif agar jauh dari layar.
Beberapa tahun belakangan saya berusaha baca buku lagi. Dan Alhamdulillah, walau belum banyak yang dibaca, saya merasa jadi pribadi yang lebih berpengetahuan lagi, dibanding tidak dibaca sama sekali.
Tentu saja, kita butuh buku yang bagus untuk bisa mencapai state seperti itu. Beberapa waktu saya malah memilih kegiatan lain dibanding buku yang saya pilih untuk baca, itu karena si buku nggak cukup membuat saya tertarik untuk baca lagi. Sayang sekali, karena waktu saya off screen dan hening jadi hilang lagi.
Tapi itulah, saya mencoba lebih jeli lagi mengatasi masalah ini. Moga-moga tahun 2026 saya masih gencar baca buku dan bisa membuat saya lupa scroll sosmed.
Ini dia buku-buku yang saya baca hingga selesai di tahun 2025:
Top 3:
Buku-buku lainnya yang saya baca:
Note: Buku fiksi yang saya baca di atas karena demi menyelesaikan tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog 2025.
Overall, mungkin bukan tahun paling produktif baca buku. Tapi senang menyempatkan baca di tengah kesibukan.
Memilih bacaan buku agak menantang. Karena ngga semua buku sesuai value dan ngga semua yang kelihatan menarik itu worth our time. Tapi dengan motivasi mau menjauh dari layar, membuat saya mencari buku fiksi yang berkesan.
Tapi seperti juga cari tontonan layak, kita ngga akan pernah tahu bagus atau nggak sampai baca sendiri. Jadi, ini pilihan buku yang insya Allah mau saya baca tahun 2026.
Beberapa saya pilih karena suka buku penulis sebelumnya, kebanyakan karena tentu terlihat menarik dibaca. Topiknya masih antara produktivitas, agama, parenting dan gaya hidup.
Note: Daftar atau buku yang disebut mungkin ngga akan saya baca. Tergantung situasi, kondisi dan mood.
Ibu rumah tangga punya kegiatan yang cenderung padat. Ngga hanya mengurus rumah dan anak, ia juga bisa aktif di lingkup sosial dan juga pekerjaan. Seperti halnya aktivitas ngeblog, membaca buku juga harus ditemukan strateginya.
Carilah waktu paling tenang untuk membaca buku. Karena ngga ada gunanya baca kalau kamu masih di tengah kesibukan atau lagi jaga anak yang masih kecil-kecil.
Konsentrasi kita akan terpecah dan mau masuk informasi juga susah ke kepala. Saya sendiri ngga bisa multi-tasking kalau baca buku.
Waktu tenang belum ada? Ada seorang kenalan yang suggest mendengarkan audio book. Mungkin bisa sambil didengarkan di perjalanan, mengerjakan pekerjaan rumah atau lainnya. Ini sih saya belum coba. Tapi kalau mau begini, sebaiknya sambil mengerjakan aktivitas yang ngga banyak mondar-mandir.
Menurut saya, selama membaca buku masih sebuah hobby, ngga usah berlebihan memasang target baca buku. Realistis saja.
Sehari cuma bisa baca 1-2 lembar? Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Harus diingat bahwa membaca buku bukan sebuah beban, melainkan sebuah aktivitas yang memberikan support dan makanan untuk otak kita.
Karena waktu ngga banyak, manfaatkan cari buku yang menarik dan membuatmu pintar. Tak usah selalu memaksakan baca buku yang ‘berat’ kecuali kamu memang suka atau terhibur dengan topik itu.
Seperti Mbak Dian Restu Agustina yang suka membaca buku dengan tema ringan dan lifestyle, kita juga bisa memilih buku sesuai kegemaran pribadi. Ada kok yang stres baca buku sejarah, tapi lainnya malah gandrung. Saya tertarik baca buku mengenai gaya hidup minimalis, sementara yang lain lebih prefer cerita fiksi imajinasi.
Nah bagaimana? Kalau kamu mau baca buku apa saja tahun 2026?
Refleksi tentang pengalaman blogging lebih dari 10 tahun lalu: menulis demi kesenangan, promosi cukup lewat…
Dulu saya merasa harus melakukan banyak hal sekaligus. Ide datang terus, aktivitas bertambah, tapi energi…
Kram perut saat haid merupakan keluhan paling umum yang dirasakan wanita. Nyeri tersebut hanya ketidaknyamanan…
Dari multimedia hingga homeschooling, semua ilmu ternyata terpakai. Cerita tentang menjadi ibu, pendidik, dan pembelajar…
Menjadi ibu sering membuat kita lupa pada diri sendiri. Lewat menulis, berkesenian, olahraga, dan mendekat…
5 tempat berkesan dan inspiratif secara umum untuk saya, tempat-tempat yang dekat dengan alam, indah…
This website uses cookies.
View Comments
2 tahun belakangan ini aja aku ga bikin target membaca, padahal sebelumnya selalu bikin mba. Biasanya 1 Minggu, 1 buku. Jadi total setahun 54.
Tp 2026 aku bikin 50 aja, Krn bakal traveling panjang di akhir tahun .
Kayaknya memang hrs bikin targetnya, supaya bisa achieve. Krn sebelum2nya, aku ga pake target, membaca sih tiap hariiii, cuma Krn ga ada target, jadi yg dibaca sedikit2.
Sementara kalau ada target, aku lebih terarah, sehari udah tahu hrs baca berapa bab.
Supaya mudah, aku selalu baca pagi hari abis subuh. Tu otak msh seger, baca msh semangat. . Beda kalah mulainya malam. Ngantuk yg ada