Cerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

cerita menumbuhkan minat baca si kecil hingga menemukan let's read - sunglow mama

Mengenalkan Buku ke Anak

Membaca adalah salah satu hobby saya beranjak besar, meski awalnya dari buku komik dan novel remaja. Kalau diingat-ingat, koleksi buku saya sampai memenuhi rak buku di dalam lemari. Saya juga suka pelajaran bahasa Indonesia yang membahas novel.

Memasuki masa kuliah, hobby itu terlupakan dan saya beralih ke dunia multimedia. Hingga akhirnya saya punya anak, saya merasa harus mengenalkan buku kepadanya. Pemikiran saya berbeda dengan suami yang lebih suka membelikan mainan padanya. Saya agak khawatir anak saya jadi lebih dominan terpapar layar dari gadget dan handphone.

Saya suka baca-baca artikel tentang parenting, lalu menemukan topik tentang manfaat membacakan buku ke anak. Diantara manfaat membacakan buku ke anak yang masih bayi, yaitu menumbuhkan kedekatan dengan orangtua, memperlihatkan afeksi atau kasih sayang kita pada anak dan mengenalkan kosa kata baru. Nggak cuma itu, ternyata membacakan buku ke anak juga membuat rileks orangtua, lho. Mengetahui beberapa hal ini saya jadi makin ingin mencarikan buku padanya.

Tapi saya lihat di pasaran kok ya sepertinya yang lebih menonjol dengan ilustrasi bagus itu buku-buku impor alias buku berbahasa asing.Belum-belum anak saya lancar berbicara, rasanya berlebihan jika saya membacakan buku berbahasa asing. Takutnya dia nggak mengerti ceritanya dan saya harus dua kali membacakan bukunya: dengan bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apalagi, range harga bukunya rata-rata mahal. Padahal sih saya mengerti, ada biaya cetak dan biaya desain ini itu untuk mencetak buku. Ah, tapi lagi-lagi budget yang berbicara.

Read moreCerita Menumbuhkan Minat Baca Si Kecil Hingga Menemukan ‘Let’s Read’

Biar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Ramadhan 2020 dan Pandemi

Banyak yang mengeluh atau hati merasa ngeganjel memulai Ramadhan dengan segala keterbatasannya: nggak bisa halal bihalal atau buka puasa bersama, nggak bisa tarawih di masjid, nggak bisa belanja ke pertokoan (ups, kayanya ini buat beberapa orang nggak masalah) dan puncaknya ada larangan untuk mudik.

Semua hal yang terjadi itu datangnya dari Yang Maha Kuasa dan pastinya ada hikmah dibalik semua kejadian. Dulu saya pernah nulis kalau dengan turunnya virus Corona, kita jadi lebih bersih-bersih dan polusi udara berkurang. Sekarang, dengan memasuki bulan Ramadhan, ada lho hal positif yang bisa kita tarik dari turunnya virus Corona ini.

Read moreBiar Hati Plong, Ini Hal-Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Ramadhan 2020

Hikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Hikmah di balik membuat kolak pisang sendiri

Yes, akhirnya saya bisa buat suguhan klasik di bulan puasa, yaitu kolak pisang. Saya berhasil menaklukkan pikiran saya sendiri soal membuat makanan ini. Plus, saya menambahkan topping ekstra khas kampung halaman saya waktu menyantap pisgor baru-baru ini. Penting banget, hehehe. Awalnya gimana ini?

Alhamdulillah, kita sudah sampai di minggu terakhir Ramadhan di tahun 2020. Kalau mengingat awal puasa, rasanya (kalau saya ya) sedikit tertantang. Jadi, biasanya saya selalu kerepotan di bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya memang saya yang anak bungsu ini biasanya selalu tersuguhi makanan sudah jadi di rumah orangtua. Kalau membantu sedikit-sedikit ada, seperti goreng-goreng makanan yang gampang, cetak-cetak adonan kue kering, bikinin teh manis. Tapi me-manage household dan masak semua sendiri? Baru lima tahun ini, setelah menikah tepatnya.

Read moreHikmah Di Balik Bikin Kolak Pisang Sendiri dan Topping Khas Pisang Goreng Keluarga

Tentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Assalamu’alaikum, bagaimana bulan Ramadhan-nya sejauh ini? Nggak kerasa sudah masuk hari ke 20. Tentu sudah merasakan bagaimana perbedaan berpuasa di tengah wabah pandemi ini. Nggak sedikit dari kita yang mengkhawatirkan soal ekonomi atau pemasukan.

Bukan rahasia lagi bahwa bulan ramadhan sendiri adalah bulan dimana ada momen khusus untuk mencari pendapatan. Banyak dari kita yang membuka lapaknya, seperti menjual makanan buka puasa, kue kering, baju lebaran, calo tiket kereta atau pesawat. Namun sebagian harus lumpuh karena PSBB dan social distancing, membuat masyarakat enggan untuk keluar rumah dan berhati-hati dalam beraktivitas. Tapi masih ada sebagian bidang ekonomi yang berjalan, karena lebaran begitu lekat dalam benak masyarakat.

Bicara soal rezeki, saya mau sharing pengalaman saya beberapa tahun lalu. Saya selalu ingat hal ini kalau sedang mengkhawatirkan rezeki. Setidaknya bisa menenangkan saya dan mengingatkan saya bahwa Allah selalu menjaga umatnya.

Dalam perjalanan rumah tangga saya dan suami, tentu nggak tanpa ujian. Salah satunya dari masalah ekonomi. Kondisi waktu itu, saya sudah resign kerja kantoran. Pekerjaan lepas ada namun tidak bisa full saya kerjakan. Saya juga sudah lama nggak berjualan online karena sibuk mengurus anak yang masih baru lahir. Namun tetap pemasukan utama dari pekerjaan suami.

Waktu itu tanggal sudah penghujung bulan. Tinggal beberapa hari lagi sebelum suami gajian. Tapi isi dompet nggak mencukupi. Pikiran saya blank harus bagaimana. Mungkin juga udah sibuk ya ngurusin si bayi, jadi rasanya untuk khawatir hampir nggak ada space di kepala. Suami juga tengah memikirkan bagaimana mencukupi hari-hari di tanggal tua ini.

Read moreTentang Rezeki, Hashtag Instagram dan Tawakkal

Menemukan Aplikasi Canva, Jatuh Cinta Hingga Buat Kelas Sharing-nya

Perjalanan ‘menemukan’ aplikasi Canva buat saya. Bagi yang sudah biasa pakai Canva lama mungkin heran, kok baru gandrung sekarang? Ternyata kalau saya nggak jualan online, mungkin saya ngga akan ketemu sama Canva.

Alhamdulillah, sudah kira-kira 7 bulanan mulai berjualan online lagi. Menjalankan bisnis online nggak cuma pajang produk dan buka lapak aja, tapi harus memikirkan look dari online shop secara keseluruhan. Untuk itu butuh grafis yang bagus.

Selain dari belajar ini-itu soal jualan dan networking, ternyata saya kesulitan mencari aplikasi grafis yang oke dan fleksibel. Yang oke itu maksudnya yang bisa dikreasikan macam-macam, nggak cuma buat nambahin teks atau foto dikasih frame. Yang fleksibel maksudnya bisa digunakan untuk berbagai macam fungsi dan mudah digunakan.

Read moreMenemukan Aplikasi Canva, Jatuh Cinta Hingga Buat Kelas Sharing-nya

Ngomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Photo by Engin Akyurt from Pexels

Baru-baru ini saya melakukan blogwalking dan menemukan sebuah topik yang menarik. Topik yang mungkin banyak orang juga terjebak. Saya jadi teringat bertahun-tahun saya terjebak dalam masalah yang dibahas di blog itu sampai akhirnya saya ‘terpaksa’ harus mendobrak sendiri untuk keluar dari masalah tersebut. Masalahnya adalah comfort zone, atau zona nyaman.

Zona nyaman atau Comfort Zone adalah sebuah situasi atau lingkungan yang sangat nyaman bagi sebuah individu, sehingga walaupun individu itu sebenarnya tidak benar-benar fit atau sesuai lagi dengan zona tersebut menjadi enggan keluar. Enggan disini bisa karena beberapa macam sih. Nah kalau saya sendiri, ada rasa takut dengan resiko keluar dari zona nyaman dan juga terlena karena atmosfir yang membuat saya nyaman disitu. Saya lagi ngomongin terjebak di comfort zone di sebuah pekerjaan yang pernah saya geluti.

Read moreNgomongin Terjebak di Comfort Zone Atau Zona Nyaman dan Cara Mengatasinya

Kreatif, Ini 10 Kreasi Olahan Kurma Yang Bisa Dicoba Untuk Makanan Berbuka Puasa

9 kreasi olahan kurma untuk berbuka puasa

Wah, sudah masuk bulan puasa, nih. Pastinya ibu-ibu sudah bersiap setiap hari memikirkan menu harian, mau masak apa untuk berbuka puasa atau punya stok makanan penambah stamina. Biasanya ada resep favorit di setiap keluarga. Tapi sudah pasti buah kurma jadi pilihan di bulan puasa.

Bicara tentang makanan khas bulan puasa yang juga berguna untuk daya tahan tubuh kita, nggak aneh kalau kurma tercetus di kepala. Buah yang merupakan favorit Rasulullah ini kaya nutrisi dan kandungannya kebanyakan karbohidrat (terutama gula, seperti sukrosa dan fruktosa).

Kalau ngomongin kurma, saya selalu teringat almarhum Bapak saya yang doyan banget makan kurma tiap buka puasa. Nggak cuma buat berbuka puasa sih, kadang buat cemilan aja. Lahap sekali makannya hingga cepat habis. Dulu saya bingung kenapa ayah saya doyan banget. Namanya juga masih kecil, melihat penampilan buah kurma nggak begitu tergugah ya. Maklum, warnanya yang gelap kalah kinclong dibanding makanan gula atau snack lain yang bentuknya lebih menarik. Sejak lama saya cuma melihat Bapak saya suka makan, akhirnya saya mencoba sendiri. Ternyata kurma itu enak banget. Nggak cuma dari rasa, kegunaannya banyak sekali untuk tubuh. Dan yang paling saya suka, dia awet disimpan di suhu ruangan.

Sejujurnya, kalau bisa saya kepingin selalu punya stok kurma di rumah. Nggak merasa bersalah untuk dimakan kapan saja karena manis tapi sehat dikonsumsi.

Kabarnya, buah berwarna kecoklatan yang asalnya dari Timur ini awalnya dikonsumsi para musafir ketika berdagang. Rasanya yang manis dan awet menjadikan kurma layak dijadikan makanan dalam perjalanan untuk menambah energi.

Selain itu, ini beberapa khasiat Kurma menurut Hellosehat.com :

  • Membersihkan racun di tubuh
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Mencegah anemia
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mencegah resiko diabetes
  • Menangkal radikal bebas
  • Menjaga kesehatan otak
  • Membantu mencukupi kebutuhan cairan
  • Melancarkan persalinan

Diantara berbagai jenis kurma, yang paling populer adalah kurma Ajwa dan Medjool. Kurma Ajwa dikatakan sebagai kurma favorit Nabi, teksturnya lembut dan kering juga rasanya sangat manis. Sedangkan kurma Medjool rasanya kaya, lezat, manis dan teksturnya berserat. Bagus dikonsumsi saat segar dan biasanya matang di awal musim. Selain jenis Ajwa dan Medjool, ada kurma Safawi, Thoory, Khudri, Halawy, Deglet Noor, Dayri Ambera dan Barhi.

Ketika sudah menikah dan melihat resep-resep dr. Zaidul Akbar, ternyata kurma bagus sekali dikonsumsi pagi hari sebagai sarapan. Iya, 7 butir kurma dianggap lebih menyehatkan dibandingkan mengkonsumsi makanan berat seperti bubur ayam. Saya sendiri sih ketika mencoba, nggak bisa kebanyakan makan hingga 7 butir, entah apa jenis kurma yang saya makan manis sekali atau memang perut saya nggak mau. Namun harus saya akui, rasanya lebih enak beraktivitas memakan beberapa butir kurma di pagi hari dibandingkan makan berat sebagai sarapan.

Ternyata ibu-ibu, ada banyak cara menikmati kurma selain dari langsung dimakan. Mungkin ada yang ingin coba resep baru atau mau habiskan stok kurma, bisa dilirik resep-resep dibawah ini. Saya menemukan ada 10 kreasi olahan kurma di Instagram. Ini dia:

Read moreKreatif, Ini 10 Kreasi Olahan Kurma Yang Bisa Dicoba Untuk Makanan Berbuka Puasa

Perjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Lagi-lagi saya menulis menyahut dari topik yang diangkat komunitas blogging. Kali ini topik dari Blogger Perempuan. Bulan ini membahas tentang perjalanan blogging pribadi. Namanya Blogger, ternyata punya perjalanan tersendiri sebelum mulai serius. Hmmm, mulai darimana ya?

Kalau mau diusut ke belakang, pertama kali blogging seingat saya di Multiply (bagi yang nggak tahu, Multiply sudah nggak ada lagi). Lupa tahun berapa. Waktu itu nggak jelas mau nulis apa. Mau curhat tapi jadinya kesana kemari dan berakhir ngegantung, hihihi. Akhirnya gak nulis lagi.

Habis itu kalau gak salah bikin Multiply baru, kali ini fokus untuk pamer foto hasil dari hunting pakai kamera Lomo. Maklum, dulu keikutan jadi anak kekinian Jakarta, beli kamera Lomo tahun 2007 di toko buku aksara pakai duit THR pertama  Kamera pertama aku, namanya Holga. Jadi yang follow dan baca ya anak-anak lomo juga. Tapi nggak gitu terkonsep juga sih, malu-malu dan jaim malah.

Salah satu venue screening Europe on Screen

Karena aku udah cukup lama ngantor dan jenuh, tercetus kepengen bikin blog khusus review film. Kali ini serius banget nih. Pengen fokus sama film-film yang bikin aku terinspirasi. Ngeblognya pakai bahasa inggris dong, padahal bahasa inggris aku sebenarnya nggak sempurna. Kepedean juga setelah aku pikir-pikir, tapi niatnya dong menggebu-gebu 

Read morePerjalanan Blogging: Dari Blogger Foto, Blogger Film Sampai Parenting

Menyelami Kembali Alasan Ngeblog

menyelami kembali alasan ngeblog

Assalamu’alaikum, bagaimana hari-hari pertama puasanya? Alhamdulillah saya masih libur dulu. Untuk kembali ngeblog, entah kenapa beberapa hari ini ada beberapa ‘dinding’ atau barrier dalam diri. Mungkin karena saya disibukkan dengan menyetting website sendiri dan kesibukan hari-hari yang nggak mungkin di-skip. Selain itu, kepala saya terlalu sibuk memikirkan harus ngeblog apa.

Hal ini sedikit ganjil, karena biasanya saya nggak perlu mikir mau ngeblog apaan. Biasanya malah sudah ada beberapa ide, paling tinggal disusun dan dirunutkan. Lalu ditulis. Rasanya saya kebanyakan goal dan minim waktu menulis, malahan ketika sudah ada waktu untuk menulis malah jadi blank.

Sebenarnya diantara kesibukan saya, saya rajin memantengi kelas atau ilmu di live instagram yang disediakan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis atau yang diadakan Ibu Ketuanya, Ibu Widyanti. Disitu saya belajar, khususnya disebutkan oleh Ibu Kinanti WP, bahwa menulis nggak perlu mood. Kenapa, karena kalau ada job mau nggak mau ya menulis aja. Jadi kalau ada waktu menulis dan penulis menyalahkan mood, itu nggak bisa dibenarkan. Mendengar Ibu Widyanti bahkan menciptakan mood sendiri untuk menulis, bikin malu rasanya. Saya merasa tertampar, apalagi kalau mengingat sebelum pindah ke self-hosted website, saya semangat dan merampungi One Day One Post yang diadakan Estrilook. Saya bisa aja setiap hari berpikir mau menulis apa dan bisa saya tulis, walau di hari-hari terakhir agak terseok-seok ya, hahaha.

Read moreMenyelami Kembali Alasan Ngeblog

Kiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

stay positive - emeron haircare

Kadang, kepala rasanya mumet saja kalau mikir seabrek kegiatan yang harus dilakukan seharian terutama di masa karantina #dirumahaja ini. Ya mengurus rumah, anak, suami, berjualan online dan blogging. Kalau nggak diiringi berdoa, menetapkan mindset positif dan membuat jadwal, mungkin bakal terasa lebih ‘keluar jalur’.

Sebegitu padatnya sampai ketika baru bangun saya harus merunut apa kegiatan yang paling harus didahulukan biar efektif dan tidak timpang tindih dengan yang lain. Misalnya, saya tidak bisa menyetrika sambil cuci baju. Lalu, saya tidak bisa blogging ketika anak saya bangun, karena butuh ketenangan.

Rasanya banyak yang harus dirampungkan hari ini. Mulai dari bangun, yang ada dipikiran saya bagaimana to-do-list saya dilakukan dengan lancar: laundry baju yang menumpuk, belanja stok sayur, sarapan sendiri dan keluarga, masak, mengurus jualan dan mengurus blog.

Ingat kalau masker kain belum pada dicuci dan ada anjuran #dirumahaja, akhirnya saya memilih belanja sayur via chat Whatsapp dengan si tukang sayur dan belanjaan akan diantarkan. Ini pertama kalinya saya pesan sayur via chat, biasanya saya jalan kaki ke warung sayur. Meskipun memang lebih enak memilih sendiri ya sayur yang mau kita beli, tapi saya ngeri karena tidak memakai masker. Jadi, saya memilih belanja via chat saja. Kebetulan warung sayurnya tidak begitu jauh dari rumah.

Read moreKiat Tetap Positif dan Fresh Di Masa Karantina #DiRumahAja

Share via
Copy link