Library Mini dan Rencana Ruang Personal

ruang-personal-ibu-rumah-tangga.jpg

Library Mini dan Rencana Ruang Personal – Awal tahun yang biasanya telah terpetakan rencana-rencana; menyiapkan ibadah bulan puasa, rencana belajar anak dan lain-lain tiba-tiba harus sedikit terkesampingkan karena kami mendadak harus cari rumah untuk ditempati. Alhamdulillah ada ruang untuk masih fokus ibadah puasa. 

Namun setelahnya kami harus gencar mencari rumah. Tapi, mendapatkan rumah yang pas juga nggak bisa dibilang mudah. Sederet faktor prioritas, seperti akses, lokasi, kenyamanan, dapur dan sebagainya menjadi poin-poin yang penting. Ya, mencari rumah yang cocok itu sesuatu sekali.

Ternyata di balik mumetnya rencana kepindahan ini, ada sebuah kesempatan untuk saya mendapatkan ruang personal. Bismillah, ruang itu khusus untuk bekerja, menulis dan juga berkarya.  

Apa itu Ruang Personal Ibu

Dulu di tahun 1990an, TV nasional menayangkan serial komedi keluarga bernama The Cosby Show. Ada 1 episode yang entah kenapa sampai sekarang saya masih ingat. 

Di episode itu, Ibu dan istri kesayangan keluarga The Huxtables diberi hadiah ruangan personal. Yakni ruangan untuk dirinya sendiri. Dan kerennya lagi, ruangan itu kedap suara.

Claire, karakter istri dan ibu di Cosby Show sedang menikmati ruang personalnya

Si istri dan ibu ‘berbunga-bunga’ karena senang dengan ruangan itu. Dia bisa rileks dan melakukan segala hal yang dia mau. Tapi ternyata ruangan itu membawa kekacauan di rumah. Karena anak-anak dan suami tidak bisa ‘menjangkau’-nya. Ia tidak didengar ketika dipanggil. 

Dan sang suami awalnya tidak mengizinkan anak-anak untuk menerobos masuk ruangan itu. Tapi ujung-ujungnya, mereka tidak tahan juga untuk masuk ruangan dan memanggil si ibu untuk keperluan mereka masing-masing.

Dari episode itu sangat terlihat betapa vitalnya peran Ibu di rumah. Terlebih di keluarga tersebut yang punya anak lebih dari 3. Mungkin ruang personal kedap suara tidak bagus juga diterapkan. 

Tapi ruang personal untuk ibu rumah tangga? Perlu!

Dan Alhamdulillah, insya Allah di rumah baru ada satu spot untuk ruang personal ibu ini. Moga-moga ruang tersebut bisa kejadian ada. Karena saat ini memang masih menata posisi furnitur di kepala.

Ruang personal umumnya berisi serba-serbi kegemaran dan aktivitas favorit ibu. Seperti art and craft, menjahit, menulis dan mungkin melukis. Sebuah ruangan untuk terkoneksi dengan diri sendiri, karena umumnya ibu sibuk mengurus rumah dan keluarga.

Tapi yang pasti ada adalah satu rak atau lebih yang berisi buku-buku. Yakni mini library

Rencana Minimalisir Pemakaian Layar

Di hari-hari terakhir Ramadan 2026, saya putuskan untuk uninstall aplikasi instagram dan facebook. Sebenarnya harusnya sejak awal bulan, tapi saya dapati bahwa saya masih butuh mencari informasi dari sana. Salah satu alasan utamanya mencari rumah baru yang akan ditempati.

Di hari-hari terakhir bulan puasa secara umum memang kesibukan lebih meninggi. Dan ibadah juga insya Allah harus lebih khusyuk dan diperbanyak. Jadi memang itu juga salah satu pertimbangan saya mau off dari sosmed, selain dari memang mau mengurangi penggunaan layar.

Sebelum di-uninstall saya sudah lebih dulu mematikan notifikasi semua aplikasi sosmed. Jadi memang bertahap mengurangi pemakaian dan kegandrungannya. 

Yang saya rasakan setelah seminggu kira-kira menjauh dari sosmed adalah otak terasa lebih leluasa. Biasanya penuh. Karena ketika bisa buka sosmed biasanya sedang rehat dari banyak aktivitas. Tapi buka sosmed malah menerima informasi-informasi baru. Tentu saja rasanya penuh.

Tapi bukan berarti saya juga langsung fasih ngga pegang gadget. Malah saya buka-buka aplikasi lain. Misalnya browsing barang di toko oren (hahaha) dan lebih sering buka aplikasi Feedly untuk baca postingan blog-blog yang saya tandai atau ikuti. Lalu saya jadi lebih intensional melakukan journaling

Kadang bingung mau melakukan apa (karena pas sedang kosong kerjaan freelancedan kerjaan rumah). Tapi saya kini rindu dengan keleluasaan otak dan rasa bebas tanpa candu melihat layar.

Mungkin kini, insya Allah setelah menemukan rumah baru, saya bisa kembali off sosmed. Nggak tahu sih. Kita lihat saja.

Library Mini, Sudut Tanpa Gadget

Awal tahun saya juga-demi usaha mengurangi pemakaian layar pula dan aktualisasi diri-berjanji mau membaca lebih banyak buku (terlebih dari tahun sebelumnya). Demi menulis topiklibrary mini, saya sadar bahwa saya ngga punya 1 spot utama untuk rak buku. 

Yang ada hanyalah 1 rak buku yang saya sengaja sisipkan khusus untuk buku-buku saya, di 1 lemari 4 pintu dan 3 rak. Isinya didominasi pakaian saya, suami dan si kecil. Sebenarnya maksud saya menyisipkan buku-buku di salah satu rak adalah agar saya nggak susah membaca buku di kamar.

Ternyata rak buku itu, mungkin karena posisinya di bawah, jadi agak terpinggirkan. Di jangkauan mata sejajar, kadang nggak mencuri atensi. Sehingga saya suka lupa bahwa ada koleksi buku-buku saya di situ.

Saya suka bawa buku yang belum saya selesai baca ke meja kerja saya. Letaknya dekat meja makan dan layar komputer. Jadi kalau saya mau makan, saya bisa memilih baca buku sambil makan. Seringnya saat sarapan. Dan memang membantu sih, kemudahan saya untuk mengambil buku. Tapi jadinya malah menambah tumpukan di meja.

Mudah-mudahan dengan adanya rencana ruang personal, bisa ada spot yang lebih terlihat untuk melihat koleksi buku dan membacanya. Sehingga sekalian juga mengurangi penggunaan layar. Saya harap saya bisa memiliki rak buku sendiri yang ngga besar tapi cukup.

Bagaimana menurutmu soal ide ruang personal Ibu dan mini library? Yuk baca juga tulisan-tulisan oke dari Blogger Surabaya, Mbak Maria Tanjung ini 🙂 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Scroll to Top