3 Tipe Journaling Favorit Sunglow Mama

3 journaling favorit sunglow mama

3 Tipe Journaling Favorit Sunglow Mama – Ternyata sudah beberapa lama saya mulai mengakui suka dan butuh journaling. Beberapa tulisan terakhir malah saya nggak bahas tentang menulis jurnal ya. Tapi di balik itu sebenarnya saya masih suka mengulik dan coba-coba.

Termasuk mencoba junk journaling, yang secara konsep bisa memakai ulang sampah (faktor yang saya suka). Tapi ternyata dalam penerapannya agak repot. Saya lebih suka ‘direpotkan’ dalam mengeksplorasi sisi seni seperti di art journaling

Tentu lebih mudah dan praktis membuat ‘junk journal’ dalam drag-and-drop design di Canva. Tapi buatan tangan memang lebih otentik. Walaupun begitu saya suka mengumpulkan kertas-kertas ‘lucu’ untuk nanti bisa dipakai dalam junk journaling (yang entah kapan saya mau buat).

Kalau dalam tulisan sebelumnya mengenai rencana ruang personal, saya menyebutkan rencana pindah rumah, kini saya mau menulis tentang kekangenan saya di masa transisi itu..akan journaling. Karena di masa-masa pindahan itu bukan hari-hari biasa dimana mudah untuk melakukan hobby.

Karena alat-alat hobi sedang tersimpan dalam kardus, berikut juga alat-alatnya. Belum lagi spot melakukannya juga belum settle. Sehingga ada masa dimana saya sungguh rindu menulis tangan dan berkreasi, tapi belum bisa.

Justru di masa ini ketahuan tipe journaling mana yang saya paling butuh dan suka. Ternyata ini dia (dalam bentuk countdown):

3. Mentari Journal

Saya sungguh ngga bermaksud promosi, walau ngga menampik sih jujur aja senang menyebutkan produk digital sendiri. Tapi begitulah adanya.

Sebelum bulan puasa, saya berkesempatan mencetak mentari journal dengan visi yang ada di kepala saya..dan kebisaan tempat printing langganan. Jadilah satu buku mungil berukuran A5 yang sederhana tapi imut (hihihi). Meski terlihat biasa, saya senang banget akhirnya bisa memegang journal yang saya buat tahun 2025 lalu itu.

Jadi alasan saya mencetaknya adalah sebuah misi untuk lebih fokus ke kegiatan tanpa layar, khususnya di bulan puasa. Walau sedikit ‘belok’ karena semestinya di bulan puasa lebih fokus beribadah, tapi saya ingin di bulan itu saya juga bisa puasa layar. 

Kenyataannya saya baru bisa benar-benar off layar beberapa hari sebelum lebaran. Karena masih mencari informasi rumah di sosmed. Saya menggunakan mentari journal karena mudah, sudah adaprompt per harinya dan cuma butuh sebentar menulisnya. Cocok deh untuk yang sibuk (ciyee promosi juga yaa..).

Saya baru memakai sampai ke hari 20 hingga sekarang. Nggak tiap hari juga saya menulisnya dan apalagi di masa 1-2 bulan terakhir, saya agak ngga kepikiran untuk menulis. Tapi saat sangat mumet, bisa menulis 1 lembar itu ada kelegaan sendiri. Karena menyempatkan 5 menit untuk refleksi diri.

Di sela-sela lembar prompt journaling, saya juga selipkan lembar untukdoodling. Cukup senang karena bisa bebas gambar dan refresh pikiran tanpa ada yang menghakimi. Kalau ada kesempatan di masa depan, saya bisa aja buat mentari journal versi lebih banyak lembar orat-oret yaa (waduh good idea!). 

Oh ya, buat kamu yang mau lebih banyak baca mengenai doodle, coba buka blog nengtantidoodle. Insya Allah ada lebih banyak informasi mengenai dunia gambar dan seni.

2. Art Journaling

Jujurly, buku art journaling saya di lembar-lembar terakhir isinya cuma tulisan tangan dan gambar ilustrasi sederhana. Tapi sebenarnya saya rindu eksplorasi dengan cat dan macam-macam media. 

Agak sedikit junk journaling tapi dengan tambahan media lainnya. Dulu ketika kuliah, ada 1 mata kuliah bernama Ilustrasi Eksperimental yang saya suka sekali. Karena ada elemen mencoba dan menyelami dengan bereksperimen yang hasilnya tidak terduga.

Karena tendensi untuk bisa eksperimen dan coba-coba tanpa takut salah, hobby ini perlu dilakukan lebih banyak untuk mengimbangi pekerjaan hari-hari saya yang sarat dengan akurasi dan ketelitian (belajar dari konten tentang kebutuhan hobby ini). Saya berharap dengan space khusus melakukan hobby di ruang personal, bisa lebih rutin melakukannya.

Jadi saya ingin lagi melakukan art journaling, dengan lebih banyak keleluasaan dalam eksplorasi media. 

1.Qur’an Journaling

Masa-masa transisi seperti perubahan hidup biasanya ada rasa ketidakpastian. Seperti kekhawatiran masa depan apakah akan sesuai dengan yang kita harapkan? Kemudian rencana-rencana yang ternyata membutuhkan proses lebih lama yang kita kira. Kadang membuat iman juga naik-turun.

Ketika packing ternyata buku-buku jurnal saya hampir memenuhi 1 kardus yang saya siapkan. Dan saya butuh waktu agak lama sebelum memutuskan kardus itu dipindahkan ke tempat baru. 1 kardus itu, dengan isi Al-Qur’an, takutnya masih saya butuhkan di menit terakhir. 

Walau akhirnya yang saya selipkan di tas agak besar untuk saya bawa kemana-mana adalah buku art journaling (karena bentuknya mungil dan travel-friendly), buku Qur’an Journaling adalah jurnal pertama yang saya pakai di tempat baru. Itu karena saya sedang butuh diingatkan akan kuasa-Nya.

Sebenarnya dalam kondisi apapun, seperti halnya ibadah, menuliskan ayat Qur’an memang selalu dibutuhkan. Sebagai reminder dan kebutuhan dekat dengan Yang Maha Penguasa.

****

In the end, mungkin memang ada fase-fase hidup di mana meja kerja belum rapi, alat gambar masih tersimpan di kardus, dan rutinitas terasa belum menemukan bentuknya lagi. Tapi dari masa transisi itu saya jadi sadar, journaling bukan cuma soal hobby lucu atau estetik semata. 

Ternyata menulis jurnal jadi tempat bernapas sebentar, tempat menenangkan pikiran, sekaligus cara pelan-pelan kembali terkoneksi dengan diri sendiri dan dengan Allah.

Di luar dugaan, di tengah rumah yang belum benar-benar settle, ada hal-hal kecil yang tetap bisa membuat hati terasa pulang. Salah satunya lewat beberapa lembar jurnal yang sederhana.

1 thought on “3 Tipe Journaling Favorit Sunglow Mama”

  1. Wow Andina inspiring bangeeettt
    iya journaling with doodle akan terasa menyenangkan daripada cuman tulisan tulisan biasa, ya tapi kan itu tergantung yaaa tiap orang beda beda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Scroll to Top