Analog Log #2: Morning Journaling, Pulpen Rekomendasi & Menulis Rencana Mingguan

analog-log-2-morning-journaling.jpg

Analog Log #2: Morning Journaling, Pulpen Rekomendasi & Menulis Rencana Mingguan: Seri Analog Log berlanjuut… Nah kalau ada yang kepo apa itu analog log, bisa dibaca di tulisan analog log perdana ini ya.

Kali kedua ini bahasan Analog Log adalah mengenai morning journaling, pulpen rekomendasi, menulis rencana mingguan dan junk journaling. Yuk lanjut di bawah:

Morning Journaling

Walaupun saya pernah membuat printables 5 menit yang bisa dikategorikan sebagai morning journaling, tapi saya ngga pernah benar-benar melakukan morning journaling. Seperti namanya, yaitu menulis jurnal di pagi hari.

It is said to can set the tone for the day. Sebenarnya bagi muslim, kita bisa melakukan hal ini ketika shalat subuh. Tapi mungkin melakukannya dengan menulis tangan bisa membantu lebih mendalam lagi. 

Apa saja isi morning journaling? Bisa menulis tujuan/fokusmu hari itu, menuliskan daftar syukur/gratitude list, atau sekedar coretan tangan di pagi hari. 

Dalam beberapa hari saya mencoba menulis jurnal pagi ini, ia membantu membuat batin saya kalem (karena sudah mulai riweh dengan mengerjakan tugas rumah dan lain-lain). Juga membantu saya lebih terarah dalam hal-hal yang akan dilakukan.

Serunya lagi, melakukannya tidak perlu waktu yang lama. Intinya menyempatkan diri menulis jurnal di tengah atau sebelum melakukan tugas pagi hari.

Saya mencoba melakukan morning journaling ini selama beberapa hari. Cukup mengisi tangki cinta diri walau cuma 5 menit. Tapi mungkin sebaiknya dilakukan ketika sedang bisa fokus.

Bagaimana? Mau coba juga, nggak?

Pulpen Rekomendasi di Threads

Pulpen yang biasa saya gunakan habis tintanya. Pulpen itu dibeli karena saya terburu-buru harus punya pulpen, dan saya membelinya dari e-commerce yang diantar dalam kira-kira 30 menit. Ternyata lumayan nyaman dipakai, hingga saya beli lagi.

Tapi membaca berbagai pengalaman orang journaling di Threads bikin saya mau mencoba pulpen lain. Iseng, saya bertanya di sosmed itu dengan kriteria yang saya cari:

Status threads saya yang menanyakan rekomendasi pulpen banyak direspon orang
 

Ternyata lumayan banyak yang memberikan respon. Saya sampai bingung mau coba yang mana. Beberapa membalas dengan terima kasih karena saya status saya itu. Akhirnya saya coba salah satu rekomendasi. Tapi yang saya nyaman pakai ternyata pulpen gel dibanding pulpen biasa.

Still, it’s nice knowing saya ngga sendirian dalam pencarian pulpen idaman.

Mengisi Jadwal Mingguan

Ini sebenarnya agak lucu. Kira-kira 3 tahun lalu saya rajin menulis kegiatan mingguan di planner. Tapi saya berhenti melakukannya karena sering berubah jadwal. Sebenarnya sih saya suka aja menulis rencana mingguan dalam bentuk tulisan tangan.

Karena kesibukan, saya ngga selalu mengisi planner tahunan. Akhirnya banyak lembar tidak terisi dan jadi mubazir. Planner tahun lalu malah saya potong-potong ilustrasinya agar bisa menghias lembar jurnal saya. Terakhir saya beli agenda tahunan yang tanpa tanggal dan tahun, jadi lebih fleksibel dan menghindari buang-buang lembar kertas harian.

Kadang di akhir pekan saya ada di luar rumah dan memiliki waktu kosong hingga bingung saya harus melakukan apa. Tebak saja apa yang sering saya lakukan?? Daripada saya buang waktu menatap layar, saya putuskan untuk membawa agenda kosong tanpa tanggal itu.

Alhamdulillah, dua kali saya bawa keluar saya jadi mengisinya (dengan cukup detil pula) dan meminimalisir waktu pakai layar. Bersyukur banget waktunya jadi lebih berfaedah.

More Junk Journaling

Sedikit bosan dengan kegiatan yang begitu-begitu aja. Setelah crocheting belum berhasil, saya beralih ke junk journaling. Lagipula saya tuh sebenarnya ngga betah melihat meja saya agak berantakan (sebagian karena tumpukan elemen yang mau saya gunakan untuk junk journal). Jadi sedikit cerita kalau rencana ruang personal belum benar-benar direalisasikan. Meja saya jadi sekalian diisi prakarya si kecil.

Mungkin karena bank junk journal saya belum banyak, jadi saya bingung meramaikan halaman dengan apa. Kali ini saya cat saja dengan cat air. Lumayan mengisi bagian belakang. Sisanya cuma mix and match saja.

Pemakaian cat ini mengingatkan saya untuk lebih berani melakukan art journaling. Rindu juga eksperimen dan campur-campur media (seperti di satu mata kuliah saya dulu). Saya juga sebenarnya kepengen buat travel journal, tapi saya bukan travel blogger.

Saya nggak selalu ada mood melakukan junk journaling atau scrapbooking. Karena mungkin sehari-hari sudah sering beres-beres. Jadi saya cenderung mencari hobi yang praktis saja.

****

Diluar-luar kegiatan di atas, saya sedang mencari tas yang bagus khusus berisi kegiatan analog. Tas ini maksudnya agar praktis kalau mau berkegiatan analog. Cuma saya belum menemukan yang pas. Nanti deh saya bagikan perkembangannya kalau sudah ketemu.

Mungkin suatu waktu saya bisa baca buku mengenai journaling. Seperti Mbak Dian Restu Agustina yang menulis ulasan buku Pulih Karena Journaling dan Kucing. Lalu saya bagikan pendapat saya di blog ini.

Sampai ketemu di Analog Log selanjutnya… Terima kasih sudah baca.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Scroll to Top