Album Foto ID Photobook
Kampanye / Sponsor,  Review

Puas, Pengalaman Memesan Album Foto ID Photobook

Dapat kesempatan mengulas produk foto album, saya mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali saya mencetak foto. Saya agak tercengang, mengingat ternyata saat itu kira-kira 6 tahun lalu, saat butuh pasfoto untuk keperluan berkas menikah. Ya ampun, masa sih selama itu?

Jujur, sebenarnya ada keinginan untuk mencetak foto. Namun selain dari kesibukan dan takut harganya overprice, ada rasa enggan untuk mengeluarkan energi lebih demi mencetak foto. Kan sudah ada file digital. ‘Tinggal scrolling galeri foto di handphone, kok’ gitu pasti pikiran kebanyakan dari kita.

Makna Album Foto

Saya lupa perasaan senang saat scrolling di album foto beneran. Menelusuri dan melihat-lihat album foto fisik di tangan kita sendiri. Berbagi kebersamaan dengan anggota keluarga lain, yang juga sedang memandang foto-foto dalam album. Tersenyum-senyum mengingat kenangan yang ada di foto.

Album foto bisa mengangkat mood kita. Bisa jadi pengisi percakapan yang bagus bersama orang lain. Apalagi ketika kita sudah berbulan-bulan di rumah menghindari terpapar virus Corona. Daripada keluar rumah beresiko kena virus, melihat-lihat album foto setidaknya membawa kembali rasa senang di sebuah momen.

Produk ID Photobook

Salah satu perusahaan jasa cetak foto yang ada di tanah air adalah ID Photobook, yang berdomisili di Yogyakarta. Di tahun 2020 ini, ID Photobook sudah berusia 4 tahun. Ada banyak pilihan album foto yang bisa dipilih sebagai koleksi, sesuai dengan kebutuhan kita. Selanjutnya, baca yuk ulasan saya tentang album foto dari ID Photobook ini.

Proses Pemesanan

1. Membuat Membership

Pertama-tama kita harus menjadi member atau anggota melalui aplikasi ID Photobook. Caranya tinggal download dan install gratis. Kalau saya download dari Google Play Store. Prosesnya cukup mudah dan cepat. Kalau kamu pemakai iPhone, install-nya dari link web ID Photobook.

2. Memilih Produk

Usai menjadi member, kita bisa langsung pilih produk. Produk yang saya pilih di kesempatan ini yaitu Paket Hardcover Large Portrait 48 halaman. Di paket seharga Rp 325.000 ini kita mendapatkan album foto ukuran 20 cm x 30 cm bersampul hardcover dan berisi 100 foto dalam 48 halaman, sudah dapat bonus kalender dinding ukuran 32 cm x 48 cm dengan 9 hingga 18 foto pilihan kita, juga bonus kertas origami dan kertas warna untuk si kecil.

Look Aplikasi ID Photobook
Screenshot aplikasi ID Photobook yang diunduh gratis

3. Memilih Desain

Usai memilih jenis produk, maka kita langsung diarahkan ke halaman jenis desain yang ingin digunakan. Pilihannya banyak, dari desain colorful, playful, wedding hingga polos. Seru deh, kita bisa bebas pilih tema desain cover hingga tema desain halaman. Menurut saya, pilihan desainnya juga bagus dan nggak berlebihan.

4. Mengunggah Foto

Jika sudah memilih desain, kini saatnya untuk mengunggah foto-foto yang ingin dicetak. Nah, karena di paket yang saya pilih ada 100 foto, sebelumnya saya kumpulkan dulu foto-foto dalam 1 galeri di handphone (maklum karena jepretan semua dari kamera handphone).

Usai memilih, saya upload melalui aplikasi ID Photobook. Disini cukup penting untuk memilih foto yang size atau resolusinya-nya besar, yang direkomendasikan sebesar 5 hingga 9 MB agar hasil foto maksimal. Nggak mau kan, hasil cetak yang pecah karena size foto kekecilan.

Di halaman upload foto, kita juga bisa mengurutkan foto-fotonya. Yang harus diprioritaskan yaitu memilih foto yang pas sebagai cover album.

Alhamdulillah, saya menyimpan foto juga di storage foto online jadi ketahuan timeline waktu fotonya. Sebenarnya kalau sudah diurutkan dari awal, nggak akan repot.

5. Proses Produksi

Ketika sudah selesai semua urutan fotonya, proses selanjutnya adalah cetak foto album. Saya diberitahu prosesnya bisa berlangsung 4-7 hari. Di fase ini customer-nya nih yang gelisah-gelisah nggak sabar pengen lihat jadinya…

6. Pengiriman dan Menerima Paket

Alhamdulillah, hari Sabtu saya sudah terima paket album foto yang saya pesan. Padahal, di keterangan proses pengiriman bisa 3 hari. Jadi, proses produksinya sendiri hanya 4 hari. Cukup cepat, ya? Oh ya, memesan paket ini juga nggak perlu bayar ongkir. Perkiraan saya bahwa album fotonya akan sampai minggu depan meleset, lebih cepat dari yang saya kira.

Review Album Foto ID Photobook

Cover Album

Untuk halaman sampul saya sengaja memilih foto anak saya yang sedang bermain di playground, di sebuah tempat wisata di Jakarta. Foto itu dominan warna merah dan difoto candid, maka saya pikir unik jika dijadikan sampul.

cover album ID Photobook
Isi paket ID Photobook yang saya terima,
dapat gratis kalender dan paket kertas origami & bergambar

Tadinya saya khawatir dengan resolusi foto yang nggak terlalu besar, namun di hasil cetak ID Photobook ini nggak terlihat pecah. Dengan hasil warna yang terlihat sedikit lebih soft dari aslinya, sebenarnya saya nggak terlalu suka. Sepertinya warna soft ini karena kertas sampulnya berbahan dove yang halus. Poin ini sebenarnya lebih ke taste aja, sih.

Tapi secara keseluruhan, hasil jadi covernya baik. Kualitas hardcover-nya juga bagus dan tebal.

tampilan album foto ID Photobook

Isi dan Komposisi Album

Isi album foto ini menggunakan kertas foto yang tebal yang saya tahu kualitasnya good dan tahan lama. Tampilannya glossy atau mengkilap. Hasil printing-nya juga memuaskan, dari kepekatan hitam dan kecerahan warnanya.

Untuk desain, saya sengaja memilih yang polos, karena saya cenderung gampang jenuh dengan visual. Tapi setelah melihat hasil cetaknya, saya jadi penasaran jika saya memilih album dengan desain ID Photobook.

Dalam 1 halaman bisa terdapat 1 hingga 4 foto, yang tertata dengan rapih dan dipasang sesuai dengan urutan yang sudah kita pilih.

Ada foto-foto yang dipasang full 1 halaman. Saya agak nggak puas dengan beberapa foto disini, karena ada foto yang saya anggap lebih pas. Karena koleksi foto yang saya pilih ada yang berupa wefie atau selfie, jika dipajang dalam halaman sebesar 20 cm x 30 cm terasa ‘raksasa’ dari jarak pandang saya dari mata ke pangkuan.

Beda halnya jika foto sebesar 1 halaman memang isinya objek 1 keluarga atau pemandangan, jatuhnya lebih pas.

Seandainya ID Photobook ada fitur dimana pelanggan bisa mengatur komposisi foto dalam satu halaman sebelum dicetak, lebih memuaskan. Tapi mungkin itu terlalu ribet ya buat user pada umumnya. Kebetulan saya juga suka me-layout dan desain, jadi kadang suka ‘gatal’ dengan komposisi yang kurang pas.

Untuk foto selfie yang dicetak di 1 halaman, saya cenderung lebih suka jika sedikit dikecilkan size atau rasionya nya agar lebih enak dipandang. Lagi-lagi sih, ini sebenarnya juga taste aja. Kalau orang Indonesia pada umumnya, lebih suka memanfaatkan space kosong semaksimal mungkin. Agar sepadan harganya.

Harga Photobook

Secara keseluruhan, harga foto album large 48 halaman ber-hardcover ini terasa sesuai. Apalagi dengan bonus kalender, kertas origami plus free ongkir. Semua dengan harga Rp 325.000 (yang sedang korting dari harga asli Rp 399.500) ditambah kualitas yang baik agar album foto bisa disimpan bertahun-tahun. Ya ada harga, ada kualitas.

Kesimpulan

Produk ID Photobook ini collectible alias pantas jadi dijadikan koleksi di rumah. Nggak terlalu kekinian, nggak juga terlalu jadul secara keseluruhan. Alias, pas-pas aja. Saya bahas jadul vs kekinian, soalnya di dalam keluarga ada yang sudah berumur dan ada yang muda. Koleksi foto begini jadi bisa merangkul semua kalangan. Ada sedikit-sedikit faktor yang saya nggak sreg, tapi secara umum saya suka dengan albumnya.

Review jujur itu dari anak saya, yang langsung mengklaim, “Ini buku aku, ini buku aku (bukan punya mama).” Lulus tes nih, si album foto ID Photobook.

Nah, kira-kira oke nggak sih menurut anda produk ID Photobook? Bisa dicoba langsung disini.

Sunglow Mama Signature

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *