Junk Journaling: Hobi Kreatif dari Barang Bekas untuk Me-Time – Beberapa bulan lalu, selagi saya menyelami beberapa jenis journaling, saya juga berkenalan dengan junk journaling. Setelah melihat banyak referensi, saya sempat menyimpulkan bahwa junk journaling itu bentuk hobi yang agak…merepotkan.
Kenapa? Soalnya saya sudah membayangkan betapa repotnya saya dengan sisa-sisa bahan yang berserakan akibat membuat ‘sampah-sampah’ untuk ditempel ke buku jurnal. Tentu saja prosesnya lebih mudah membuat ilustrasi Canva. Ternyata saya melupakan proses menyenangkannya untuk membuat 1-2 lembar junk journaling. Dan ternyata membuat jurnal dari barang tak terpakai itu cukup menyenangkan.
Tapi sebelumnya, kita telusuri dulu apa itu junk journaling:
Junk Journaling adalah bentuk journaling tangan yang menggunakan bahan tidak dipakai untuk di desain dan ditempel di dalam kertas-kertas buku membentuk serangkaian halaman yang cantik (dalam sudut pandang pembuat jurnal). Karena menggunakan bahan yang tidak dipakai maka disebut junk atau sampah.
Tentu saja ‘sampah-sampah’ yang digunakan umumnya adalah benda-benda yang masih sedap dipandang dan estetis ditempel di buku. Atau setidak-tidaknya harmonis jika digabungkan dengan elemen-elemen lainnya untuk di junk journal.
Misalnya label dan bungkus kemasan yang menarik, kertas daur ulang, barang bekas dan struk atau tiket yang sudah tidak dipakai. Saya menggunakan majalah lama yang bahkan sudah tidak dicetak lagi dan ilustrasi buku jurnal tahunan lama untuk junk journal. Juga kemasan-kemasan produk yang saya pakai, seperti produk kecantikan, kotak teh dan bungkusan minuman, dan sebagainya.
Ide menggunakan barang-barang bekas dan tidak dipakai untuk membuat halaman jurnal yang estetis menarik untuk saya. Lagipula, bukankah kita pun sekaligus mengurangi sampah? Semoga saja.
Lagipula, kegunaan lain dari junk journaling adalah kita juga jadi lebih peka dengan desain kemasan dan barang-barang yang indah di mata kita. Mengasah sisi kreativitas dan juga jadi bentuk me-time untuk menjauh dari internet. Tak cuma untuk anak muda, bagi ibu-ibu dan lansia termasuk blogger lolita juga bisa menggemari journaling tipe ini.
Junk journaling tidak hanya untuk satu hal tapi bisa untuk berbagai fungsi. Tentu saja semua terserah kita, mau menggunakan junk journal untuk apa.
Secara garis besar, ini dia fungsi junk journaling:
Nah kalau kamu kira-kira mau menggunakan junk journaling untuk apa?
Untuk memulai junk journaling sebenarnya tidak perlu muluk-muluk. Tidak harus membeli barang-barang journaling yang advance atau khusus. Kita cukup menggunakan barang-barang yang ada sehari-hari. Misalnya:
Kita mungkin harus lebih dulu mengumpulkan benda-benda barang bekas yang kemungkinan akan dipakai. Untuk itu memang kita harus jeli dengan barang tak terpakai di sekitar kita yang dapat digunakan untuk junk journaling.
Ide junk journal ada banyak sekali. Sebenarnya semua tergantung kreativitas dan kebisaan kita. Tapi untuk kamu yang bingung dan mungkin ingin mencari ide junk journal baru, bisa mencoba ide-ide junk journaling di bawah ini:
Pada akhirnya, saya mengerti kenapa junk journaling bisa menjadi hobi yang seru. Bukan hanya karena kita bisa menghasilkan halaman jurnal yang cantik, tetapi juga karena proses mencari bahannya, memilih, menggunting, menyusun, lalu menempelkannya ternyata punya kesenangan tersendiri.
Yang tadinya saya lihat sebagai “sampah” ternyata bisa menjadi potongan kecil dari cerita, kenangan, atau sekadar sesuatu yang menarik perhatian saya hari itu.
Dan mungkin ini salah satu hal yang saya suka dari junk journaling: kita tidak harus mulai dengan perlengkapan mahal atau jurnal yang sempurna. Cukup membuka mata dan melihat benda-benda kecil di sekitar kita dengan cara yang sedikit berbeda.
Jadi, kalau kamu tertarik mencoba, tidak perlu menunggu punya perlengkapan journaling lengkap. Coba kumpulkan dulu tiket, struk, kemasan, majalah lama, potongan kertas, atau benda-benda lain yang menurutmu menarik. Lalu buat satu halaman saja.
Siapa tahu, dari satu halaman sederhana itu, kamu menemukan hobi analog baru yang menyenangkan.
Cara orang bepergian terus berubah seiring perkembangan teknologi, gaya hidup, dan kebutuhan. Jika lima tahun…
Merasa cepat lelah setelah bekerja seharian sering dianggap sebagai hal yang normal. Padahal, jika rasa…
Saya akhirnya menonton *Sore: Istri dari Masa Depan* untuk kedua kalinya sebelum menulis ulasan ini.…
Bermain clay atau tanah liat bisa menjadi analog hobby yang menyenangkan untuk mengurangi screen time.…
Saya membaca Digital Minimalism karena lelah dengan kebiasaan menatap layar tanpa sadar. Ternyata buku karya…
Julie & Julia (2009) adalah film yang mendorong saya memulai blogging pada tahun 2009. Setelah…
This website uses cookies.