agenda monetisasi blog
Blogging,  Kompetisi,  Review

Yes! Agenda Monetisasi Blog Dengan Produk Digital

“Buat apaan sih kamu ngeblog?”

Kaget, saya mendapat pertanyaan ini di sela-sela kesibukan sebagai ibu. Terlebih ditanya oleh salah seorang yang cukup dekat dengan saya. Padahal yang menanyakan tahu, sebelum sempat berhenti saya sudah pernah blogging. Bahkan sudah lewat sepuluh tahun silam sejak saya mulai serius ngeblog.

Waktu anak saya masih berumur beberapa bulan, saya putuskan untuk stop blogging. Saat itu saya merasa kewalahan dengan kesibukan saya sebagai ibu baru. Baru di awal 2020 saya mulai ngeblog lagi. Kenapa? Ya, selain karena ketemu komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, juga karena saya kangen ngeblog.

“Tapi kalau kamu melakukannya karena senang menulis, kenapa kamu harus membayar (domain dan hosting) untuk itu?” Ia bertanya lagi.

Saya pun jawab, “Pengennya itu berpenghasilan dari melakukan yang disenangi.” Kenyataannya, blog yang menggunakan top level domain lebih dilirik oleh calon klien.

Apa itu Blogging

Sebelum berkelana lebih jauh, kita terlebih dahulu harus tahu apa itu blogging. Blogging adalah singkatan dari web log, yaitu bentuk aplikasi web yang memuat tulisan-tulisan dan gambar penunjang tulisan. Secara garis besar, blogging adalah aktivitas mengelola sebuah blog. Seringkali blog berisi tulisan-tulisan berbau personal dan menyorot ke minat si penulis.

Ada blog khusus berisi resep masakan, perjalanan traveling, review produk kecantikan hingga kerajinan tangan. Namun tidak menutup kemungkinan sebuah blog berisi berbagai macam topik sekaligus. Yang membuat unik tetap penulisan menurut sudut pandang si blogger.

Memonetisasi Blog

Dalam perkembangannya, banyak blogger memilih memonetisasi blognya. Seringnya nih dengan menyematkan iklan google adsense dalam blognya.

Wajar ya, karena konsep ‘cukup’ menulis hal yang disukai dan mengutak-atik blog, duduk manis lalu bisa terima penghasilan jadi hal yang menggiurkan.

Blogging memiliki peluang menjadi sumber pendapatan sendiri, ditunjang dari konten yang berkualitas dan traffic pengunjung yang tinggi. Kalau kamu bisa melakukan hal yang kamu suka dan dibayar, siapa yang nggak kepengen?

Kalau saya awal tercetus mau dapat penghasilan dari blogging karena terinspirasi dari blogger-blogger luar yang rajin menulis dan punya konten bermanfaat namun juga sedap dipandang. Mereka juga bisa menyematkan kata-kata jualan atau berdagang dengan soft-selling, juga terasa ‘hangat’ dibaca tanpa membuat pembaca dijejali dagangan.

Nah, darimana saja sih peluang penghasilan dari ngeblog?

Webinar Peluang Penghasilan Dari Blog

Sebagai salah satu anggota di komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, saya mengikuti kira-kira 15 dari 25 webinar Ngeblog Bareng IM3 Ooredoo di bulan September 2020. Kesempatan ini nggak saya lewatkan begitu saja, karena sejujurnya saya masih butuh banyak ilmu blogging. Karena kesuksesan berpenghasilan dari blogging nggak hanya dari menulis, tapi ditunjang hal-hal teknis dan wawasan lainnya.

Baca Juga: Belajar Online 2020: Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog dan Usaha Foto Produk

Salah satu webinar yang berkesan menurut saya adalah webinar episode ke 10 bertema “Peluang Penghasilan Dari Blog” yang narasumbernya Mbak Indriyas Wahyuni. Selain seorang blogger, Mbak Indriyas berprofesi sebagai virtual assistant di sebuah situs pekerja lepas internasional.

Webinar IM3 Ooredoo IIDN "Peluang Penghasilan dari Blog" oleh Indriyas Wahyuni
Empat Peluang Penghasilan Dari Blog:

Menurut Mbak Indriyas, ada empat peluang penghasilan dari blog:

  1. Iklan. Contohnya dengan menaruh iklan Google Adsense, menyewakan space iklan di blog, menerima content placement atau artikel bersponsor
  2. Afiliasi. Mendapatkan komisi dengan cara menjual produk atau jasa dari pihak lain. Contohnya afiliasi domain dan hosting
  3. Jual Service atau Jasa. Misalnya web desain, virtual assistant, penulis konten, penerjemah, coaching, konsultasi atau financial planner
  4. Jual Produk. Menjual produk hasil kreasi sendiri yang bisa berupa fisik dan digital. Berupa membership atau keanggotaan, e-course atau e-book.

Dari empat poin itu, saya sudah mencoba poin satu dan dua di blog terdahulu. Namun usaha saya kurang optimal, karena saya kurang memperhatikan hal-hal penunjang seperti page speed, SEO dan berbagai hal teknis lainnya. Walau begitu ternyata sharing dari mbak Indriyas ini seolah mendukung agenda saya mendapatkan penghasilan dari blog. Wah, langsung deh semangat saya bertambah!

Agenda Memonetisasi Blog Sunglow Mama

Sebagai virtual assistant, Mbak Indriyas banyak melihat blog-blog luar negri dan dalam negri. Menurutnya, sangat jarang blogger dalam negri yang menjual produk sendiri. Menurut saya ini peluang yang sangat bagus untuk blog saya.

Ketika saya memulai blogging lagi, saya tengah menjadi pedagang online. Disitupun saya diharuskan branding diri agar menjadi seseorang yang trustable di depan customer. Menurut mbak Indriyas, seorang blogger juga harus melakukan branding. Maka, apa bedanya dengan menjadi pedagang online? Bedanya lagi-lagi saya lebih menikmati dunia blogging.

Ketika saya berjualan online, saya punya ide untuk berjualan produk digital sendiri. Yakni produk grafis yang bisa digunakan user dalam berbagai aplikasi. Ide itu masih berkembang di kepala saya, hingga saya ikutan webinar yang diisi mbak Indriyas ini.

Bak mendapat petunjuk, saya jadi makin semangat melanjutkan. Tapi saya nggak berani bertanya lebih lanjut di kolom chat webinar, yang sebenarnya selalu disediakan untuk sesi tanya jawab. Saya memilih Direct Message atau japri langsung mbak Indriyas di akun instagramnya, karena mbak Indriyas menyatakan terbuka jika masih ada yang mau ditanyakan. Ternyata mbak Indriyas menyambut dan menjawab DM saya soal rencana saya ini. Alhamdulillah. Terima kasih, mbak Indriyas.

Blog Sunglow Mama Kini & Optimalisasinya

Saya akui masih banyak PR saya mengembangkan blog Sunglow Mama. Ada syarat monetisasi blog yang harus saya lakukan. Saya juga tidak menutup diri membuka peluang usaha blog lain, seperti artikel bersponsor, content placement dan mungkin afiliasi, selama sesuai dengan niche.

Alhamdulillah, dalam kurun waktu 3 bulan mulai live, blog ini sudah mendapatkan artikel bersponsor. Memasuki bulan ke 3, kembali ada tawaran sponsored post yang dengan senang saya kerjakan. Ini saya syukuri sekali.

Namun saya masih harus mengoptimalkan blog ini. Semua memang harus dilakukan bertahap dan berkala.

Poin Rincian Optimalisasi Blog Sunglow Mama:
  • Rutin posting artikel berkualitas. Selain sebagai investasi dan branding, mbah Google suka dengan blog yang berartikel berkualitas. Diantaranya paling nggak berisi 1.000 kata, membuat artikel sesuai niche, dengan foto dan infografis yang layak. Selain untuk menambah skor Page Authority dan Domain Authority, publik juga jadi aware dengan keberadaan kita dan blog.
  • Menguatkan SEO on page dan off page. Ini juga untuk meningkatkan skor PA dan DA, yang suka jadi barometer klien melirik blog kita
  • Melakukan guest posting, jika ada yang mau bertukar guest post sebagai usaha mendapatkan backlink.
  • Melakukan branding sebagai di social media, segala hal yang berhubungan dengan produk digital yang mau diluncurkan. Bisa berisi tips atau pengalaman, keseharian dan behind the scene.
  • Membuat konten video di Youtube/ IG TV, untuk meningkatkan traffic blog, memperkaya konten, sebagai pelengkap artikel dan agar dilirik klien.
  • Menyiapkan produk digital berkualitas yang dibutuhkan pembeli, produk-produk yang diharapkan menjawab permintaan dan kebutuhan pasar
  • Menyiapkan media kit untuk dikirimkan ke klien, sebagai satu acuan berisi pencapaian blog kita.
  • Membuat landing page untuk produk digital, seperti yang disarankan mbak Indriyas

Menggunakan Layanan IMPreneur dari IM3 Ooredoo

Nggak mungkin rasanya semua rencana mengoptimalkan blog tanpa layanan internet yang dapat diandalkan. Mandeg agendanya kalau khawatir paket internetnya tidak cukup atau lambat karena berbagi dengan anggota keluarga lain.

Salah satu layanan yang layak jadi pilihan adalah produk IM3 Ooredoo yang bernama IMPreneur. Produk ini diluncurkan untuk memperlancar komunikasi bisnis untuk tim, karena layanan internet bisa dibagikan lho ke pengguna lain. Produk ini memungkinkan berbagi kuota hingga ke 20 orang. Wah, bisa nih dibagikan ke kontributor blog (jika nanti ada).

Paket yang khusus dibuat untuk pelaku UMKM ini bertujuan memberikan kemudahan fasilitas komunikasi kepada karyawannya. Fasilitasnya bisa berupa kuota, menelpon ke operator lain dan kuota bisnis.

Kuota bisnis disini diantaranya Facebook, Whatsapp, Instagram, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Traveloka, Ovo, Gopay dan Dana.

3 Paket Pilihan IMPreneur dari IM3 Ooredoo

Dengan nomor induk dan anggota berlangganan nomor baru berupa prabayar atau paska bayar, kita bisa memilih 3 paket:

  • Paket 10 Gigabyte Sharing Quota seharga Rp 50.000 per bulan dengan 8 Gigabyte kuota utama dan 2 Gigabyte kuota aplikasi
  • Paket 20 Gigabyte Sharing Quota seharga Rp 100.000 per bulan dengan 15 Gigabyte kuota utama dan 5 Gigabyte kuota aplikasi
  • Paket 30 Gigabyte Sharing Quota seharga Rp 150.000 per bulan dengan 25 Gigabyte kuota utama dan 5 Gigabyte kuota aplikasi

Menurutku sih cukup terjangkau ya dengan harga 3 paket itu bisa sharing kuota dengan berbagai opsi komunikasi dan kuota bisnis. Nggak perlu khawatir rekan kerja atau karyawan nggak kebagian kuota di masa pandemi ini.

Bisa juga kan dibagikan untuk anggota keluarga di rumah, buat School From Home atau Work from Home. Ngga perlu takut penggunaannya timpang habis dipakai orang lain. Mau mengawasi pemakaian kuota sebagai nomor induk bisa langsung cek di aplikasi myIM3. Lengkapnya, cek langsung di halaman produk IMPreneur ini.

Penutup

“Consistency is Key” adalah istilah yang tepat alias persyaratan monetisasi blog. Dengan kata lain, tidak ada kesuksesan tanpa usaha yang berkala dan konsisten.

Alhamdulillah, webinar-webinar yang saya ikuti dalam sebulan dari komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis dan IM3 Ooredoo cukup ‘menampar’ saya bolak-balik soal ini. Walaupun telah mendapatkan ilmu cukup, semua berpulang ke usaha blogger masing-masing.

Terima kasih IIDN dan IM3 Ooredoo.

Bagaimana dengan anda? Blogger atau bukan, apakah target anda soal usaha anda ke depannya?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging.

11 Comments

  • Erin

    Untuk asense dan sponsorship tuh perlu perjuangan yang ekstra maksimal karena selain tidak mudah apalagu algorithme google terus berambah, saingannya juga buanyak. Tapi tetap berusaha, fokus karena konsisiten memang kuncinya.

  • Asih Mufisya

    Memutuskan menjadi blogger memang tidak hanya sekadar menulis saja ya Mbak. Blog yang sudah kita buat perlu terus di update dengan konten yang baik dan berharap bisa terus konsisten.

  • Fenni Bungsu

    Bikin konten di youtube bisa juga ya sekaligus meningkatkan trafik blog. Kadang daku lupa melakukannya, padahal bagus juga nih tipsnya

  • Sarieffe

    Mba Indriyas Wahyuni ini emang blogger kece banget, ternyata pekerjaan blogger itu bisa go internasional ya mba. Gak kebayang kalau beliau juga punya job sebagai virtual assistant

  • Ludyah Annisah

    Setuju banget mba, konsistensi adalah kunci. Dan, dalam proses belajar itu sendiri memang harus komitmen dan konsistensi diri yg jadi kunci utamanya. Apalagi soal ngeblog, duh reminder banget nih buat aku. Thanks Mba Andina ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *