Kelas Online,  Pengalaman

Bukan Hidroponik, Ini Hobi Baru Saya Saat Pandemi

Pedih rasanya melihat demo Omnibus Law akibat disahkannya UU Cipta Kerja. Bagaimanapun, saya dulu juga sempat kerja kantoran. Saya harap ada solusi dari ketidaktentraman di tanah air.

Demo ini mungkin juga puncak dari kejenuhan selama 7 bulan kena efek pandemi. Namun hingga kini angka-angka orang yang terkena virus Corona tidak ada tanda-tanda penurunan. Semoga vaksin segera disebarkan dan Indonesia bisa sembuh bebas dari Covid.

Saat ini saya hanya bersyukur diberi kesehatan bersama keluarga. Kejenuhan tentu ada, tapi mungkin saya memang dasarnya orang rumahan. Jadi biar bagaimana, dengan adanya koneksi internet juga di rumah, saya menemukan hobi baru selama pandemi.

Kenapa Harus Ada Hobi

Setiap orang memiliki minat dan karakter masing-masing. Jadi sudah tentu punya kesukaan akan kegiatan tertentu.

Menurut saya hobi itu penting, pandemi nggak pandemi, demi melepaskan kepenatan di kepala. Kalau nggak, kita jadi mirip robot atau mesin. Ya selalu ngerjain kerjaan atau kewajiban, terus tidur dan makan. Kecuali ada yang hobinya beberes rumah atau hobinya kerja, wah itu mungkin berbeda. Tapi kalau sudah masuk rutinitas, pastinya kita ingin melakukan aktivitas yang berbeda dari rutinitas itu.

Rutinitas saya sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga ya mengurus anak, suami dan rumah. Saya kayak ibu-ibu lain yang butuh pelepasan penat. Tapi ternyata manfaat hobi nggak cuma itu, lho.

Manfaat Hobi

  • Menambah Kreativitas
  • Menambah network dan relasi
  • Mengurangi Stres
  • Menambah wawasan
  • Bisa Menambah Pendapatan

Wah, iya, ternyata manfaat hobi banyak. Nggak cuma buat melepas kejenuhan. Makanya, melakukan hobi ini bisa sekaligus menambah daya imun tubuh terutama buat melindungi diri dari terkena virus Covid 19. Jadi, yuk sempatkan melakukan hobi. Seenggaknya, demi kesehatan.

Hobi Saya di Rumah Selama Pandemi:

Ikutan Kelas Online

Bagi yang suka baca blog ini mungkin tahu saya jadi suka ikut kelas online. Setelah menjadi ibu beberapa lama, sepertinya saya rindu menimba ilmu. Tentunya ilmu yang saya suka.

Sebenarnya kesukaan ini sudah dimulai dari tahun lalu semenjak saya jadi pedagang online, tapi saat pandemi kelas-kelas online makin bertebaran. Wajar, orang-orang mencari kegiatan bermanfaat selama di rumah. Dan mengikuti kelas online terbukti membawa value positif, menambah wawasan dan semangat. Vibrasi positifnya menular dan buat lupa sama suntuk, tentunya kalau pilih kelas yang topiknya kita sukai.

Baca Juga: Belajar Online 2020: Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog dan Usaha Foto Produk

Rata-rata sebulan ada 3 webinar atau lebih yang saya ikuti, kecuali bulan September lalu mencapai 12 webinar soal blogging. Overload? Ya, ada momennya begitu. Hanya saja, jadwal webinar dengan topik tertentu ini belum tentu bisa diikuti dilain waktu.

Saya bersyukur Alhamdulillah jadi nambah ilmu tanpa keluar rumah ninggalin anak. Tentu bukan tanpa tantangan. Beberapa kali saya nggak jadi ikut kelas online karena bentrok jadwal dengan urusan rumah. Terkadang ada hal-hal di luar kontrol seperti mendadak harus memperhatikan kepentingan anak dan rumah. Namun saya anggap semua itu bagian dari paketnya.

Praktek Food/Product Photography

hobi food photography di rumah - salad pasta

Nah, karena saya kecemplung ikut kelas foto di bulan Juli, saya jadi senang praktek food photography. Modalnya cuma masakan sendiri atau makanan mentah di foto dengan properti yang ada di rumah.

Karena saya juga ngeblog, terkadang ada kebutuhan foto untuk artikel. Khususnya untuk persyaratan atau pelengkap artikel lomba blog saya suka memfoto sendiri agar makin bagus penilaiannya. Ini terbukti waktu membuat artikel soal ngemil bijak. So, kalau kamu juga seorang blogger, coba cari tahu soal ilmu fotografi seperti ini. Bisa jadi penambah value artikel secara keseluruhan, plus menambah konten untuk sosmed.

Kompetisi Foto

Perpanjangan dari suka foto makanan, adalah ikutan kontes atau lomba foto di internet. Sekarang cukup banyak kontes foto seperti ini. Entah karena saya lagi melek kompetisi jadi rasanya banyak.

Yang mengadakan biasanya dari pihak brand atau fotografer terkenal. Saya sempat ikut lomba kreasi makanan Kara dan Kuliner Indonesia. Bulan ini ikutan tantangan simple food photography. Lumayan sih foto seperti ini menambah portfolio dan bisa dijadikan konten sosmed sekalian.

Mencoba Resep Masakan Baru

Berhubung nggak bebas keluar rumah, saya coba menyalurkan keinginan rekreasi ke makanan. Soalnya dari makanan kadang merepresentasikan momen dan acara spesial.

Misalnya di waktu bulan puasa, saya cukup banyak mencoba resep baru yang sebelumnya belum bisa dibikin. Biasanya bisa jajan di luar rumah, sekarang saya ngeri asal jajan karena resiko terpapar virus. Solusinya ya masak atau buat sendiri.

Makanan-makanan yang saya buat terutama di cemilan atau sajian buka puasa, seperti kolak pisang dan martabak manis. Pas lebaran 2020 lalu perdana saya buat lontong sayur sendiri, karena belum bisa kemana-mana. Alhamdulillah, cukup membuat lebaran terasa masih lebaran walau di rumah aja.

Di hari-hari biasa (non puasa) saya coba buat cemilan seperti stik kentang keju, muffin kukus pisang, pie susu teflon, keripik dari kulit pangsit dan dimsum. Perdana buat juga pepes tahu dan tempe ungkep bumbu ayam. And the list kayanya masih nambah nanti, nih… Jadinya seperti wisata kuliner di rumah aja. Hal begini jadi mood booster juga, lho.

Hobi Yang Harus Di-Rem

Diantara hobi di atas sebenarnya ada kebiasaan atau kesukaan yang dilakukan, namun bisa buat lupa waktu dan nggak baik buat kesehatan. Saat mengerjakannya saya suka khawatir kebablasan waktu. Hobi yang dimaksud seperti ini:

  • Main Sosmed : kebiasaan scroll timeline sosmed kadang bisa nggak habis-habis
  • Main Game di handphone : dimainkan saat senggang, jadi lupa melakukan yang lain
  • Nonton Drakor : Saya sebenarnya nggak nyandu drakor, tapi suka ya nonton romansa. Namun kalo lagi seru plotnya bisa intens, lagi-lagi bisa mengalihkan fokus. Sejauh ini nonton serial drakor bisa dihitung jari.
  • Ngemil yang kebanyakan : Walau di rumah aja, ngemil kebanyakan nggak bagus buat kesehatan. Apalagi kalau alasan ngemilnya cuma karena iseng. Ya, baca alasannya selengkapnya disini.

Batasan Hobi Dalam Islam

Untuk memperkaya dan memperpanjang artikel ini, diriku mencari tahu batasan hobi dalam Islam. Ternyata walau hobi diperbolehkan, tetap dalam kadar yang sesuai. Rasulullah melakukan hobi seperti berlari, memanah dan berkuda untuk tubuh yang sehat.

Bagaimana dengan hobi yang lain? Ini poin-poin batasan yang aku baca dari berbagai sumber:

  • Memiliki niat untuk kebaikan
  • Harga aksesoris hobi mahal tidak dipermasalahkan, namun tidak mengabaikan sedekah, tetangga yang kesusahan dan kewajiban lainnya
  • Hobi yang dapat menyakiti orang lain seperti tinju dan prank tidak diperbolehkan
  • Hobi mengkoleksi barang tidak dianjurkan karena termasuk menimbun barang yang tidak dipakai
  • Hobi membuat lupa waktu hingga begadang juga tidak dianggap baik, apalagi hingga melakukan maksiat maka hukumnya jadi haram

*****

Pandemi sebenarnya mengakibatkan orang-orang melakukan tren hobi sendiri. Yah, deretan hobi baru saya ini memang nggak ada yang menyebutkan hidroponik atau bersepeda, yang lagi booming. Namun saya rasa bermanfaat buat diri dan keluarga. Saya hepi, keluarga hepi. Ibu kan juga mood-nya berimbas ya ke atmosfer rumah. Jadi harus dijaga emosinya.

Bagaimana dengan yang lainnya, nih? Hobi baru apa yang dilakukan saat pandemi?

Sunglow Mama Signature

Referensi:

  • https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/batasan-tentang-hobi.htm
  • https://umma.id/article/share/id/6/206956
  • https://www.hipwee.com/hiburan/cowok/6-hobi-yang-mendatangkan-kesehatan-dan-pahala-buat-kamu-yang-males-banget-gerak-nih/
  • https://chanelmuslim.com/syariah/hukum-memiliki-hobi-yang-mahal-menurut-islam
  • https://www.ruangmuslimah.co/41074-teguran-bagi-muslimah-yang-hobi-mengoleksi-barang

12 Comments

  • Imawati Annisa

    Hobi baru saya sekarang menulis review atau hal lain setelah nonton drama Korea. Hahaha. Ternyata setelah sekian taun jadi penonton drakor terilhami juga buat mengulas sisi lain dari drama yang d tonton 🙂

  • Ulfah Wahyu

    Saya juga mulai hobi memasak nih mbak sejak pandemi. Sekarang alhamdulillah sudah bisa rutin menerima pesanan dimsum. Awalnya mencoba resep terus utak utik cari takaran yan pas, eh sekarang dah mulai ada yang pesan. Alhamdulillah masih bisa menikmati hobi di masa pandemi, sehingga kita bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

  • Hindun Uswatun Nisa

    Pandemi memang berpengaruh ya,

    btw kalo hobi masak enak ya bisa bikin suami dan anak-anak makin betah dan perut mereka aman hehe. Catatan banget untuk saya tentang batasan hobi yang diperbolehkan. Infonya sangat bermanfaat….

  • Sulis

    Wah keren nih hobby barunya, jadi nambah ilmu. Iya bun hobby ngemil ini yang harus di rem. Makanya saya membuat kebun kecil disamping rumah, supaya terlupakan keinginan buat ngemil dan kalori terbakar

  • Kata Nieke

    Hobi baru pas pandemi kayaknya memasak. Sebelumnya kalau masak itu moody banget. Nah sekarang malah banyak eksperimen masak ini itu. Di samping lebih hemat, juga lebih sehat. Soalnya kalau masak sendiri, kita bisa jamin kebersihannya dan kualitas kandungan gizinya ya.

  • Ludyah Annisah

    Nah, terkait hobi yang harus dikurangi sepakat banget nih mba, apalagi kalau udah menyangkut main medsos. Wajib dikurangi nih. Kalau aku selama pandemi ini lebih suka nanem, masak dan nonton dorama mba hahah, lumayanlah ya mengurangi kejenuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *