Pengalaman Batasi Pemakaian Instagram Dengan Digital Wellbeing

digital wellbeing vivo.jpg

Pengalaman Batasi Pemakaian Instagram Dengan Digital Wellbeing – Alkisah, seorang wanita mendapati dirinya keseringan membuka sebuah aplikasi social media. Sebelumnya, dia suka membuka instagram demi posting feed dan juga ingin tahu update keseharian teman-teman juga relasi.

Betapa menawannya dunia visual di aplikasi sosmed ini. Semuanya cantik-cantik dan terpoles, lucu-lucu atau instagrammable. Sebenarnya, dia sudah biasa scroll timeline dan tab explore sehari-hari. Tapi kok, akhir-akhir ini rasanya penggunaan waktu melihat-lihat feed ini nggak sehat. Jadi nggak produktif dan tahu-tahu sudah habis waktu.

Memutuskan Untuk Diet Buka Instagram

One day, she decided this need to be stopped. Masalahnya, jadi mengganggu produktivitas dan nggak berfaedah. Menggunakan waktu dengan melakukan yang kurang bermanfaat tidak boleh diteruskan. Pemicu ingin diet instagram juga karena salah satu kenalan di komunitas yang bercerita bahwa dia selalu uninstall aplikasi Instagram setiap weekend.

Awalnya, si wanita berpikir ‘wah disiplin banget cara ini‘, karena kalau manually uninstall aplikasi dalam waktu tertentu kadang suka terlewat atau skip karena kesibukan. You know lah, karena jadi ibu tuh ada saja yang dikerjakan. Namun, kalau sudah berkomitmen tentu beda karena sudah berjanji pada diri sendiri. Disinilah, si wanita merasa ia harus dipaksa membatasi pemakaian instagram.

Bagaimana cara saya bisa melakukan ini dengan lebih terprogram dan teratur?‘ pikir si wanita. Beberapa waktu dia masih saja terperdaya visual-visual cantik dari feed-feed itu.

Memanfaatkan Digital Wellbeing

Entah bagaimana awalnya. Si wanita lupa bahwa di ponselnya terdapat fitur Digital Wellbeing. Digital Wellbeing adalah Sebuah fitur ponsel Android yang dapat mengatur lama pemakaian aplikasi setiap hari sebagai alat kesehatan digital. ‘Ah iya!‘ si wanita teringat bahwa ia dapat memanfaatkan fitur ini. Padahal dulu ia berpikir bahwa tak perlu pakai, karena menurutnya pemakaian sosmednya masih wajar.

Digital wellbeing samsung.jpg
Tampilan digital wellbeing samsung yang saya gunakan

Fitur Digital Wellbeing ini mulai ada sejak tahun 2018 untuk pemakai android. Ia dapat di-install dari Google Playstore maupun telah terdapat dalam setting handphone. Kita dapat mengatur pemakaian aplikasi maupun screen time secara harian. Dengan cara ini, kita dapat memblokir penggunaan aplikasi yang berlebihan.

Mulailah dirinya mengatur pemakaian instagram 1 jam saja sehari dengan fitur digital wellbeing ini. Awalnya sih, belum terasa efeknya. Apalagi ketika hari masih baru mulai. Dengan santai si wanita masih scrolling dan jalan-jalan menatap feed.

Masa Pembiasaan dan Kebiasaan

Kadang di sore hari atau jelang malam, sudah ada pengingat dari digital wellbeing yang isinya ‘1 minute left Instagram’ katanya. Biasanya dia stop langsung. Kadang pula, ia lupa sudah mendapat warning itu dan kembali membuka aplikasi. Tahu-tahu aplikasi itu berhenti dan hilang dari layarnya, berganti layar home.

Namun ada hari-hari dimana, dia curang dengan membuka instagram via browser. Ini agak memalukan, walau tidak selalu demi mengisi waktu.

Ada kalanya dia sedang ikut kegiatan support instagram walking (dimana akun yang ikutan saling komentar di feed yang didaftarkan). Lalu, ia tidak punya waktu selesaikan di pagi hari. Sehingga dia harus selesaikan instagram walking di malam hari. Kala kepepet, dia curang dengan pakai browser.

Pernah juga ketika dia belum tertidur tengah malam, dia kembali bisa buka Instagram lewat jam 00.00. Inipun sama saja jatuhnya. Karena penghujung hari, kuota buka instagram akan menipis.

Namun, si wanita akhirnya terbiasa buka instagram sejam dalam sehari. Ia sering dicolek reminder 1 minute left itu.

Anehnya setelah 2 minggu lewat, sudah jarang berjumpa dengan si reminder. Sampai akhirnya, tidak lagi bertemu si reminder. Berhasil!

Agar Bijak Bersosmed

Demi bijak menggunakan media sosial, harus mulai dari tekad kita sendiri. Sadar bahwa apapun yang kita konsumsi, termasuk tontonan dan bacaan, dapat mempengaruhi psikis kita dan merambat ke lingkungan sekitar. Di era digital ini, sangat mungkin kita terpapar hal-hal yang negatif dari media sosial.

Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam bersosmed:

Siapa yang kita ikuti di media sosial?

Mereka adalah yang pertama kita lihat ketika membuka media sosial, orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita dan yang sering kita interaksikan. Baikkah pengaruh mereka ke diri kita, dengan konten-konten mereka?

Berapa lama kita habiskan waktu di media sosial?

Meskipun media sosial begitu menawan, dunia yang bergulir terus setiap kita scroll dengan jari, dengan konten yang menarik, lucu, memikat. Tahu-tahu waktu sudah habis dipakai karena terpikat sosmed. Kita harus aware dengan banyaknya waktu yang kita pakai menatap dunia ini. Kemudian, ingat relasi hidup sebenarnya yang ada di sekitar kita seperti keluarga, teman dan tetangga yang berada di dekat kita.

Tujuan kita apa dalam menggunakan media sosial? Positif tidak pengaruhnya?

Kenapa kita butuh media sosial? Apapun alasannya, pastikan untuk alasan positif demi pengembangan diri. Bisa saja untuk mendapatkan informasi dan bisnis. Segera atur ulang niat kita kalau berlebihan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Kesimpulan

Memakai media sosial memang bisa lupa waktu dan berakibat negatif. Untuk itu, penting untuk punya pengendalian diri yang kuat agar tidak berlarut-larut. Dengan adanya kemajuan teknologi dan melihat dampak sosmed, Alhamdulillah ada fitur Digital Wellbeing yang bisa memaksa kita untuk menghindari pemakaian aplikasi secara berlebihan.

Apa kamu punya pengalaman yang mirip? Bagaimana pendapatmu?

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya. E-mail saya ke missdeenar@gmail.com untuk kerjasama

This Post Has 18 Comments

  1. Risna

    kalau aku entah kenapa ga terlalu berlama2 di IG maupun FB, lebih berlama-lama kalau blogwalking dari 1 blog ke blog hehehe,

    1. Sunglow Mama

      wah asik banget. kayaknya lebih oke gini daripada lama di sosmed

  2. Wida

    Sama nih mbak dulu scroll ig dan fb paling sering, sekarang sudah jarang tapi di tik tok wkwkwk, kalau aplikasi ini khusus ig saja ya mbak?

    1. Sunglow Mama

      segala aplikasi bisa di-timer kok mbak. bahkan handphone juga bisa di time-out, cuma saya belum coba

  3. Brillie

    Tulisan ini menarik banget. Jadi semacam ada remindernya ya untuk diet sosmed. cocok buat kita-kita yang punya sosmed cuma sekedar punya agar tidak jadi kecanduan. tapi tidak berlaku bagi orang yang kerjanya memang harus sering2 update sosmed seperti influencer/blogger.

    aku sendiri tahun ini sudah menonaktifkan 2 sosmedku, pertama twitter dan beberapa minggu lalu facebook. awalnya seru mainan twitter, tapi lama-lama kok waktu habis cuma untuk curhat di twitter dan menjadi fomo karena harus tau semua yang sedang update. sepertinya berita apapun yang lagi viral berasal dari kabar burung biru itu.

    alasan kedua menonaktifkan facebook adalah agar orang lain nggak kepo sama kehidupanku. terakhir tinggal instagram saja dan aku batasi hanya pada jam-jam senggang saja updatenya.

    1. Bunsal

      Tertampar sekaligus terinspirasi dg tulisan ini. Rasanya memang sudah harus mulai mengatur waktu bersosial media.
      Auto intip segera ke playstore dah.
      Cussss..Auto instal juga ah.
      Pastinya juga semoga seperti sang perempuan. Bisa benar2 disiplin dengan jatah di dunia maya.

    2. Sunglow Mama

      wah keren teteh sudah mulai duluan. memang ya harus dari diri sendiri komitmennya

  4. Fajarwalker.com

    Aku dulu bahkan ga cuma diet sosmed, tapi sampe jual iphone dan beli hape china yang cuma bisa sms telp doang. Mencoba untuk hidup tanpa social media
    Sekarang kayaknya udah agak sulit untuk begitu, apalagi banyak kerjaan yang kaitannya sama social media juga. Digital welbeing emang paling ok sih, karena ya kadang waktu kita emang banyak terbuang untuk scroll gajelas.

    1. Sunglow Mama

      wah ini lebih ekstrim lagi. akhirnya kembali juga ya, karena butuh untuk kerjaan. iya, Alhamdulillah ada digital wellbeing ini

  5. Fanny_dcatqueen

    Aku pake digital wellbeing hanya untuk membatasi pemakaian gadget anak2ku mba . Malah ga kepikir untuk membatasi aplikasi yg aku pake. Kalo untuk anak2, supaya mereka ga exceed dari waktu yg udah ditentuin. Jadi kalo aku sedang jauh dari rumah, aku bisa matiin tuh dr jauh supaya mereka ga bablas.

    Tapi jadi kepikiran untuk nerapin yg sama di aku. Cuma rasanya ga bisa 1 jam sih. Mungkin hrs lebih Krn aku aktif di sjni.

    Aku mau lebih eksplor deh ttg digital wellbeing Ini. Selama ini jujur ga cari tahu gunanya apa

  6. Andayani Rhani

    Alhamdulillah seneng banget ketemu tulisan ini, karena aku beberapa waktu belakangan ngerasa cukup addicted sama sosial media salah satunya ig ini! otw download digital wellbeing nih hehe. makasih banyak ya mbak infonya

  7. lendyagassi

    Kadang iya ih..niat hati ingin istirahat, begitu ada gadget, jadilan malah scrolling kemana-mana.
    Jadi aku menerapkan kebijakan rada strict ke diriku sendiri. Kalau waktunya istirahat, semua gadget taruh meja dan lampu utama dimatikan agar lebih syahdu.
    Tapi pengaturan jam gadgetku ini masih parah banget sih.. huhuu,..apakah aku bisa terbantu juga kalau menggunakan digital wellbeing?

  8. DIP

    aku juga make ini dan berbagai app lainnya yang serupa. Tapi ya sejujurnya masih kurang konsisten dan suka kebablasan juga (malah ditambah waktunya, huhuhu). this is my battle too!

  9. Sri Nurilla

    Andina. Makasiiy infonya ya. Wah, saya baru tahu ada aplikasi semacam Digital Wellbeing ini. Ada ada saja, kreatif ya foundernya. Ehehe.

    Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa mengkontrol dalam diri dalam membatasi online Instagram. Betul yang Andina tulis, banyak hal-hal menarik dan indah di sana, sampai sampai lupa waktu wkwkwk. Dan instagram tuh pinter ya, saya kan sukanya macam2 workout dan baju2 Jepang, itu nongooool terus, gimana ingat buat stop ya wkwkwk.

    Tapi syukurlah, itu sudah berlalu. Sudah bisa tidak tergoda untuk online lama. Malah sudah cukup jarang.

  10. May

    Andina, aku baru tahu ada aplikasi ini, seru juga. Aku sebetulnya hanya punya IG, dulu lumayan abis waktu juga nih scroll IG, akhirnya decide untuk stop sama sekali, ada kaya sebulanan, abis itu emang jadi males scroll scroll lagi hehe.

    Tapi mau deh nyoba ini

  11. Andrie K

    Wahh saya pernah kepakai secara tidak sengaja hingga membuat saya panik, setiap ingin membuka seketika menutup sendiri. Akhirnya saya uninstall lalu install lagi instagramnya ternyata gak ngaruh, ternyata fitur ini toh.. Whha bikin panik aja

  12. Malica

    Ya ampun aku merasa tertampar sekali dengan postingan ini mbak. Sangat bermanfaat. Mungkin memang aku butuh digital wellbeing biar tetap waras dan terstruktur hidupnya. Aku mau coba install buat atur waktu sosmed

  13. Anggun

    Wooow baru tau ada aplikasi ini. Makasih infonya teh. Kayanya bagus juga buat ngatur pemakaian “jalan jalan di marketplace”?? Haahaha

Leave a Reply