11 Tips Agar Food Photography Dengan Kamera HP Hasilnya Maksimal

11 Tips Agar Food Photography Dengan Kamera HP Hasilnya Maksimal
photo from Unsplash

Hingga sekarang, artikel Tips Food Photography Dengan Kamera HP di Rumah sangat banyak dicari di mesin pencarian. Sangat mungkin artikel ini dicari banyak pelaku UKM atau influencer yang butuh memaksimalkan hasil food photography mereka walau hanya dengan kamera HP saja.

Sekarang handphone sudah dibekali berbagai macam fitur, dari memory besar hingga kualitas foto dan fitur bagai kamera DSLR. Sangat mungkin dijadikan alat pemotret untuk food photography, walau tidak sekaliber profesional.

Tapi di artikel ini, kita telusuri lebih dalam trik dan bocoran agar food photography dengan kamera HP hasilnya lebih maksimal. Karena walaupun hanya menggunakan ponsel, penggarapan maupun hasilnya belum tentu biasa-biasa saja.

Sudahkah kamu coba hal-hal di bawah ini?

11 Tips Agar Food Photography Dengan Kamera HP Hasilnya Maksimal

1. Rencanakan

Lebih baik sebelum memotret makanan dengan kamera HP agar lebih dulu merencanakan apa saja yang harus dipersiapkan. Agar waktu memfoto lebih efektif dan tidak menyia-nyiakan waktu.

Apalagi kalau kita seorang Ibu dengan banyak aktivitas, kehilangan waktu berharga karena konsep belum matang jadi menyia-nyiakan momen.

Mulai dari konsep, pewarnaan, properti (seperti background atau alas foto food photography) dan pencahayaan.

Kenali karakter makanan hingga referensi yang bisa kita ambil dan kombinasikan dengan properti yang kita punya.

2. Gunakan Komposisi dan Sudut Pandang Foto Paling Pas

Komposisi atau pengaturan objek dalam frame adalah salah satu faktor yang membuat food photography berhasil. Berbagai jenis komposisi bisa dipraktekkan, seperti diagonal, rule of third dan sebagainya.

Angle atau sudut pandang adalah satu faktor yang membuat food photography sukses. Karena sudut pandang sangat berpengaruh membuat makanan terlihat menarik dari lensa. Salah memilih angle bisa membuat hasil foto tidak sesuai target.

Karena makanan ada berbagai jenis dan bisa menggunakan berbagai macam penataan, maka menyusun komposisi atau pengaturan letak objek sangat penting.

3. Lensa Kamera Handphone yang bersih

Mungkin ini terdengar remeh, tapi kadang pemotret pemula lupa membersihkan lensa handphone. Lensa ponsel riskan menjadi sedikit kotor karena terkena sidik jari atau permukaan saja tempat ia habis diletakkan. Maka wajar jika ada partikel-partikel yang membuat lensa handphone tidak jernih.

Jangan lewatkan tahapan membersihkan lensa ini. Gunakan kain microfiber agar lensa bersih dari minyak dan debu-debu. Sangat disayangkan jika makanan dan properti telah siap, namun hasil foto terlihat buram karena masalah lensa kotor. Sebagai pemotret, tentu jeli melihat hasil foto buram, maka harus segera bersihkan lensa.

4. Aktifkan Fitur Grid Handphone

Kamera handphone kini sudah memiliki fitur grid atau garis panduan 3 x 3 yang memungkinkan pemotret mengatur komposisi foto. Mengaktifkan fitur ini terbukti membantu fotografer mengatur posisi objek dalam frame.

Waktu saya ikut kelas foto, saya baru tersadar lupa mengaktifkan fitur ini karena diingatkan pengajar. Padahal fitur itu ada, tapi saya tidak memanfaatkannya. Kini, mengaktifkannya membuat saya terbantu dalam memotret.

5. Pakai Setting Kualitas Foto Terbaik

Banyak ponsel kini telah memiliki opsi kualitas foto. Tujuannya agar pemakai bisa leluasa mengatur kualitas foto yang standar atau finest (berkualitas tinggi).

Dengan memakai opsi terbaik, tentu hasil jadi paling maksimal. Tentu saja secara size atau ukuran file akan lebih memakan storage, tapi untuk mendapatkan foto terbaik tentu harus menggunakan kualitas terbaik.

Food photography Pempek yang kental nuansa Indonesia, Sumber: Pinterest

6. Atur Makanan Utama Jadi Yang Paling Menonjol

Poin ini banyak yang suka tidak disadari pemotret yang saya lihat di sosmed. Banyak yang lupa bahwa bintang utamanya adalah makanan utama, dan jadi lebih sibuk memikirkan properti dan alas foto. Sehingga secara keseluruhan 1 frame terasa sangat semarak dan penikmat foto tidak bisa fokus, mana si ‘bintang utama’-nya?

Walau properti memang menunjang foto, harus selalu ingat siapa objek utamanya dan ingat membuatnya jadi yang paling menarik perhatian. Jangan sampai properti atau elemen pendukung lain lebih atraktif dari si makanan bintang utama.

7. Gunakan Tripod

Sebenarnya menggunakan tripod termasuk opsional, asal pemotret bisa memfoto dengan stabil. Namun untuk mengejar foto yang maksimal, maka ada baiknya memanfaatkan sedikit support seperti tripod.

Menggunakan tripod memungkinkan hasil foto tidak goyang atau blur, atau sudut pandang berubah dari yang sebelumnya yang kemungkinan terjadi jika difoto biasa.

8. Atur Porsi Makanan Lebih Sedikit Dari Yang Biasa Dimakan

Mempraktekkan food photography bukan berarti memotret makanan seperti yang biasa kita makan. Namanya fotografi, makanya butuh styling atau penataan. Tentunya harus lebih cantik atau lebih enak dipandang dibandingkan acara makan-makan biasa.

Disarankan untuk memfoto makanan dengan porsi lebih sedikit dari yang biasa dimakan. Hal ini agar hasil foto terlihat lebih menarik.

9. Lakukan Editing Foto

Meskipun telah memotret foto makanan dengan hasil ciamik, hal lain yang harus diperhatikan sebagai sentuhan akhir adalah mengedit foto hingga mendapatkan nuansa yang pas. Hal ini agar hasil foto akhir terlihat lebih terpoles dan profesional, tidak terlihat mentah atau raw.

Lagipula, setiap makanan memiliki karakter sehingga dengan mengubah tone foto maka feel makanan akan lebih terasa. Misalnya saja, food photography brownies tentu berbeda dengan chinese food photography. Yang satu pewarnaannya lebih kontras atau monotone, sedangkan yang lainnya lebih berwarna.

Mengedit foto juga membantu ‘menyembunyikan’ hal-hal kecil yang membuat foto kurang ‘bersih’, seperti noda, properti yang terselip atau kain yang kusut.

Namun terlalu banyak mengedit foto juga tidak disarankan, karena akan terlihat kaku atau tidak alamiah. Nggak oke juga kalau terlalu mengandalkan editing foto dalam memotret makanan.

10. Menambah Watermark

Di era digital ini, banyak orang yang tidak meminta izin mengambil foto kita atau tidak membubuhkan sumber foto atau referensi. Untuk mencegah foto diambil, sebaiknya kita menambahkan watermark atau nama kita di dalam foto. Khususnya jika kita mengunggah foto kita ke social media atau internet.

Watermark yang baik adalah tanda yang tidak begitu menonjol tapi juga terlihat. Ya, memang harus disempatkan agar foto kita ada ‘cap’-nya.

11. Ambil Foto Beberapa Angle

Mungkin anda sudah merencanakan mendalam food photography yang ingin dibuat, tapi tak ada salahnya mengambil foto dengan berbagai sudut pandang. Kenapa? Karena terkadang hasil foto yang berbeda lebih menangkap tujuan yang diinginkan.

Di beberapa kesempatan, saya lebih sering mengambil variasi foto yang berbeda dari foto yang telah saya rencanakan. Karena in the moment dan dengan yang ada di benak berbeda, maka jangan dipaksakan perencanaan yang akhirnya tidak cocok.

Penutup

Food photography dengan kamera HP juga butuh persiapan, walau mungkin tidak seribet dengan kamera DSLR. Jangan remehkan langkah-langkah di atas dan semoga hasil foto makanan kita tidak mengecewakan.

Selamat mencoba! Mana poin yang menurutmu terpenting dari semuanya?

sunglow mama signature

Sunglow Mama

Seorang Ibu Rumah Tangga yang suka blogging dan berbagi tentang sisi kreatifnya

This Post Has One Comment

  1. ainun

    aku sendiri banyak belajar dari melihat hasil karya temen hehe
    apalagi kalau pengambilan anglenya pas dan konsep yang dipakai ga terbayang sama sekali di kepalaku, aku bakalan suka sama fotonya

Leave a Reply